ACARA NATAL KELUARGA 23 DES 2018

ACARA KHUSUS NATAL KELUARGA

Tema: “YESUS KRISTUS HIKMAT BAGI KITA

(1 Korintus 1:30b)

  1. Persiapan:
  2. Lilin  disediakan sesuai anggota keluarga
  3. Kantong persembahan untuk gereja.
  4. Pemimpin Ibadah:kepala keluarga; atau jika ada pelayan tahbisan di keluarga
  1. IBADAH NATAL
  1. Panggilan Beribadah         (P: Pemimpin,  K: Keluarga)

P:    Saudara/i yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,  Kita bersukacita malam ini, merayakan karya Tuhan yang  telah menyatakan kasihNya kepada dunia melalui kelahiran Yesus Kristus, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal.  Selamat hari Natal bagi kamu sekalian.

K:    Selamat Natal bagimu juga!

P:    Immanuel, Tuhan bersama dengan kita, hadir di tengah keluarga kita. Sepantasnyalah kita, menyaksikan:

K:    Pujilah Tuhan hai jiwaku dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya.

P:    Marilah kita berhimpun dan bersukaria, sujud menyembah-Nya, bernyanyi untuk memuliakan nama-Nya:

  • Bernyanyi  BN. 56:1 + 4  “Hai Mari Berhimpun

 “Sai ro ma Hamuna”  

Hai mari berhimpun dan bersukaria hai mari semua ke Betlehem. Lihat yang datang Jurus’lamat kita. Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia Sang Raja.

O Jesus Tuhanhu sai naeng pujionhu pambaenMu di ahu pardosa on. Ai gabe jolma Ho humophop au tasomba ma Ibana, tasomba ma Ibana, tasomba ma Ibana Rajanta.

  • Votum – Introitus – Doa   

P:         Di dalam Nama Allah Bapa dan NamaAnak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus. Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita;

J:          Lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

P:         Haleluya! Marilah kita berdoa! Ya Allah Bapa kami yang ada di surga. Mahabesar kasihMu Tuhan bagi kami. Engkau rela lahir di kandang domba yang hina, supaya kami beroleh keselamatan.  Ajar dan bimbinglah kami dengan Roh-Mu, supaya kami menyukuri kasih-Mu, yang Engkau nyatakan dalam Anak-Mu, Tuhan Yesus Kristus. Penuhilah keluarga kami dengan hikmat daripadaMu, sehingga kami dibimbing untuk hidup  saling mengasihi dan saling menyayangi sebagai keluarga di hadapan-Mu. Dengarkanlah doa dan permohonan kami ini, hanya dalam nama  Yesus Kristus Tuhan kami,  Amin.

  • Marende BN. 61: 1,7          “Berkat Sukacita

Na tau  Las ni roha

Berkat sukacita kelahiranMu. Yesus Jurus’lamat Kau kekasihku. Yesus Jurus’lamat Kau kekasihku.

Aut diboto dongan na sai burju Ho. Ra na marrongoman ro         manopot Ho. Ra na marrongoman ro manopot Ho

  • Liturgi Pertama 

(Anggota keluarga diatur membaca nas Firman Tuhan : Mazmur 19:1-7; jika ada anak Sekolah Minggu membacakan nas yang sudah diterima dari gereja atau sekolah).

  • Bernyanyi BN. 598:2 Dengar Nyanyian Malaikat

Bege Ende ni Suruan

Kristus Raja dari Surga turun dalam dunia. Bunda Maria melahirkan Jurus’lamat dunia. Allah yang tak kelihatan lahir jadi manusia. Allah beserta kita, Dialah Immanuel, alam raya dengarlah lahir Raja mulia.

  • Liturgi            Kedua (Lukas 2 : 1 – 15)

P:   Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.

K:   Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.

P:   Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, — karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud –

K:   supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,

P:   dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

K:   Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.

P:   Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.

K:   Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:

P:   Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

K:   Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”

P:   Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:

K:   “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

P:   Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali kesorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.”

  • Marende BE. 62: 1 “Halalas ni roha godang” BL. 172

Halalas ni roha godang, nahubaritahon on

Nunga tubu Sipalua di hitajolma on

Hasangapon ni Debata, laos dame, dame, dame ma di jolma Lomo ni roha ni Debata do hita jolma on

  • PENYALAAN LILIN

P:        Kristus Hikmat Allah yang telah menjadi manusia, diam di antara kita. Dialah juga terang yang menyinari kita sehingga kita dilayakkan menjadi terang dunia. Kita nyalakan lilin Natal ini, hendaklah kita menjadi terang kepada orang lain, dengan hidup saling mengasihi. Kita menyanyikan “Sonang ni bornginna i”

  1. Marende  BE. 54: 1-3 “Sonang  ni bornginna i”  BL. 64

Sonang ni borngin nai, uju ro Jesus i. Sonang modom do halak sude, holan dua na dungo dope

Mangingani Anakna, Jesus Tuhanta i

Denggan ni bornginna i, uju ro Jesus i

Tu parmahan di Bethelem i, dipaboa na di surgo i

Nunga ro Sipangolu Jesus Tuhanta i

Godang ni tua di si, di naro Jesus i

Tung malua pardosa muse, sian hamagoanna sude

Ala ro Sipangolu, Jesus Tuhanta i

  1. Renungan Natal

Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita (1 Korintus 1:30 b)

Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.

Bapak/Ibu/Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus, kita telah ditibakan Tuhan di hari peringatan kelahiran Yesus Kristus, Juruselamat dunia. Malam ini, peringatan kelahiran Juruselamat itu kita peringati di tengah-tengah keluarga kita. Mengapa harus diperingati di keluarga?

Kitab suci menyaksikan bahwa kepada Maria dan Yusuf, tunangannya, berita kedatangan Penyelamat itu disampaikan pertama sekali. Itu berarti bahwa setiap keluarga harus merasakan berita dan karya keselamatan itu.

Pada hari ini, pesan berita keselamatan itu menyatakan bahwa Yesus Kristus telah menjadi hikmat bagi kita. Apa dampak pesan itu bagi keluarga kita? Pertama, Yesus memberi diri-Nya bagi keluarga kita. Yesus mau supaya keluarga kita menerima-Nya. Ia mau supaya keluarga kita mengandalkan Dia dalam perjalanan hidup kita. Dengan mengandalkan Tuhan Yesus, kita tidak akan pernah defisit hikmat, sebaliknya kita akan dicukupkan bahkan surplus hikmat. Itu yang dikatakan penulis surat Yakobus “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit –, maka hal itu akan diberikan kepadanya” (Yakobus 1:5). Saudaraku, jika keluarga kita mengalami kesulitan memahami masalah yang menerpa keluarga, datanglah dan mintalah hikmat-Nya. Hikmat Tuhan memberikan kelegaan kepada kita sementara hikmat duniawi menimbulkan kesesatan dan kekecewaan. Oleh karena itu, pakailah hikmat Tuhan dalam menilai segala sesuatu.

Kedua, pergunakanlah hikmat Tuhan untuk berbelas kasih kepada sesama. Allah telah menunjukkan kepeduliaan-Nya melalui kehadiran Anak-Nya Yesus Kristus ke dunia ini. Allah telah menjadi manusia untuk merasakan pergumulan umat-Nya dan menyelamat manusia dosa dan kematian kekal. Allah di dalam Yesus Kristus adalah Allah yang peduli. Orang yang menerima hikmat Tuhan Yesus terpanggil untuk peduli kepada sesama. Keluarga Kristen tidak boleh hidup dalam kesombongan dan keegoisan melainkan dalam kerendahan hati dan kepedulian terhadap sesama. Belas kasih bisa dalam bentuk materi, bisa juga dalam bentuk yang lain. Misalnya memberi perhatian, kemauan untuk mendengarkan orang bercerita, memperlakukan orang lain dengan hormat, memberi SMS atau WA yang menyemangati, memuji dan mengapresiasi karya orang lain. Keluarga yang berbelas kasih juga tampak dalam kesediaan memikirkan dan mendoakan orang lain, berpartisipasi dalam gerakan Sanggolom Boras dan Poti Parasian. Marilah kita mensyukuri karya keselamatan Allah dengan hidup berbelas kasih. Selamat Hari Natal – biarlah kepeduliaan Allah hadir di dalam hidup kita semua. Amin! (MKH).

  1. Bernyanyi BN. 52 : 1 – 3 “Sungguh Bahagia”

Hatuaon do

(Mengumpulkan Persembahan ke Huria)

Sungguh bahagia, hati ceria, Yesus hadir di dunia

Tuhan melawat, kita pun slamat

Mari nyanyi dengan bergemar (2x)

Hatuaon do, las ni roha do hatutubu ni Jesus i

Domu do hita tu Debatanta

Las be, las be ma rohanta i (2x)

Sungguh bahagia, hati ceria, Yesus lahir di dunia

Sambutlah Tuhan,  dengan gembira

Mari nyanyi dengan gemar (2X)

  1. Doa Penutup
  1. Bersalam-salaman

Praeses

Dan Pelayan Penuh Waktu

HKBP Distrik VIII DKI Jakarta Raya

Menyampaikan

Selamat Natal 25 Desember 2018

dan

Tahun Baru 1 Januari 2019

Posted in Kebaktian Minggu