Minggu Trinitatis pertama 2019

hkbpkrjati,

MINGGU TRINITATIS 

Topik Minggu : “Iman Yang Menyelamatkan”

Ibadah Bahasa Indonesia
Pukul : 17.00 wib


KJ. No. 85
KUSONGSONG BAGAIMANA

1. Kusongsong bagaimana, ya Yesus, datangMu?
Engkau Terang buana, Kau Surya hidupku!

Kiranya Kau sendiri Penyuluh jalanku,
Supaya kuyakini tujuan janjiMu.

2. Kaum Sion menaburkan kembang di JalanMu;
‘ku ikut mengelukan Dikau di hatiku.

Kunyanyi Hosiana, ya Raja, tolonglah!
PadaMulah kiranya hambaMu berserah.

musik/instrument..

3. Betapa Kau berkorban hendak menghiburku
di kala ‘ku di jurang sengsara kemelut.

Kau datang, Jurus’lamat dengan sejahtera:
Keluh-kesahku tamat dan hatiku cerah.


KJ. No. 277
UHANKU SEG’RA ‘KAN KEMBALI

1. Tuhanku seg’ra
‘kan kembali ke dunia.
Tak satu pun tahu
akan waktu tibaNya:
di pagi cerlang pada saat buana
ditinggalkan sang malam pekat.

Masih lamakah,
Tuhanku?
UmatMu berseru menyanyikan
Kristus datang.
Haleluya! Amin.
Haleluya! Amin.

2. Dan mungki datangNya
‘kan di tengah hari dan mungkin
di saat menurun mentari,
di malam gelap,
waktu orang tak nyana
Kristus datang ke dunia.

Masih lamakah,
Tuhanku?
UmatMu berseru menyanyikan
Kristus datang.
Haleluya! Amin.
Haleluya! Amin.


KJ. No. 29
DI MUKA TUHAN YESUS

1. Di muka Tuhan Yesus betapa hina diriku.
Kubawa dosa-dosaku di muka Tuhan Yesus.

2. Di muka Tuhan Yesus tersungkur kar’na dosaku,
kubuka kerinduanku di muka Tuhan Yesus.


KJ. No. 395
BETAPA INDAH HARINYA

1. Betapa indah harinya
saat kupilih Penebus.
Alangkah sukacitanya,
‘ku memb’ritakannya terus.

Indahlah harinya
Yesus membasuh dosaku.

‘Ku diajari Penebus
berjaga dan berdoa t’rus.

Indahlah harinya
Yesus membasuh dosaku.

2. Betapa indah janjiNya
yang t’lah mengikat
hatiku;

kub’ri kasihku padaNya
serta menyanyi bersyukur!

Indahlah harinya
Yesus membasuh dosaku.

‘Ku diajari Penebus
berjaga dan berdoa t’rus.

Indahlah harinya
Yesus membasuh dosaku.


Epistel
Ibrani 11 : 7 – 12

11:7 Karena iman, maka Nuh — dengan petunjuk Allah tentang
sesuatu yang belum kelihatan — dengan taat mempersiapkan bahtera
untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum
dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan
imannya.

11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat
ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia
berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

11:9 Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah
di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak
dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.

11:10 Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang
direncanakan dan dibangun oleh Allah.

11:11 Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk
menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia
menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.

11:12 Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang
telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di
langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung
banyaknya.


KJ. No. 378
YANG DIPERBUAT ALLAHKU

1. Yang diperbuat Allahku,
kebaikan semuanya.
RancanganNya tetap teguh;
‘ku berserah padanya.

Tuhankulah selamanya yang ingin kuandalkan:
PadaNya aku aman.

2. Yang diperbuat Allahku,
tak usah kuragukan
dan jalan lurus kutempuh berkat pimpinan Tuhan.

Anug’rah dan kasihNya pedoman dibahaya:
Hidupku di tanganNya.


KJ. No. 446
SETIALAH

1. Setialah kepada Tuhanmu, hai kawan yang penat.
Setialah, sokonganNya tentu di jalan yang berat.
‘Kan datang Raja yang berjaya menolong orang
yang percaya. Setialah!

musik/instrument..

2. Setialah percaya Penebus, percaya janjiNya.
Seialah, berjuanglah terus di fajar merekah.
DiputuskanNya rantai setan: kau bebas dari kesempitan.
Setialah!

musik/instrument..

3. Setialah! Bertahanlah tetap sehingga kau menang.
Setialah! Selamatmu genap, sesudah berperang.
Meski bertambah marabaya, t’lah hampir habis susah payah.
Setialah!

musik/instrument..

4. Setialah kepada Yang Menang, meski maut kautempuh.
Setialah! Sehabis berperang terima upahmu: mahkota
Hidup diberiNya; kaumasuk dalam t’rang ceria.
Setialah!


Evangelium,
Kejadian 22 : 1 – 12

22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman
kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.”

22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau
kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah
dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang
akan Kukatakan kepadamu.”

22:3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang
pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak,
anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu
berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah
kepadanya.

22:4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya,
kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.

22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di
sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana;
kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.”

22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan
memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya
dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-
sama.

22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut
Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan
kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?”

22:8 Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk
korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan
bersama-sama.

22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.
Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu,
diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di
atas kayu api.

22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil
pisau untuk menyembelih anaknya.

22:11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya:
“Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”

22:12 Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan
kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau
takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan
anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

Pengkotbah :
Pdt. Aris Suhendro Panjaitan S.Th


KJ. No. 419
YESUS, PIMPINLAH

1. Yesus, pimpinlah kami s’lamanya:
hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup.
Tuntun umatMu masuk rumahMu.

musik/instrument..

2. B’rilah kami pun iman yang teguh,
agar jangan ditaklukkan oleh susah dan
keluhan, tapi bertekun ikut jalanMu.

musik/instrument..

3. Bila ditekan duka dan beban,
bagi kami dan sesama, o, berilah ketabahan
dan tunjukkanlah akhir yang cerah.

musik/instrument..

4. Aturlah terus langkah umatMu
dan berilah pertolongan di setiap pencobaan,
hingga kami pun masuk rumahMu.

musik/instrument..