Do’a

Mari kita bertanya? Doa seperti apakah yang dikabulkan Tuhan? Jawabnya, tak sukar-sukar amat sesungguhnya. Doa yang pasti dikabulkan Tuhan ialah yang seturut dengan kehendak Dia.

Doa yang pasti dikabulkan Tuhan ialah doa yang diperkenan Tuhan.

Sebab, Tuhan tak mungkin melawan kehendak-Nya sendiri. Dia pasti akan menggenapi kehendak-Nya sendiri.

Terbuka

Pada titik ini, janganlah kita menjadikan ungkapan ”Jadilah kehendak-Mu” semacam mantera! Tak sedikit orang Kristen berpikir, kalau sudah menutup doanya dengan ungkapan ”Jadilah kehendak-Mu!”, pastilah Tuhan akan mengabulkan-Nya. Apakah benar demikian?

Ungkapan ”Jadilah kehendak-Mu!” sejatinya menyatakan bahwa kita sesungguhnya tidak sungguh-sungguh yakin bahwa doa kita itu memang sesuai dengan kehendak Tuhan. Itu berarti kita terbuka untuk menerima apa saja yang Tuhan berikan kepada kita. Dengan kata lain, sesungguhnya pula hal yang paling penting ialah bagaimana kita mengetahui kehendak Tuhan.

Dalam ajaran-Nya, Yesus memang berbicara banyak mengenai apa yang kita kenal dengan Doa Bapa Kami, tetapi satu hal yang perlu diingat—itu pulalah yang menjadi dasar Doa Bapa Kami—”Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Luk. 11:13).

Roh Kudus

Inilah yang seharusnya kita upayakan: memohon Roh Kudus senantiasa menyertai kita. Jika itu yang terjadi, maka kita akan dapat hidup dalam kehendak-Nya. Sehingga, apa pun yang kita pikirkan, katakan, lakukan, pastilah Tuhan berkenan karena Roh Kuduslah yang menggerakkan kita melakukannya. Dan doa semacam itu, pastilah dikabulkan Tuhan. Kalau belum, itu hanyalah soal waktu.

Atau, dalam pemahaman Paulus, sebagaimana suratnya kepada Jemaat di Kolose, ”Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” (Kol. 2:6-7).

Dengan kata lain, jika kita bersatu dengan Dia, dan berakar di dalam Dia, pastilah kita akan menurut ajaran-Nya. Jika sudah demikian, maka doa kita pun pastilah diperkenankan-Nya.

Sejatinya pula, doa yang diajarkan Yesus, Doa Bapa Kami, hanya mungkin didaraskan jika Roh Kudus sungguh-sungguh diam dalam diri kita.


document arsip / s.m

Posted in ArtikelTagged , ,