Acara Natal Keluarga dan Tahun Baru

tahun baru 2018,

ACARA NATAL KELUARGA  & ACARA KELUARGA DI TAHUN BARU 01 JAN 2018

update//admin hkbp kramat jati_2017


Sabtu, 23 Desember 2017

Tema: “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah dalam Hatimu”
(Kolose 3 : 15)

NATAL KELUARGA 2017 – TAHUN BARU KELUARGA 2018

I. Persiapan:
– Lilindapat disesuaikan dengan kebutuhan anggota keluarga
– Kantong persembahan untuk gereja.
– Pemimpin Ibadah yang sudah mempersiapkan diri jika ada tahbisan pelayan sebaiknya yang memimpin ibadah.
– Keperluan lainnya sesuai dengan kebutuhan keluarga

II. IBADAH NATAL
1. Panggilan Beribadah (P: Pemimpin, K: Keluarga)
P: Saudara/i yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, terpujilah Tuhan kita yang telah menggenapi janji-Nya melalui kelahiran Juruselamat bagi dunia ini yaitu, Yesus Kritus Tuhan kita, karena itu terpujilah Tuhan dan Selamat hari Natal bagi kamu sekalian.
K: Selamat Natal bagimu juga!
P: Tuhan Allah telah menyatakan kasih setia-Nya bagi kita. Tuhan Allah telah berada di tengah-tengah kita.Untuk itu, sepantasnyalah kita, menyaksikan:
K: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, Tuhan Allah telah bersama-sama dengan kita.
P: Dengan rasa syukur dan sukacita marilah kita bernyanyi untuk memuliakan nama-Nya:

2. Bernyanyi BN. 57:1 + 3 “Sudah Tiba Hari Raya”
BE. “Nunga jumpang muse ari pesta i” BL.202

Sudah tiba hari raya yang kudus, hari natal Juruslamat dunia
Tuhan datang dari surga yang kudus, menebus umat-Nya
Kemuliaan bagi Allah, damai bagi sluruh dunia
Manusia yang percaya, berkenan pada-Nya

Sombanami ma di Ho natubu on, Ho siboan dame tuportibi on
Sai pasaorhon ma turohanami on, dameMi O Jesus
Hasangapon di Debata dame dame ma di jolma,
Las ni roha ni Debata hajolmaon muse.

3. Votum – Introitus – Doa
P: Di dalam Nama Allah Bapa dan NamaAnak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus.
K: Amin.
P: Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
K: Ia akan makan dadih dan madu sampai ia tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik,
P: Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambing pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Haleluya!Marilah kita berdoaya Allah Bapa kami yang ada di surga.Puji-pujian, kemuliaan dan terima kasih kami persembahkan kepadaMu. Karena Engkau memberikan Anak-Mu, Tuhan Yesus Kristus kepada kami manusia yang hina ini. Dia menderita sengsara, lahir di kandang domba, supaya kami menjadi kaya. Ajar dan bimbinglah kami dengan Roh-Mu, supaya kami mengenalkasih-Mu, yang Engkau nyatakan dalam Anak-Mu, Tuhan Yesus Kristus Tuhan kami. Ya Yesus yang telah lahir, hadirlah Engkau dalam persekutuan kami saat ini, sehingga sukacita dan damai Natal memenuhi rumah ini. Melalui kehadiran-Mu kami dapat saling mengasihi dan saling menyayangi sebagai keluarga di hadapan-Mu. Dengar kanlah doa dan permohonan kami ini, hanya dalam nama Kristus Yesus Tuhan kami, Amin.

4. Marende BN. 48: 1-2 “Hai Umat Kristen Pujilah”
BE. “Ria ma hita sasude” BL. 16
Hai umat Kristen pujilah, Allah Maha Besar
Bernyanyilah dengan gemar, Agungkan nama-Nya
Agungkan nama-Nya

Diungkap Debatanta i, banua ginjang i,
Disuru do Anaknai, hangoluanta i, hangoluanta i

5. Liturgi Pertama
(Anggota keluarga boleh diatur membaca Firman Tuhan, ayat pilihan sendiri, atau ayat yang sudah dibacakan di Pesta Natal Gereja, Sekolah, atau Natal lainnya).

6. Bernyanyi BN. 61: 1 + 5 “Berkat Suka Cita”
BE. 61: “Na Tau Las niroha” BL. 2
Berkat sukacita, kelahiran-Mu
Yesus Juruslamat Kau kekasihku
Yesus Juruslamat Kau kekasihku

Sai tarapul ahu, Tuhan dibaen Ho
Tua na tumimbul dame jumpang do
Tua na tumimbul dame jumpang do

7. LiturgiKedua (Lukas 2 : 1 – 15)
P: Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.
Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.
K: Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
P: Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, — karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud –
K: supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,
P: dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
K: Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
P: Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
K: Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
P: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
K: Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”
P: Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
K: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
P: Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali kesorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.”

8. Marende BE. 62: 1 “Halalas ni roha godang” BL. 172
Halalas ni roha godang, nahubaritahon on
Nunga tubu Sipalua di hitajolma on
Hasangapon ni Debata, laos dame, dame, dame ma di jolma
Lomo ni roha ni Debata do hita jolma on

9. PENYALAAN LILIN
P: Sebagai tanda kesediaan kita menerima dan menyampaikan terang Kristus, mari menyalakan lilin ini. Sama seperti lilin ini yang mengusir kegelapan demikianlah kitamasing-masing dapat member terang kepada sesame kita dengan saling mengasihi. Sambil menyanyikan “Sonang ni bornginna i”

10. Marende BE. 54: 1-3 “Sonang ni bornginna i” BL. 64
Sonang ni borngin nai, uju ro Jesus i
Sonang modom do halak sude,
Holan dua na dungo dope
Mangingani Anakna, Jesus Tuhanta i

Denggan ni bornginna i, ujuro Jesus i
Tu parmahan di Bethelem i, dipaboa na di surgo i
Nunga ro Sipangolu Jesus Tuhanta i

Godang ni tua di si, di naro Jesus i
Tung malua pardosa muse, sian hamagoanna sude
Ala ro Sipangolu, Jesus Tuhanta i

11. Renungan Natal
Kemuliaan dan Damai Sejahtera
“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (Lukas 2:14)
Ibu/Bapak/Saudara, Puji syukur kepada Kristus Sang Juru Selamat yang berkenan menuntun keluarga kita dalam memasuki Natal 2017. Natal tahun ini sungguh bermakna dalam kehidupan keluarga kita sebagai umat Tuhan di tengah dunia ini, sebab setiap kita mengadakan ibadah Natal menjadi kabar suka cita yang besar bagi dunia yang membutuhkan damai Yesus.
Sesungguhnya, berita kelahiran Yesus hanya akan menjadi kabar suka cita bagi orang-orang yang merasa dirinya lemah, kecil, dan terpinggirkan. Bagi orang-orang yang merasa dirinya benar, baik dan terhormat kelahiran Yesus hanyalah sebuah perayaan sosial bukan sebuah kabar suka cita.
Kelahiran Tuhan Yesus membuktikan besarnya kasih Allah kepada keluarga kita di rumah ini. Maka menyambut Natal, keluarga kita diajak berdoa sebagaimana diajarkan oleh Yesus Kristus Tuhan kita demikian: ”Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” Bersamaan dengan ribuan, bahkan mungkin jutaan perayaan Natal yang berlangsung di seluruh dunia, marilah kita berdoa agar Kerajaan Allah dinyatakan dalam hati kita masing-masing.
Gloria in exelcis Deo, kemuliaan bagi Allah di tempat yang Maha Tinggi agar benar2 kelahiran Yesus, baik secara pribadi, keluarga kita, sahabat-sahabat kita dan gereja kita mengalami manifestasi Kerajaan Allah dimana Roh Kudus menyatakan kebenaran Kerajaan Allah, memberikan damai sejahtera dan sukacita sorga bagi keluarga kita.
Bukankah kita merindukan damai sejahtera tsb hadir ditengah2 keluarga kita? Ya, Kita rindukan ada damai sorgawi yang turun dan berdiam di tengah-tengah keluarga kita. Dan itu hanya mungkin jika kita dan keluarga kita mau bertobat dan menerima Injil. Natal tanpa kehadiran Yesus dan Kerajaan-Nya adalah Natal yang sia-sia dan pura-pura.
Kemuliaan hanya bagi Tuhan di tempat yang Maha tinggi. Maknanya bagi kita, agar kita bersatu hati untuk tetap memfokuskan diri hanya untuk memuliakan Tuhan. Hidup yang dipercayakan di tengah dunia yang mempunyai limitasi waktu, dipakai sebaik-baiknya hanya untuk menyenangkan Tuhan dan memuliakan-Nya. “…bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.” (Roma 16:27).
Selamat Hari Natal – biarlah Kerajaan Allah hadir dalam hidup kita semua. Amin! (MKH)

12. Bernyanyi BN. 52 : 1 – 3 “Sungguh Bahagia”
BE. 52: “Hatuaon do”
(Mengumpulkan Persembahan ke Huria)
Sungguh bahagia, hati ceria, Yesus hadir di dunia
Tuhan melawat, kita pun slamat
Mari nyanyi dengan bergemar (2x)

Hatuaon do, las ni roha do hatutubu ni Jesus i
Domu do hita tu Debatanta
Las be, las be ma rohanta i (2x)

Sungguh bahagia, hati ceria, Yesus lahir di dunia
Sambutlah Tuhan, dengan gembira
Mari nyanyi dengan gemar (2X)

13. Doa Penutup

14. Bersalam-salaman


ACARA KELUARGA TAHUN BARU 01 JANUARI 2018 

ACARA TAHUN BARU KELUARGA 2018
1 Januari 2018. Pkl. 00.00 WIB

Tema:
“Orang yang benar akan hidup oleh iman.” Roma 1:17

P : Pemimpin; B: Bapak I: Ibu ; S : semua; A: Anak

I. PERSIAPAN
Keluarga menentukan siapa yang memimpin acara kebaktian; Di dalam kebaktian diadakan persembahan untuk Huria

II. KEBAKTIAN
1. PANGGILAN BERIBADAH.
P : Kita telah menerima bimbingan Tuhan mengarungi tahun 2017 dan menghantar kita ke tahun baru 2018. Saat ini, kita mensyukuri segala berkat Tuhan, serta memohon tuntunan tanganNya yang penuh kasih bagi kita sepanjang tahun ini.
S : Kiranya Tuhan yang senantiasa menyertai dan memberkati perjalanan hidup kita di tahun yang baru ini.
P : Sebagai ungkapan syukur kita bagi Tuhan, marilah kita mempersiapkan hati dan pikiran kita memasuki ibadah ini, kita memuji Tuhan dari BE. 70 : 1 – 3 “O Jesus, sipangolu au” BL. 36
1. Naung salpu taon na buruk i, Ho ma hupuji Tuhanki. (Ai diramoti Ho tongtong, tondingku dohot dagingkon 2X)
2. O Yesus kasihanilah, nyatakan kemurahanMu. Di tahun baru inipun berkatMu makin nyatalah. Di tahun baru inipun berkatMu makin nyatalah.
2. VOTUM – INTROITUS – DOA.
P : Pertolongan kita hanya di dalam Nama Allah Bapa dan Nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus
S : Amin.
P : Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
S : Sebab itu tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut.
P : Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab ia baik. Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.
S : Tuhan itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku
P : Marilah kita berdoa.
Allah Bapak kami, pengasih dan penyayang. Kami mengucap syukur dan berterimakasih kepadaMu atas penyertaanMu bagi kami pada tahun yang lalu. Engkau memberi kami kekuatan, sukacita dan damai sejahtera dalam menjalani kehidupan kami dari waktu ke waktu. Bila badai kepedihan menerpa, Tuhan memberi kami kekuatan. Bila jiwa kami menurun lemah, Tuhan memberi kami ketabahan. Ketika kami sakit, Tuhan memberi kesembuhan dan kesegaran. Dalam, kesesakan, Tuhan memberi kami kelegaan. Tuhan meluputkan kami dari rancangan jahat orang fasik, memberi kedamaian dan kerukunan di tengah keluarga kami. Ya Tuhan, biarlah kasihMu yang abadi menaungi hidup kami selama tahun ini. Terangilah hati kami sehingga kami selalu setia mengikut dan menaati perintah Tuhan. Hanya Tuhanlah yang kami turuti dan sembah sepanjang hidup kami. Amen

3. MENYANYI BE. 64 : 1 “NAUNG MORU DO MUSE SATAON” BL. 192
1. Naung moru do muse sataon, huhut lam suda bohalhi. Beha do au na sai laon, Ture do pangalahongki. Lam ganda haporseaonku, Nang holong ni rohangku pe.Di Jesus dohot Debatangku, Nang di donganku sasude
4. KILAS BALIK PERBUATAN TUHAN SELAMA TAHUN 2017.
P : Marilah kita masing-masing mengingat kembali perjalanan hidup kita selama tahun 2017
S : (hening…30 detik, mengingat hal-hal yang baik yang kita alami)
P : Di samping hal yang baik, kita juga kadang mengalami hal yang menyakitkan, kekecewaan dan kesulitan yang membuat kita kesal, sedih atau menangis.
S : (hening…30 detik, renungkan pengalaman pahit serta pertolongan Tuhan)
P : Marilah berdoa di hati masing-masing, mensyukuri segala perbuatan Allah yang ajaib dalam hidup kita sepanjang tahun yang lalu.
S : (berdoa dalam hati masing-masing….sekitar 30 detik)
P : Sembari kita mengingat pertolongan Tuhan, baiklah kita mendengar Firman yang meneguhkan hati kita, dari Ulangan 28:1-2: Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintahNya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka Tuhan, Allahmu akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
J : Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara Tuhan Allahmu.
7. MENYANYI BE. 66 : 2 “DEBATA BAEN DONGANMI” BL. 52
2. Debata baen donganmi, Molo Debata donganmu
Ndang tarbahen ho be lilu, sai ture do langkami
Debata baen donganmi, Debata baen donganmi

8. RENUNGAN :

“Orang yang benar akan hidup oleh iman.” Roma 1:17

Mari kita sediakan waktu untuk merenungkan hidup ini agar kita menjadi pribadi yang makin bijak. Lembaran baru tahun 2018 kita buka hari ini. Berjuta asa dan harapan tertanam di hati kita. Tekad mewujudkan impian yang belum menjadi kenyataan; tekad melayani Tuhan lebih sungguh lagi; tekad menjalani hidup sebagai ‘manusia baru’ di dalam Kristus dengan menanggalkan manusia lama, membuang kebiasaan-kebiasaan buruk dan mulai menetapkan prioritas dan sasaran yang hendak dicapai.

Tahun 2017 sudah memberikan banyak kebaikan bagi kita yang hidup di dalam rasa syukur, tahun 2018 memberikan harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Sesungguhnya, setiap tahun baru mengajak kita semua untuk berubah menjadi lebih baik. Tidak seorang pun yang bisa mengabaikan perubahan. Siapapun yang mengabaikan perubahan, maka penderitaan akan hadir untuknya.

Tahun sudah berganti dari 2017 menjadi 2018, bila kita tidak berubah, maka kita akan mengalami kemunduran pribadi yang menyedihkan. Hidup ini adalah sebuah perjalanan untuk belajar tentang kebaikan dari baiknya kehidupan. Kita semua hadir untuk belajar hal-hal baik dan meninggalkan warisan untuk keindahan hidup. Kita hidup untuk melewati tantangan dan cobaan. Miliki pilihan hidup untuk membangun, menumbuhkan, serta memberikan kebaikan bagi keindahan dan kedamaian hidup.

Berubahlah segera untuk menjadi pribadi positif dengan cara menguatkan rasa syukur dan terima kasih terhadap kehidupan yang dimiliki. Biasakan untuk menemukan sukacita dalam keadaan apapun. Biasakan untuk bersyukur dan tidak pernah mengeluh untuk hal apapun. Orang yang bersyukur adalah pemenang sejati, orang yang suka berkeluh-kesah adalah orang yang sudah kalah sebelum berjuang.

Mari kita jalani hari-hari di tahun yang baru ini dengan penuh iman, artinya kita punya penyerahan diri penuh kepada Tuhan. Serahkan semua rencana hidup ini kepada Tuhan dan andalkan Dia dalam segala perkara karena kita tidak tahu apa yang terjadi esok hari. Tertulis: “Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi Tuhan, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya,” (Ulangan 29:29). Jadi Tuhanlah yang memegang hari esok atau masa depan kita.
Karena itu sebagai orang percaya kita harus hidup oleh iman. Dan “…iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17). Jadikan firman Tuhan sebagai kesukaan kita setiap hari: dengan membacanya, merenungkannya serta melakukannya, “…perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yos 1:8).Selamat Tahun Baru. (MKH)

9. MENYANYI BE. 69 : 2 “Ungkap bahal na umuli” BL. 84
2. Pingkiranku ulaonku, Tau pasangap Ho ma i
Dungo manang modom ahu, Ho tongtong di lambungki
Nang lao ruar masuk pe, Ho ma donganki muse
10. Mengucapkan selamat Tahun Baru dan Kesan dan Pesan : masing-masing anggota keluarga. Anak-anak kepada orangtua, suami-istri dan nasehat dari orangtua.

11. DOA SYAFAAT :
12. MENYANYI BE. 68 : 1 + 5 “IHUTHON AU SUDE HAMU” BL. 93 (persembahan.)
1. Masilelean angka taon, Ro di ujungna sogot
O Jesus lehon parrohaon, Na naeng tongtong marningot
Di halalao ni aringki, Huhut manimbang ujung ni

5. Tuhanku Yesus tolonglah. Di tahun yang kan datang. Imanku berbuah lebat, batalkanlah hukuman. Kuatkan aku hambaMu memuliakan namaMu.

13. MENAPAKI TAHUN 2018 DALAM PENYERTAAN TUHAN.
P : Tuhan telah memberi jaminan bagi kita menjalani tahun 2018 sebagai tahun Kesehatan bagi HKBP. Mari kita jalani tahun ini dengan sikap kritis menguji segala sesuatu apakah itu berkenan kepada Tuhan?
S : Ya Tuhan, kuatkan kami untuk melakakukan kehendakMu.
P : Tuhan tidak janjikan hidup kita tanpa tantangan dan persoalan, tetapi Dia memberi jaminan penyertaan dan pemeliharaanNya atas hidup kita.
S : Ya Tuhan, kuatkan kami untuk melakakukan kehendakMu.
14. DOA PENUTUP (Bapa kami yang di sorga…) Lanjut dengan bersalam-salaman.

Praeses
Dan Pelayan Penuh Waktu
HKBP Distrik VIII DKI Jakarta
HKBP Kramat Jati – Admin@support

Menyampaikan,

Selamat Natal 25 Desember 2017
dan
Tahun Baru 1 Januari 2018


 

Posted in natal, Tahun BaruTagged , , , ,