Migdal Eder

TRADISI SORGAWI – MENYAMBUT KELAHIRAN SANG MESIAS

Apa Natal itu tradisi ?
Natal itu tradisi yang sudah mula-mula dari Sorga.
akan kabar sukacita dari pemberitaan malaikat.

Tradisi Memperingati Kelahiran Sang Mesias, di dalam Perjanjian Baru yang kemudian diturunkan kepada gereja-gereja, adalah bermula dari Tradisi Sorgawi (Lukas 2:6-20) yang mengabarkan berita suka cita atas keahiran Yesus Sang Mesias. Tradisi ini dimulai dari sorga pada maklumat berita sukacita pada Sang penggenap janji keselamatan yang telah diucapkan Allah sejak Kejadian 3:15 (Protoevangelium), ayat ini sekaligus merupakan yang pertama bagi Pengharapan pada Sang Mesias – הַתִּקְוָה לַמָּשִׁיחַ – HATIQ’VAH LAMASIAKH.

YESUS KRISTUS LAHIR DI MIGDAL EDER (Luk 2 : 8 – 18)

Migdal-Eder/ Menara-Eder/ Menara Kawanan Domba/ Tower of the Flock (Ibrani: מִגְדַּל־עֵֽדֶר – MIG’DAL-EDER, kata ini adalah gabungan 2 kata: מִגְדָּל – MIG’DAL, artinya menara, dan עֵדֶר – ‘EDER, artinya: kawanan domba).

* Lukas 2:7-18
2:7 LAI TB, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
KJV, And she brought forth her firstborn son, and wrapped him in swaddling clothes, and laid him in a manger; because there was no room for them in the inn.

TR, καὶ ἔτεκεν τὸν υἱὸν αὐτῆς τὸν πρωτότοκον καὶ ἐσπαργάνωσεν αὐτὸν καὶ ἀνέκλινεν αὐτὸν ἐν τῇ φάτνῃ διότι οὐκ ἦν αὐτοῖς τόπος ἐν τῷ καταλύματι
Translit interlinear, kai {dan} eteken {dia melahirkan} ton huion {putera} autês {-nya} ton prôtotokon {yang sulung} kai {dan} esparganôsen {ia membungkus (dengan kain lampin), verb – aorist active indicative – third person singular } auton {pada-Nya} kai {dan} aneklinen {dia membaringkan, verb – aorist active indicative – third person singular} auton {pada-Nya} en {di} tê phatnê {palungan/ kandang} dioti {karena} ouk {tidak} ên {ada} autois {bagi mereka} topos {tenpat} en {di} tô katalumati {penginapan/ tumpangan}

OJB, And she bore her ben, her Bechor (firstborn); and she wrapped him in swaddling clothes, and laid him in an evus (animal feeding trough), because there was no place for them in the malon (inn).

Haberit Hakhadashah,
וַתֵּלֶד אֶת־בְּנָהּ הַבְּכוֹר וַתְּחַתְּלֵהוּ וַתַּשְׁכִּיבֵהוּ בָאֵבוּס כִּי לֹא־הָיָה לָהֶם מָקוֹם בַּמָּלוֹן׃
Translit interlinear, VATELED {dan dia melahirkan} ‘ET- {pada} BENAH {puteranya} HABEKHOR {yang sulung} VATEKHAT’LEHU {dan dia membalut-Nya} VATASHEKIVEHU {dan dia menempatkan-Nya} VA’AVUS {pada palungan (pada kandang)} KI {sebab} LO-HAYAH {tidak ada} LAHEM {bagi mereka} MAQOM {tempat} BAMALON {di dalam penginapan}

Catatan: Kata Yunani φάτνη – PHATNÊ memiliki makna “tempat memberi makan” bagi binatang ternak (domba). Namun demikian kata φάτνη – PHATNÊ juga bermakna “kandang/ the stall”, seperti dalam terjemahan Lukas 13:15. Kata Yunani ini digunakan dalam Septuaginta untuk menerjemahkan kata Ibrani אֵבוּס – ‘EVUS pada Yesaya 1:3.
Reff: kandang-kandang-domba-palungan-vt7758.html#p38033

2:8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
2:9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”
2:13 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
2:14 “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
2:15 Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.”
2:16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
2:17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
2:18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.

Lukas 2:8-18 mencatat bahwa disana ada para gembala yang tinggal di padang sedang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Siapakah pada gembala itu? Mereka pastilah para gembala yang tinggal di (dekat) kota Betlehem, mereka tidak lain adalah para gembala dari “Migdal Eder” yang menyadari dengan baik bahwa Targum menunjuk dan banyak rabbi mengajarkan bahwa kedatangan Mesias pasti akan di beritahukan dari “Migdal Eder” di Betlehem (Kejadian 35:21).

Menara (atau bangunan) ini didirikan di suatu tempat di dekat Betlehem Efrata (tidak jauh dari Yerusalem). Jerome (Hieronimus) mencatat lokasi persis Migdal-Eder (Menara Kawanan Domba) letaknya ±1000 langkah (1,6 kilometer atau 1 mil) dari Yerusalem.

Sesuai dengan pengharapan mesianis Yahudi, tampaknya yang dimaksudkan Lukas dengan padang gembala itu bukan padang gembala biasa. Tetapi menunjuk kepada Migdal ‘Eder atau “Menara Kawanan Domba” yang disebut dalam Kejadian 35:21 maupu Mikha 4:8. Dalam Kejadian 35:16-22 dikisahkan tentang kematian Rahel pada waktu melahirkan Benyamin, yang lalu dikuburkan di jalan ke Efrata, yaitu di Betlehem.

Dalam tulisannya, khususnya Kisah Para Rasul, keterangan Lukas ternyata dibuktikan sangat tepat oleh para arkheolog. Dalam kaitan dengan saat kelahiran Kristus, Lukas menulis: “Di daerah-daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam” (Lukas 2:8).

Menurut Eusebius dari Kaisaria (265-340), sejarawan gereja “Migdal Eder, yang terletak seribu kaki dari Betlehem, tempat para gembala menerima berita kelahiran Yesus. Tempat ini sama dengan Migdal ‘Eder yang disebutkan dalam Kejadian 35:21. מִגְדַּל־עֵֽדֶר – MIG’DAL-EDER, artinya: “Menara Kawanan domba” (Eugen Hoade, Guide to The Holy Land (Jerusalem: Franciscan Printing Press, 1983, hlm. 415).

Di Palestina, para arkeolog telah menemukan bak-bak besar yang dipahat pada bongkahan-bongkahan batu kapur dan berukuran kira-kira 0,9 m panjangnya, 0,5 m lebarnya, dan 0,6 m dalamnya. Bak-bak ini diperkirakan berfungsi sebagai palungan. Ada juga kemungkinan, seperti pada masa-masa belakangan ini, palungan dipahat pada dinding batu gua-gua yang digunakan sebagai tempat bernaung binatang.

Origen dari Alexandria (184-253 M) menulis bahwa Yesus Kristus dilahirkan di sebuah gua di Betlehem yang dapat dikunjungi pada zamannya. (Origen dari Alexandra, Contra Celsum, Book 1, Chapter 51. 248 AD)

GEREJA NATIVITY – BETLEHEM

Yesus Kristus lahir dalam kandang domba yang berupa gua di Betlehem di Migdal Eder. Dalam hal ini palungan yg disebut-sebut di situ mungkin sekali pada lubang dalam dinding batu itu. Bak atau palungan untuk makanan binatang; sering dipahat dari batu pada suatu sisi gua. Di Betlehem terdapat salah satu dari gedung gereja tertua di dunia yang masih digunakan sebagai tempat peribadatan. Bangunan ini didirikan di atas gua yang menurut tradisi merupakan tempat lahir Kristus, dan dihormati sebagai tempat suci: Gereja Nativity atau Gereja Kelahiran.
Kaisar Konstantin membangun Basilika di atas gua ini pada abad ke-4 atas permintaan ibunya, Helena. Kemudian Gereja itu dihancurkan. Dan, basilika dibangun kembali oleh Kaisar Justinian pada tahun 530 M, yang bangunannya berdiri hingga sekarang.

sumber :
http://www.sarapanpagi.org/
http://torasoit.com



YESUS ADA SEBELUM ABRAHAM

* Yohanes 8:58
LAI TB, Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”
KJV, Jesus said unto them, Verily, verily, I say unto you, Before Abraham was, I am.
TR, ειπεν αυτοις ο ιησους αμην αμην λεγω υμιν πριν αβρααμ γενεσθαι εγω ειμι
Translit. interlinear, eipen {berkata} autois {kepada mereka} ho iêsous {Yesus} amên {sesungguhnya} amên {sesungguhnya} legô {Aku berkata} humin {kepadamu} prin {sebelum} abraam {Abraham} genesthai {ada/ menjadi/ eksis (lahir)} egô {Aku} eimi {Ada}.

OJB, Rebbe, Melech HaMoshiach said to them, Omein, omein, I say to you, before Avraham came into being, Ani Hu. [SHEMOT 3:4; 6:3; YESHAYAH 41:4; 43:10,13]
Haberit,
וַיֹּאמֶר אֲלֵיהֶם יֵשׁוּעַ אָמֵן אָמֵן אֲנִי אֹמֵר לָכֶם בְּטֶרֶם הֱיוֹת אָבְרָהָם אֲנִי הָיִיתִי׃
Translit. interlinear, VAYOMER {dan Dia berkata} ‘ALEYHEM {kepada mereka} YESHUA {Yesus} ‘AMEN {sesungguhnya} ‘AMEN {sesungguhnya} ‘ANI {Aku} ‘OMER {Aku berkata} LAKHEM {kepada kalian} BETEREM {sebelum} HEYOT {keberadaan dari} ‘AV’RAHAM {abraham} ‘ANI {Aku} HAYITI {Aku telah ada}

Di sini, Tuhan Yesus Kristus menyatakan bahwa diri-Nya adalah “timeless being”.

Dia membuat pernyataan yang tegas dalam jawabnya, merujuk kepada keberadaan mutlak. Kedua kata kerja γενεσθαι – genesthai dari kata γινομαι – ginomai . Kata kerja γενεσθαι – genesthai, “ada”, “menjadi”, “eksis” ditulis dalam second aorist, mirip dengan simple past tense.

Sedangkan pernyataan “Aku telah ada”, “εγω ειμι – egô eimi” , seharusnya “Aku ada” ditulis dalam bentuk Present Tense. Menurut kaidah tata bahasa, perbedaan kedua kata kerja ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus itu “timeless being”. Kaya Yunani εγω – egô (Aku) dan ειμι – eimi, kata kerja to be yang juga bermakna ada, eksis, mengungkapkan perbedaan dan merujuk kepada kelebih-agungan Kristus.

Kontras sekali antara γενεσθαι – genesthai dalam tense aorist (mirip dengan past tense Inggris) dengan eimi yang present tense. “εγω ειμι – egô eimi”, “Aku ada” mencerminkan bahwa Yesus Kristus tidak terikat dengan waktu.

perhatikan ayat Yohanes 8:58 dalam The Orthodox Jewish Brit Chadasha (OrthJBC) :

“Rebbe, Melech HaMoshiach said to them, ‘Omein, omein, I say to you, before Avraham came into being, Ani hu.'”

Note:
Ungkapan Ibrani, אֲנִי־הוּא – ANI HU dalam Perjanjian Lama hanya digunakan oleh TUHAN Allah, tidak pernah digunakan oleh manusia.
Selengkapnya pengertian mengenai אֲנִי־הוּא – ANI HU ini, Anda bisa membacanya di artikel Yesus Kristus adalah YHVH Perjanjian Lama yesus-kristus-adalah-yhvh-vt41.html#99

Bandinkan Yohanes 8:58 diatas dengan ayat-ayat dibawah ini yang menyatakan ke-Allah-an Yesus Kristus

* Yohanes 10:30
LAI TB, Aku dan Bapa adalah satu.
KJV, I and my Father are one.
TR, εγω και ο πατηρ εν εσμεν
Interlinear, egô {Aku} ka i{dan} ho patêr {Bapa itu} hen {satu} esmen {kami adalah}

* Yohanes 1:3
LAI TB, Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
KJV, All things were made by him; and without him was not any thing made that was made.
TR, παντα δι αυτου εγενετο και χωρις αυτου εγενετο ουδε εν ο γεγονεν
Interlinear, panta {segala sesuatu} di {melalui} autou {Dia} egeneto {dijadikan} kai {dan} khôris {tanpa} autou {Dia} egeneto {dijadikan} oude en {tidak satupun} ho {(apa) yang} gegonen {telah jadi}

* Kolose 1:17
“Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.”
KJV, And he is before all things, and by him all things consist.
TR, και αυτος εστιν προ παντων και τα παντα εν αυτω συνεστηκεν
Interlinear, kai {dan} autos {Ia} estin {ada} pro {sebelum} pantôn {segala sesuatu} kai {dan} ta panta {segala sesuatu} en {dalam/ melalui/ oleh} autô {Dia} sunestêken {ada/ tersusun}

* Wahyu 1:17-18
1:17 LAI TB, Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: ‘Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,'”
KJV, And when I saw him, I fell at his feet as dead. And he laid his right hand upon me, saying unto me, Fear not; I am the first and the last:
TR, και οτε ειδον αυτον επεσα προς τους ποδας αυτου ως νεκρος και επεθηκεν την δεξιαν αυτου χειρα επ εμε λεγων μοι μη φοβου εγω ειμι ο πρωτος και ο εσχατος
Interlinear, kai {lalu} ote {ketika} eidon {aku melihat} auton {Dia} epesa pros {aku jatuh didepan} tous podas {kaki-kaki} autou {Nya} ôs {seperti} nekros {(orang) yang mati} kai {dan} epethêken {Ia meletakkan} tên dexian {kanan} autou {Nya} cheira {tangan} ep {diatas} eme {ku} legôn {berkata} moi {kepadaKu} mê {janganlah} phobou {merasa takut} egô {Aku} eimi {Adalah} ho prôtos {Yang Awal} kai {dan} ho eschatos {Yang Akhir}

1:18 LAI TB, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.
KJV, I am he that liveth, and was dead; and, behold, I am alive for evermore, Amen; and have the keys of hell and of death.
TR, και ο ζων και εγενομην νεκρος και ιδου ζων ειμι εις τους αιωνας των αιωνων αμην και εχω τας κλεις του αδου και του θανατου
Interlinear, kai {dan} o {(Dia) yang} zôn {hidup} kai {walaupun} egenomên nekros {Aku pernah mati} kai {namun} idou {sungguh} zôn eimi {Aku hidup} eis tous aiônas tôn aiônôn{sampai selama-lamanya} amen {Amin} kai {dan} echô {Aku memegang} tas kleis {kunci-kunci} tou adou {dunia orang mati (hades)} kai {dan} tou thanatou {maut}

Yohanes 8:58, ” sebelum Abraham jadi, Aku ada” adalah jelas sebuah pernyataan yang tegas bahwa Ia adalah Allah.

sumber :
http://www.sarapanpagi.org/
http://torasoit.com



ADAKAH YESUS MERASA DIRINYA ALLAH ?

Yang Kudus, Juru Selamat, Sang Mesias atau Al-Masih, Tuhan, Anak Allah yang Mahatinggi, adalah gelar-gelar bagi Yesus yang disampaikan melalui Malaikat Gabriel.

Mungkin, anda akan bertanya, “Tetapi, apakah Yesus juga merasa diriNya ilahi, datang dari Surga?” Jangan-jangan Ia tidak sadar, atau tidak tahu-menahu. Melainkan hanya merupakan akibat dari pengkultusan para pengikutNya?

Pertanyaan tersebut adalah penyataan yang bagus dan kritis, dan Yesus bukanlah penunggu bola, diamana Ia lalu baru menjawab pertanyaan manusia yang kebetulan ingin tahu tentang siapa dan darimana Dia datang. Dia sendiri justru berprakarsa dan memancing murid-muridNya untuk bertanya tentang identitasNya :

* Matius 16:15-16

16:15 LAI TB, Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”
KJV, He saith unto them, But whom say ye that I am?
TR, λεγει αυτοις υμεις δε τινα με λεγετε ειναι
Translit interlinear, legei {Ia berkata} autois {kepada mereka} humeis de {kamu} tina {(siapakah)} me {Aku} legete einai {mengatakan (nya)}

16:16 LAI TB, Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
KJV, And Simon Peter answered and said, Thou art the Christ, the Son of the living God.
TR, αποκριθεις δε σιμων πετρος ειπεν συ ει ο χριστος ο υιος του θεου του ζωντος
Translit interlinear, apokritheis {menjawab} de {maka} simôn {Simon} petros {Petrus} eipen {berkata} su {Engkau} ei {adalah} ho khristos {Mesias} ho huios {Anak} tou theou {Allah} tou {(yang)} zôntos {hidup}

Tuhan Yesus segera memuji Petrus, seraya menjelaskan bahwa Allah sendirilah yang mengilhami Petrus menyatakan kebenaran itu :

* Matius 16:17
LAI TB, Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
KJV, And Jesus answered and said unto him, Blessed art thou, Simon Barjona: for flesh and blood hath not revealed it unto thee, but my Father which is in heaven.
TR, και αποκριθεις ο ιησους ειπεν αυτω μακαριος ει σιμων βαρ ιωνα οτι σαρξ και αιμα ουκ απεκαλυψεν σοι αλλ ο πατηρ μου ο εν τοις ουρανοις
Translit interlinear, kai {dan} apokritheis {menjawab} ho iêsous {Yesus} eipen {berkata} autô {kepada dia} makarios {yang diberkati} ei {engkau adalah} simôn {Simon} bar iôna {anak Yona} hoti {sebab} sarx {(manusia dari) daging} kai {dan} haima {darah} ouk {bukan} apekalupsen {menyatakan} soi {kepadamu} all {melainkan} ho patêr {Bapa} mou {Ku} ho {(yang)} en {di} tois ouranois {surga}

Jadi, benar bahwa Yesus tahu persis siapa DiriNya yang ilahi!

Sekarang, marilah kita dengan hati yang terbuka, belajar memahami lebih lanjut tentang Yesus sebagaimana Yesus sendiri mengkonfirmasikan diriNya dalam pelbagai gelar, sifat dan keberadaanNya yang ilahi itu.

1. SADAR AKAN KEKUDUSAN?

Gelar “Yang Kudus” disampaikan oleh Malaikat Gabriel :

* Lukas 1:35
LAI TB, Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah
KJV, And the angel answered and said unto her, The Holy Ghost shall come upon thee, and the power of the Highest shall overshadow thee: therefore also that holy thing which shall be born of thee shall be called the Son of God.
TR, και αποκριθεις ο αγγελος ειπεν αυτη πνευμα αγιον επελευσεται επι σε και δυναμις υψιστου επισκιασει σοι διο και το γεννωμενον αγιον κληθησεται υιος θεου
Translit interlinear, kai {lalu} apokritheis {menjawab} ho {itu} aggelos {Malaikat} eipen {berkata} autê {kepadanya} pneuma {Roh} hagion {Kudus} epeleusetai {akan datang} epi {atas} se {mu} kai {dan} dunamis {kuasa} upsistou {Yang Mahatinggi} episkiasei {akan menaungi} soi {engkau} dio {karena itu} kai {juga} to {yang} gennômenon {dilahirkan} hagion {Kudus} klêthêsetai {akan dipanggil} huios {Anak} theou {Allah}

Gelar Kudus ini bukan dalam istilah etika umum, semacam saleh, bersih, takut akan Allah, dekat dengan Allah dll. Melainkan kudusnya Allah, Sang Kudus, suatu sifat dasar Allah, tanpa dosa dan tanpa berbuat dosa, dan yang berasal dari ZatNya Allah sendiri. Lebih jauh, Sang Kudus sebagai pusat kekudusan juga mampu dan siap meng-kudus-kan orang-orang yang dengan sepenuh hatinya meminta pengampunan kepadaNya. Gelar dengan hakekat ini tidak pernah bisa disandangkan kepada manusia. Hanya Tuhanlah yang kudus dari diriNya, dan tak satupun manusia itu kudus. “Kekudusan” manusia hanyalah perolehan dalam batas, batas tertentu.

Yesus Kristus sadar bahwa Ia disebut Kudus (Suci), sekudus Allah yang tak membutuhkan (dan tak pernah meminta) pengampunan dari Bapa. Ia malahan mengundang orang-orang yang memusuh-iNya dengan berkata :

* Yohanes 8:46
LAI TB, Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku
KJV, Which of you convinceth me of sin? And if I say the truth, why do ye not believe me?
TR, τις εξ υμων ελεγχει με περι αμαρτιας ει δε αληθειαν λεγω διατι υμεις ου πιστευετε μοι
Translit interlinear, tis {siapakah} ex {dari} humôn {kamu} elegkhei {membuktikan bersalah} me {Aku} peri {karena} hamartias {suatu dosa?} ei {jika} de alêtheian {kebenaran} legô {Aku mengatakan} diati {mengapakah} humeis {kamu} ou {tidak} pisteuete {percaya} moi {kepada-Ku?}

Terhadap tantangan yang diberikan Yesus, musuh-musuhNya-pun yang menyanggahiNya tidak bisa membuktikan bahwa Yesus berbuat dosa. Padahal mereka selalu mencari-cari kesalahan Yesus.

Murid-muridNya pun tahu bahwa Yesus Kristus itu kudus :

* Yohanes 6:68-69
6:68 LAI TB, Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;

6:69 LAI TB, dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”
NIV, We believe and know that you are the Holy One of God.”
WH, και ημεις πεπιστευκαμεν και εγνωκαμεν οτι συ ει ο αγιος του θεου
Interlinear, kai {dan} hêmeis {kami} pepisteukamen {percaya} kai {dan} egnôkamen {telah tahu} hoti {bahwa} su {Engkaulah} ei ho hagios {Yang Kudus} tou theou {dari Allah}

Dan,.. Setan-setanpun tahu bahwa Yesus Kristus itu kudus, ini pernah terjadi ketika suatu saat yesus mengajar di rumah Ibadah (Sinagoga) diamana ada orang yang dirasuki setan, Dibawah ini terdapat teriakan iblis yang terpaksa harus mengakui jati-diri Yesus Kristus bahwa Yesus adalah Yang Kudus dari Allah.

* Lukas 4:33-36
4:33 Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:

4:34 LAI TB, “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”
KJV, Saying, Let us alone; what have we to do with thee, thou Jesus of Nazareth? art thou come to destroy us? I know thee who thou art; the Holy One of God.
TR, λεγων εα τι ημιν και σοι ιησου ναζαρηνε ηλθες απολεσαι ημας οιδα σε τις ει ο αγιος του θεου
Translit Interlinear, legôn {berkata} ea {ah/ biarkanlah} ti hêmin kai soi {apa urusanmu dengan kami} iêsou {hai Yesus} nazarêne {orang Nazareth?} êlthes {Engkau datang} apolesai {untuk membinasakan} hêmas {kami?} oida {aku tahu} se tis {siapa Engkau} ei ho hagios {Yang Kudus/ Sang Kudus/ The Holy One} tou theou {dari Allah}
Ha-Berit,
אֲהָהּ מַה־לָּנוּ וָלָךְ יֵשׁוּעַ הַנָּצְרִי כִּי־בָאתָ לְהַאֲבִידֵנוּ יְדַעְתִּיךָ מִי אַתָּה קְדוֹשׁ הָאֱלֹהִים׃
Translit interlinear, ‘AHAH {hey} MAH {apakah} -LANU {kepada kami} VALAKH {dan yang akan Engkau lakukan} YESHUA {Yesus} HANATS’RI {Orang Nazareth} KI {sebab} -VA’ATA {Engkau datang} LEHA’AVIDENU {untuk membinasakan kami} YEDA’ETIKHA {aku tahu bahwa Engkau} MI’ {siapakah} ATAH {engkau} Q’DOSH {Yang Kudus} HA’ELOHIM {yaitu Allah}

4:35 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.
4:36 Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar.”

Setan mengakui bahwa Yesus Kristus bergelar “Yang Kudus”. Gelar “Yang Kudus/ Sang Kudus/ The Holy One” (Ibrani: הַקָדוֹשׁ – HAQADOSH) dalam buku-buku commentary Rabinik untuk merujuk kepada Allah Sang Pencipta, Allah yang Kudus. Misalnya Commentary Rashi (Rabbi Shlomo Yitzhaki)

sumber :
1 http://www.sarapanpagi.org/
2 http://torasoit.com


Form Calender Multi Time:

http://www.fourmilab.ch/documents/calendar/



KELAHIRAN YESUS SANG MESIAS 25 DESEMBER

BENARKAH TUDUHAN: 25 DESEMBER ADALAH KELAHIRAN DEWA MATAHARI?

PEMBACAAN AYAT: LUKAS 1:5-13-27

* Lukas 1:5-27
1:5 LAI TB, Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
KJV, There was in the days of Herod, the king of Judaea, a certain priest named Zacharias, of the course of Abia: and his wife was of the daughters of Aaron, and her name was Elisabeth.
TR, εγενετο εν ταις ημεραις ηρωδου του βασιλεως της ιουδαιας ιερευς τις ονοματι ζαχαριας εξ εφημεριας αβια και η γυνη αυτου εκ των θυγατερων ααρων και το ονομα αυτης ελισαβετ
Translit interlinear, egeneto {itu terjadi} en {apda} tais hêmerais {hari2/ zaman} hêrôdou {dari herodes} tou basileôs {yang menjadi raja} tês ioudaias {di yudea} hiereus {iman} tis {seorang} onomati {yang bernama} zakharias {zakharia} ex {dari} ephêmerias {kelompok} abia {abia} kai {dan} hê gunê {istri} autou {-nya} ek {dari} tôn thugaterôn {ketununan} aarôn {harun} kai {dan} to onoma {nama} autês {-nya} elisabet {elisabet}

1:6 LAI TB, Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
KJV, And they were both righteous before God, walking in all the commandments and ordinances of the Lord blameless.
TR, ησαν δε δικαιοι αμφοτεροι ενωπιον του θεου πορευομενοι εν πασαις ταις εντολαις και δικαιωμασιν του κυριου αμεμπτοι
Translit interlinear, êsan {mereka adalah} de {adapun} dikaioi {orang2 benar} amphoteroi {keduanya} enôpion {di hadapan} tou theou {dari Allah} poreuomenoi {mereka hidup} en {pada} pasais {segala} tais entolais {ketetapan2} kai dikaiômasin {yang ditetapkan} tou kuriou {oleh Allah} amemptoi {mereka tidak bercacat}

1:7 LAI TB, Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
KJV, And they had no child, because that Elisabeth was barren, and they both were now well stricken in years.
TR, και ουκ ην αυτοις τεκνον καθοτι η ελισαβετ ην στειρα και αμφοτεροι προβεβηκοτες εν ταις ημεραις αυτων ησαν
Translit interlinear, kai {tetapi} ouk {tidak ada} ên {di dalam} autois {mereka} teknon {anak} kathoti {karena} hê elisabet {elisabet itu} ên steira {di dalam kemandulan} kai {dan} amphoteroi {kedua dari mereka itu} probebêkotes {telah lanjut usia} en {dalam} tais hêmerais {ahri2/ usia} autôn {mereka} êsan {mereka adalah}

1:8 LAI TB, Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
KJV, And it came to pass, that while he executed the priest’s office before God in the order of his course,
TR, εγενετο δε εν τω ιερατευειν αυτον εν τη ταξει της εφημεριας αυτου εναντι του θεου
Translit interlinear, egeneto {itu terjadi} de {tetapi} en {ketika} tô hierateuein {dia melakukan tugas keimaman} auton {dia} en {di dalam} tê taxei {giliran} tês ephêmerias {kelompok} autou {-nya} enanti {di hadapan} tou theou {dari Allah}

1:9 LAI TB, Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
KJV, According to the custom of the priest’s office, his lot was to burn incense when he went into the temple of the Lord.
TR, κατα το εθος της ιερατειας ελαχεν του θυμιασαι εισελθων εις τον ναον του κυριου
Translit interlinear, kata {menurut} to ethos {kebiasaan} tês hierateias {tugas keimaman} elakhen {dipilih dengan cara mengundi} tou thumiasai {untuk membakar ukupan} eiselthôn {masuk} eis {ke dalam} ton naon {Bait} tou kuriou {Tuhan}

1:10 LAI TB, Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
KJV, And the whole multitude of the people were praying without at the time of incense.
TR, και παν το πληθος του λαου ην προσευχομενον εξω τη ωρα του θυμιαματος
Translit interlinear, kai pan to plêthos ab=ên tou laou ts=ên proseuchomenon exô tê ôra tou thumiamatos

1:11 LAI TB, Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
KJV, And there appeared unto him an angel of the Lord standing on the right side of the altar of incense.
TR, ωφθη δε αυτω αγγελος κυριου εστως εκ δεξιων του θυσιαστηριου του θυμιαματος
Translit interlinear, ôphthê {di situ ada nampak} de {maka} autô {olehnya} aggelos {malaikat} kuriou {Tuhan} estôs {dia berdiri} ek dexiôn {di sebelah kanan} tou thusiastêriou {dari mezbah itu} tou thumiamatos {pembakaran ukupan itu}

1:12 LAI TB, Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
KJV, And when Zacharias saw him, he was troubled, and fear fell upon him.
TR, και εταραχθη ζαχαριας ιδων και φοβος επεπεσεν επ αυτον
Translit interlinear, kai {kemudian} etarakhthê {dia terkejut} zakharias {zakharia} idôn {dia melihat} kai {dan} phobos {dengan rasa takut} epepesen {menimpa} ep {ke atas} auton {dia}

1:13 LAI TB, Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
KJV, But the angel said unto him, Fear not, Zacharias: for thy prayer is heard; and thy wife Elisabeth shall bear thee a son, and thou shalt call his name John.
TR, ειπεν δε προς αυτον ο αγγελος μη φοβου ζαχαρια διοτι εισηκουσθη η δεησις σου και η γυνη σου ελισαβετ γεννησει υιον σοι και καλεσεις το ονομα αυτου ιωαννην
Translit interlinear, eipen {berkata} de {adapun} pros {menuju} auton {kepadanya} ho aggelos {malaikat itu} mê {jangan} phobou {kamu takut} zakharia {hai zakharia} dioti {karena} eisêkousthê {telah didengar} hê deêsis {doa} sou {-mu} kai {juga} hê gunê {istri} sou {-mu} elisabet {elisabet} gennêsei {dia akan melahirkan} huion {seorang putera} soi {bagimu} kai {dan} kaleseis {engkau akan memanggil} to onoma {nama} autou {-nya} iôannên {yohanes}

1:14 LAI TB, Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.
KJV, And thou shalt have joy and gladness; and many shall rejoice at his birth.
TR, και εσται χαρα σοι και αγαλλιασις και πολλοι επι τη γεννησει αυτου χαρησονται
Translit interlinear, kai {juga} estai {demikianlah} khara {sekacita} soi {-mu} kai {dan} agalliasis {kegembiraan} kai {juga} polloi {banyak orang} epi {atas} tê gennêsei {kelahiran} autou {-nya} kharêsontai {akan bersuka cita}

1:15 LAI TB, Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
KJV, For he shall be great in the sight of the Lord, and shall drink neither wine nor strong drink; and he shall be filled with the Holy Ghost, even from his mother’s womb.
TR, εσται γαρ μεγας ενωπιον του κυριου και οινον και σικερα ου μη πιη και πνευματος αγιου πλησθησεται ετι εκ κοιλιας μητρος αυτου
Translit interlinear, estai {ia akan menjadi} gar {sebab} megas {besar} enôpion {menurut pandangan} tou kuriou {dari Tuhan} kai {dan} oinon {anggur baru} kai {dan} sikera {minuman keras} ou mê {pasti tidak} piê {ia akan minum} kai {dan} pneumatos {Roh} Hagiou {Kudus} plêsthêsetai {ia akan dipenuhi} eti {bahkan} ek koilias {sejak di rahim} mêtros {dari ibu} autou {-nya}

1:16 LAI TB, ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,
KJV, And many of the children of Israel shall he turn to the Lord their God.
TR, και πολλους των υιων ισραηλ επιστρεψει επι κυριον τον θεον αυτων
Translit interlinear, kai {dan} pollous {banyak orang} tôn huiôn israêl {dari bani israel} epistrepsei {ia akan membuat mereka berbalik} epi {kepada} kurion {Tuhan} ton theon {Allah} autôn {dari mereka}

1:17 LAI TB, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”
KJV, And he shall go before him in the spirit and power of Elias, to turn the hearts of the fathers to the children, and the disobedient to the wisdom of the just; to make ready a people prepared for the Lord.
TR, και αυτος προελευσεται ενωπιον αυτου εν πνευματι και δυναμει ηλιου επιστρεψαι καρδιας πατερων επι τεκνα και απειθεις εν φρονησει δικαιων ετοιμασαι κυριω λαον κατεσκευασμενον
Translit interlinear, kai {dan} autos {ia} proeleusetai {dia akan berjalan di depan} enôpion {di hadapan} autou {-Nya} en {di dalam} pneumati {roh} kai {dan} dunamei {kuasa} êliou {dari elia} epistrepsai {untuk membuat berbalik} kardias {hati} paterôn {bapak2} epi {kepada} tekna {anak2} kai {dan} apeitheis {yang tidak taat} en {di dalam} phronêsei {jalan pikiran} dikaiôn {orang2 benar} etoimasai {untuk menyiapkan} kuriô {bagi Tuhan} laon {suatu umat} kateskeuasmenon {yang telah disiapkan}

1:18 LAI TB, Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.”
KJV, And Zacharias said unto the angel, Whereby shall I know this? for I am an old man, and my wife well stricken in years.
TR, και ειπεν ζαχαριας προς τον αγγελον κατα τι γνωσομαι τουτο εγω γαρ ειμι πρεσβυτης και η γυνη μου προβεβηκυια εν ταις ημεραις αυτης
Translit interlinear, kai {dan} eipen {ia berkata} zakharias {zakharia} pros {kepada} ton aggelon {malaikat itu} kata {dengan} ti {apakah} gnôsomai {aku akan mengetahui} touto {hal2 ini} egô {aku} gar {karena} eimi {adalah} presbutês {sudah tua} kai {lahi pula} hê gunê {istri} mou {-ku} probebêkuia {sudah lanjut} en {di dalam} tais hêmerais {usia} autês {-nya}

1:19 LAI TB, Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
KJV, And the angel answering said unto him, I am Gabriel, that stand in the presence of God; and am sent to speak unto thee, and to shew thee these glad tidings.
TR, και αποκριθεις ο αγγελος ειπεν αυτω εγω ειμι γαβριηλ ο παρεστηκως ενωπιον του θεου και απεσταλην λαλησαι προς σε και ευαγγελισασθαι σοι ταυτα
Translit interlinear, kai {lalu} apokritheis {ia menjawab} ho aggelos {malaikat itu} eipen {dia berkata} autô {kepadanya} egô eimi {aku adalah} gabriêl {gabriel} ho parestêkôs {yang berdiri} enôpion {di hadapan} tou theou {Allah} kai {dan} apestalên {aku diutus} lalêsai {untuk berbicara} pros {kepada} se {-mu} kai {dan} euaggelisasthai {untuk memberitakan kabar baik} soi {kepadamu} tauta {hal2 ini}

1:20 LAI TB, Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.”
KJV, And, behold, thou shalt be dumb, and not able to speak, until the day that these things shall be performed, because thou believest not my words, which shall be fulfilled in their season.
TR, και ιδου εση σιωπων και μη δυναμενος λαλησαι αχρι ης ημερας γενηται ταυτα ανθ ων ουκ επιστευσας τοις λογοις μου οιτινες πληρωθησονται εις τον καιρον αυτων
Translit interlinear, kai {sebab} idou {sesungguhnya} esê siôpôn {engkau tidak dapat berbicara} kai {dan} mê dunamenos {tidak dapat} lalêsai {berkata-kata} akhri {sampai} ês hêmeras {ketika hari itu} genêtai {terjadi} tauta {hal2 ini} anth ôn {karena} ouk {tidak} episteusas {engkau percaya} tois logois {pada perkataan2} mou {-ku} hoitines {yang} plêrôthêsontai {akan dipenuhi} eis {dalam} ton kairon {waktu} autôn {-nya}

1:21 LAI TB, Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.
KJV, And the people waited for Zacharias, and marvelled that he tarried so long in the temple.g,
TR, και ην ο λαος προσδοκων τον ζαχαριαν και εθαυμαζον εν τω χρονιζειν αυτον εν τω ναω
Translit interlinear, kai {dan} ên {pada} ho laos {umat itu} prosdokôn {mereka menantikan} ton zakharian {pada zakharia} kai {dan} ethaumazon {mereka menjadi heran} en {karena} tô khronizein {dia berada begitu lama} auton {mereka} en {dalam} tô naô {bait suci}

1:22 LAI TB, Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.
KJV, And when he came out, he could not speak unto them: and they perceived that he had seen a vision in the temple: for he beckoned unto them, and remained speechless.
TR, εξελθων δε ουκ ηδυνατο λαλησαι αυτοις και επεγνωσαν οτι οπτασιαν εωρακεν εν τω ναω και αυτος ην διανευων αυτοις και διεμενεν κωφος
Translit interlinear, exelthôn {ketika ia keluar} de {ettapi} ouk êdunato {ia tidak dapat} lalêsai {berbicara} autois {kepada mereka} kai {dan} epegnôsan {mereka tahu} hoti {bahwa} optasian {suatu pengelihatan} heôraken {ia telah melihat} en {di dalam} tô naô {Bait itu} kai {lalu} autos {ia} ên dianeuôn {di dalam suatu sisyarat} autois {kepada mereka} kai {dan} diemenen {dia tetap} kôphos {menjadi bisu}

1:23 LAI TB, Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah.
KJV, And it came to pass, that, as soon as the days of his ministration were accomplished, he departed to his own house.
TR, και εγενετο ως επλησθησαν αι ημεραι της λειτουργιας αυτου απηλθεν εις τον οικον αυτου
Translit interlinear, kai {maka} egeneto {itu terjadi} hôs {ketika} eplêsthêsan {habis} hai hêmerai {masa2} tês leitourgias {pelayanan} autou {-nya} apêlthen {ia pulang} eis {ke dalam} ton oikon {rumah} autou {-nya}

1:24 LAI TB, Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:
KJV, And after those days his wife Elisabeth conceived, and hid herself five months, sayin
TR, μετα δε ταυτας τας ημερας συνελαβεν ελισαβετ η γυνη αυτου και περιεκρυβεν εαυτην μηνας πεντε λεγουσα
Translit interlinear, meta {sesudah} de {kemudian} tautas {hal2 ini} tas hêmeras {hari2} sunelaben {ia mengandung} elisabet {elisabet} hê gunê {istri} autou {-nya} kai {dan} periekruben {ia menyembunyikan} heautên {dirinya} mênas {pada bulan2} pente {ke lima} legousa {ia berkata}

1:25 LAI TB, “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”
KJV, Thus hath the Lord dealt with me in the days wherein he looked on me, to take away my reproach among men.
TR, οτι ουτως μοι πεποιηκεν ο κυριος εν ημεραις αις επειδεν αφελειν το ονειδος μου εν ανθρωποις
Translit interlinear, hoti {sebab} houtôs {hal2 ini} moi {bagiku} pepoiêken {dia telah berbuat} ho kurios {Tuhan} en hêmerais {pada hari2} hais {ketika} epeiden {ia menunjukkan perhatian} aphelein {untuk mengambil} to oneidos {keaiban} mou {-ku} en {di antara} anthrôpois {orang2}

1:26 LAI TB, Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
KJV, And in the sixth month the angel Gabriel was sent from God unto a city of Galilee, named Nazareth,
TR, εν δε τω μηνι τω εκτω απεσταλη ο αγγελος γαβριηλ υπο του θεου εις πολιν της γαλιλαιας η ονομα ναζαρετ
Translit interlinear, en {ketika} de {adapun} tô mêni {pada bulan} tô ektô {ke enam} apestalê {dia diutus} ho aggelos {malaikat} gabriêl {gabriel} hupo {dari} tou theou {Allah} eis {ke dalam} polin {suatu kota} tês galilaias {di galilea} hê onoma {yang bernama} nazaret {nazaret}

1:27 LAI TB, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
KJV, To a virgin espoused to a man whose name was Joseph, of the house of David; and the virgin’s name was Mary.
TR, προς παρθενον μεμνηστευμενην ανδρι ω ονομα ιωσηφ εξ οικου δαβιδ και το ονομα της παρθενου μαριαμ
Translit interlinear, pros {kepada} parthenon {seorang perawan} memnêsteumenên {yang dia telah dipertunangkan} andri {dengan seorang laki2} hô onoma {yang ebrnama} iôsêph {yusuf} ex {dari} oikou {suku} dabid {daud} kai {dan} to onoma {nama} tês parthenou {dari perawan itu adalah} Mariam {maria}


KAPAN NATAL MULAl DIPERSOALKAN OLEH PARA THEOLOG BARAT s/d SEKTE HERETIK SAKSI-SAKSI YEHUWA?

Serangan pertama kali terhadap Natal bisa dilacak dari karya Paul Ernst Jablonski pada tahun 1743 M. Teolog Protestan asal Jerman ini ingin menunjukkan bahwa perayaan itu kelahiran Kristus pada tanggal 25 Desember adalah salah satu dari perayaan pagan yang dikristenkan. Selanjutnya, Dom Jean Hardouin, seorang biarawan Benediktan, mendukung pendapat ini, tetapi menekankan bahwa bersamaan dengan adopsi terhadap tradisi pagan tersebut, tidak berarti Gereja Katolik mem”-pagan”-kan kekristenan dalam makna menerima substansi ajarannya, melainkan hanya mengkontekstualisasikannya. Gagasan ini secara ekstrim kemudian ditekankan oleh H.W. Amstrong, seorang anti-Trinitarian dan pendiri Worldwide Church of God, dalam bukunya The Plain Truth about Christmas, California: Worldwide Church of God, 1994, hlm. 13-20.

Namun pendapat yang tidak didasarkan atas sumber sejarah yang akurat tsb. kemudian juga diikuti begitu saja oleh beberapa literatur Barat, antara lain Encyclopedia Britanica, article “Christmas” yang berbunyi sebagai berikut:
“Kemungkinan besar bangsa Latin/Roma sejak tahun 3S4 M. telah mengganti hari kelahiran dewa Matahari dari tanggal 6 Januari ke 25 Desember, yang merupakan hari kelahiran Anak dewa Mitra atau kelahiran dewa Matahari yang tak terkalahkan. Tindakan ini mengakibatkan orang-orang Kristen Syria dan Armenia marah-marah… bahwa perayaan 25 Desember ini telah dimasukkan oleh seorang dari antara murid-murid Cerinthus” (Lihat juga: Pendapat yang kontra dari William J. Tighe, Calculating Christmas, dalam TOUCHSTONE, Desember 2003, bisa diakses di http://www.touchstonemag.com ).

Pendapat ini sama sekali tidak benar, sebab tidak pernah ada dokumen kuno manapun yang mendukung bahwa Cerinthus pernah mengajarkan penetapan 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Juga tidak ada bukti sejarah bahwa 25 Desember adalah hari kelahiran Dewa Matahari seperti akan dibuktikan dari tulisan ini. Cerinthus adalah seoarang pemimpin bidat Gnostik yang memusuhi pengajaran apostolik, yang kemudian dilawan oleh Rasul Yohanes, Putra Zebedeus dalam surat-suratnya. Pendapat ini pada zaman modern, justru digembar-gemborkan oleh theolog Barat lainnya yang melahirkan sekte heretik asal Amerika: Saksi-saksi Yehuwa (jehovah’s Winesses), dan sekte-sekte sempalan yang lain.

Disalin dari:
DR. Bambang Noorsena, Refleksi Ziarah ke Tanah Suci, ISCS-2017, hal: 185-186

CARA MENGHITUNG JATUHNYA PERAYAAN NATAL

Berbeda dengan Perayaan Paskah, dalam Alkitab tidak ada keterangan secara eksplisit yang menyatakan kapan Yesus Kristus dilahirkan. Kita hanya membaca dalam Lukas 1:9 bahwa Malaikat Gabriel menemui Maria di Nazaret untuk memberitakan kabar gembira akan lahirnya Yesus pada bulan keenam setelah kunjungannya kepada Imam Zakaria, yang juga memberitaukan akan lahirnya Yahya (Yohanes) Pembabtis. Lukas 1:5-25 mengisahkan bahwa Imam Zakaria berasal dari rombongan Abia, mendapat giliran bertugas di Bait Allah di Yerusalem. Seperti dicatat dalam 1 Tawarikh 24:7-18, ada 24 rombongan imam yang bertugas di Bait Allah, dan Abia termasuk rombongan yang kedelapan (David H. Stren, Jewish New Testament Commentary, New York: Jewish New Testament Publications, Inc., 1995, hlm. 103).

Ada yang mencoba menghitung kapan Imam Zakaria bertugas di Bait Allah, yang termasuk rombongan ke-8 Abia. Menurut sumber Yahudi Mishnah, tiap-tiap rombongan melayani selama satu minggu dalam setengah tahun, tiga minggu perayaan, dan seminggu pada tengah tahun yang terakhir. Secara normal hitungannya begini: Apabila hitungan dimulai dari Sabat pertama bulan Nisan (sekitar Maret), maka rombongan ke-8 akan mendapat giliran pada minggu ke-10 (jatuh minggu ke-2 bulan Sivan) karena selama itu terjadi 2 perayaan: Perayaan Paskah ( חַג הַמַּצֹּות – KHAG HAMATSOT) dan Perayaan Pentakosta ( חַג שָׁבֻעֹת – KHAG SHAVU’OT) dimana ke-24 rombongan harus bertugas bersama-sama, hingga rombongan ke-24 yang akan bertugas pada minggu ke-26 (minggu ke-2 bulan Tishri). Inilah setengah tahun pertama. Untuk setengah tahun kedua dihitung dari minggu pertama bulan Tishri, rombongan Abia akan bertugas lagi pada minggu ke-35, yang jatuh bertepatan dengan Kislev.

Berdasarkan asumsi ini, maka beberapa “kelompok anti-Natal” menyimpulkan bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember, melainkan pada perayaan Pondok Daun ( חַג הַסֻּכֹּות – KHAG HASUKOT). Kesalahan titik tolaknya, mereka mengasumsikan bahwa jadwal giliran para imam itu adalah tetap. Misalnya, rombongan Yoyarib akan mendapat giliran pada minggu 1 bulan 1, yaitu 1-7 Nisan, dan akan h”1 tugas kembali pada minggu 6-12 Tishri. Hitungan serampangan sebagai dasar menolak penanggalan tradisional Natal ini, ternyata bertentangan dengan fakta sejarah. Flavius Yosephus (37-100 M), seorang sejarawan Yahudi, dan dokumen “Gulungan Puasa” (Meggilot Ta’anit) yang dituh tahun 160 M, mencatat bahwa ternyata Yoyarib bertugas pada minggu kedua bulan AV, yaitu waktu penghancuran Bait Allah di Yerusalem, yang terjadi pada tanggal 9 bulan AV (Tisha be Ab) yang menjadi dasar penentuan puasa dalam dokumen Meggilot Ta’anit.

Kenyataannya, tidak dapat ditetapkan jadwal yang tepat setiap tahun berdasarkan rotasi tugas imam menurut I Tawarikh 24:7-19, karena kelender Yahudi yang memakai sistem kelender Qamariyah (Lunar System) mengenal bulan ketiga belas, yaitu Adar Seni, untuk meneocokkan selisih selama 11 hari setiap tahunnya antara kalender bulan yang terdiri dari 354 hari dengan kalender matahari yang terdiri dari 364 hari. Penyesuaian itu antara lain disebabkan karena kalender liturgis Yahudi kuno yang didasarkan peredaran bulan selalu disesuaikan dengan kalender agraris yang didasarkan atas peredaran matahari (Solar System), seperti dibuktikan dari penemuan kalender Gezer (abad IX SM). Misalnya, Hari Raya Pentakosta ( חַג שָׁבֻעֹת – KHAG SHAVU’OT) selalu jatuh pada panen gandum (Ulangan 16:9-11).

Karena itu, untuk mendasarkan pada jadwal rotasl tugas imam, kita harus mencari catatan sejarah yang berdekatan mengenai kapan salah satu dari ke-24 rombongan tersebut bertugas. Dan catatan sejarah sezaman mengenai hal itu hanya ditemukan dalam Meggilot Ta’anit dan Flavius Yosephus di atas, selain mendasarkan pada dokumen-dokumen tertua dari bapa-bapa gereja mengenai penetapan perayaan-perayaan gerejawi. Berdasarkan catatan Yosephus, War 6.4.1,5, dan Meggilot Ta’anit 29b, bahwa pada tanggal 9 Av 823 AUC (Ab Urbi Condita, “setelah berdirinya kota Roma”) atau bertepatan dengan tanggal 5 Agustus 70 M, Alfred Edersheim, seorang Yahudi Mesianik, dalam bukunya The Life and Times of Jesus The Messiah, menghitung sekitar 75 tahun ke belakang, menemukan bahwa rombongan Abia jatuh pada minggu kedua bulan Tishri tahun 748 AUC (Alfred Edersheim, The Life and Times of Jesus The Messiah, Massachussets: Hendricson Publishers, 1993, hlm. 974-975). Bulan keenam setelah itu jatuh pada tanggal 14 Nisan 749 AUC, Bunda Maria mulai mengandung Yesus, dan 9 bulan kemudian Yesus dilahirkan pada tanggal 25 bulan Kislev 749 AUC, atau bertepatan dengan kalender kita sekarang 25 Desember.

Selanjutnya, kalau Malaikat Gabriel menemui Maria untuk memberitakan kelahiran Yesus enam bulan sesudah itu (Lukas 1:26), maka ditemukan bahwa Maria mulai mengandung Yesus pada tanggal 14 Nisan yang sejajar dengan kalender kita, 22 Maret. Fakta bahwa “Annuntiatio Christi” -Td al-Bishara (Kabar Gembira kepada Maria) itu terjadi pada tanggal 22 Maret, sudah dicatat oleh para bapa gereja paling awal, yaitu sejak Irenaeus (130-202 M), Hypolitus (170-235 M) dan Sextus Yulius Afrieanus (160-240 M). Tanggal kelahiran Yesus Kristus dapat dihitung di sini, 9 bulan setelah 25 Maret akan jatuh pada tanggal 25 Desember. Demikian catatan sejarah dalam garis besar yang menjadi dasar bagi bapa-bapa gereja kuno untuk menghitung jatuhnya perayaan-perayaan gerejawi.

Disalin dari:
– DR. Bambang Noorsena, Refleksi Ziarah ke Tanah Suci, ISCS-2017, hal: 186-190

-Thunz Matt


PENETAPAN NATAL PERDANA BUKAN DI ROMA TETAPI ANTIOKHIA DAN ALEXANDRIA

1. Hitungan Natal Jauh Sebelum Abad IV M

Sebagian Theolog Barat, yaitu para Penuduh bahwa Natal adalah perayaan Dewa Pagan. Selalu mendasarkan tuduhannya bahwa “Natal Pagan” ini dimulai pada abad ke-4 Masehi. Pendapat bahwa Natal diadopsi dari perayaan pagan sebenarnya baru muncul pada abad ke-17 Masehi.

Fakta sejarah dengan jelas membuktikan bahwa upaya untuk menghitung perayaan Natal sudah dimulai dari era sejarah gereja yang paling awal. Seperti sudah dikemukakan di atas, Irenaeus (130-202 M), bapa gereja dari masa awal dan murid Polycarpus, sedangkan Polycarpus adalah murid Rasul Yohanes, sudah mencatat bahwa “ld al-Bishara (Perayaan Kabar Gembira) kedatangan Malaikat yang mewartakan kelahiran Yesus Kristus jatuh pada tanggal 25 Maret. Selanjutnya harus ditegaskan pula, bahwa Perayaan Natal setiap tanggal 25 Desember telah ditetapkan di gereja-gereja Timur jauh sebelum abad IV M, sebagaimana yang banyak dituduhkan kaum sensasionalis yang “sok pintar”, apalagi dikait-kaitkan dengan Kaisar Konstantin.

Berdasarkan deskripsi di atas, jelas bahwa meskipun pada masa Irenaeus belum disebut tanggal 25 Desember, akan tetapi murid Polycarpus itu sudah menyebutkan bahwa Maria menerima kabar gembira pada tanggal 25 Maret. Sedangkan dokumen tertua mengenai perayaan Natal juga tidak pertama kali di Roma, melainkan di Antokhia dan Alexandria.

Mar Theophilus, Patriarkh Gereja Ortodoks Syria di Antiokhia, (antara tahun 168-183 M), dalam pernyataan yang terkenal mengenai penetapan perayaan Natal mengatakan:
“Kita harus merayakan hari kelahiran Tuhan kita setiap tanggal 25 Desember, jatuh pada hari apapun” (De Origin Festorum Christianorum, Reff: http://luxveritatis7.wordpress.com ).

Selanjutnya, pada tahun 189 M. Baba Demetrius, Patriarkh Alexandria dan Pemimpin tertinggi Gereja Ortodoks Koptik di Alaxandria, memasukkan perayaan Natal dalam dokumen Coptic Didascalia Apostolorum (Ad-Dosquliya, Ay Ta’tilim Ar-Rusul) – atau Konstitusi Rasul-rasul

Bulan ke-9 Ibrani adalah Kislev (November /Desember), padahal 9 bulan setelah Nisan adalah Tevet (Desember -Januari), Rupanya, gereja purba di Yerusalem mula-mula menyejajarkan Natal dengan Perayaan Hanukkah yang jatuh pada tanggal 25 bulan kesembilan, yaitu Kislev (1 Makabe 4:52), yaitu “ketika itu musim dingin” (Yohanes 10:32). Perayaan ini dimulai tanggal 25 Kislev sampai tanggal Tevet Meskipun demikian, 25 Kislev bertepatan dengan 21 Desember 2011, 9 Desember 2012, 28 Nopember 2013, 17 Desember 2014, dan 25 Desember 2015. Selanjutnya, pada tahun 189 M Baba Dimitri I, menghitungnya lebih cermat menurut perhitungan tahun Koptik (Anno Martyri) yang jatuh pada tanggal 29 bulan Mesir Khyak.

Selanjutnya, Sextus Julius Africanus (160-220 M), juga mencatat bahwa 25 Desember sebagai tanggal kela-hiran Kristus. Dalam bukunya yang berjudul Chronographia, Julius mengutip keyakinan orang Yahudi bahwa alam semesta dunia diciptakan pada tanggal 25 Maret, sehingga tanggal tersebut memiliki makna kosmis:
“… Yesus Kristus, Putra Allah yang Tunggal, dilahirkan secara daging dari Perawan abadi Maria yang diberkati, dan secara fitrah benar-benar Bunda (Firman) Allah yang kudus, pada tanggal 25 Desember di Bethlehem sebuah kota Yudea, pada tahun keempat puluh tiga dari pemerintahan Augustus, Caesar yang berkuasa atas seluruh wilayah Rorna, di konsulat Gulpicius, dan Marinus dan Gayus Pompei us, seperti yang dilaporkan oleh naskah kuno yang akurat” (Alden A. Mosshammer, Easter Computus and the Origins of the Christian Era. Oxford Early Christian Studies. Oxford University Press: Oxford, 2008), hIm. 45-47).

Bagi Julius Africanus, bukan tanpa kebetulan kalau hari CONCEPTlO CHRISTl (dikandungnya Kristus) atau ANNUNTIATlO CHRISTI (Kabar Gembira Kelahiran Kristus) terjadi pada musim semi ketika matahari tepat di atas khatulistiwa (Spring Equinox), yaitu 25 Maret (kalender Gregorian), karena tanggal ini mempunyai makna kosmik bagi orang Yahudi. Jadi, Yulius Africanus menentukan tanggal 25 Desember itu sebagai tanggal kelahiran Yesus. Selain itu, Hippolytus (202 M), seorang murid Irenaeus, juga menulis sebagai berikut :

“Ἡ γὰρ πρώτη παρουσία τοῦ κυρίου ἡμῶν ἡ ἔνσαρκος, ἐν ᾗ γεγέννηται ἐν Βηθλεέμ, ἐγένετο πρὸ ὀκτὼ καλανδῶν ἰανουαρίων, ἡμέρᾳ τετράδι, βασιλεύοντος Αὐγούστου τεσσαρακοστὸν…
Hē gar prōtē parūsia tū kuriū hēmōn hē ensarkos, en hē gegennētai en Bēthleem, egeneto pro oktō kalandōn ianūariōn, hēmera tetradi, basileuontos Augūstū tessarakoston…”
Artinya:
“Untuk kedatangan pertama Tuhan kita dalam keadaan-Nya sebagai manusia dilahirkan di Betlehem, delapan hari sebelum bulan pertama Januari, hari ke-4 dalam seminggu, pad a tahun 42 pemerintahan Augustus … ”
(Comm. In Dan. IV, 23 [Susan K Roll, Toward the Origins of Christmas, Kampen: Kok Pharos Publishing House, 1995, hlm. 80]).

Karya Hippolytus ini sangat penting karena berasal dari generasi ketiga setelah para Rasul. Hippolytus adalah murid Irenaeus, Irenaeus murid Polycarpus dan Polycarpus adalah murid Rasul Yohanes bin Zabdi, murid terkasih Kristus. Fakta bahwa antara tahun 160 sampai tahun 200- an sudah ada penetapan mengenai penanggalan Natal 25 Desember, yaitu sejak Theopilus, Demetrius, Julius Africanus dan [url=http://www.newadvent.org/cathen/07360c.htm], yang semua berasal dari periode pra-Nikea (325 M). Ini cukup membantah tuduhan-tuduhan dari sebagian theolog-theolog Barat yang baru muncul abad 17 Masehi: bahwa Kasiar Konstantin yang menetapkan perayaan gerejawi tersebut, dan asal usulnya dari penyembahan berhala.

Disalin dari:
DR. Bambang Noorsena, Refleksi Ziarah ke Tanah Suci, ISCS-2017, hal: 190-194

Asal-usul Perayaan Natal 25 Desember di Roma ?

Diakui, berbeda dengan Antiokhia dan Alexandria, agaknya Roma baru melembagakan perayaan Natal pada masa Paus Yulius I (336-352 M). Meskipun demikian, seperti dibuktikan oleh Daniel Raps, di beberapa wilayah kekaisaran Romawi, orang-orang Kristiani sudah terbiasa mengenang kelahiran Yesus dengan perayaan Natal di katakombe-katakombe (makam bawah tanah) untuk menghindari penganiayaan, sebelum Konstantin Agung mengeluarkan Edic Milan yang menjamin kebebasan agama pada tahun 313 M (Marian T. Horvat, “Christmas was Never a Pagan Holiday”, dimuat dalam http://www.traditioninaction.org, diakses pada tanggal 2 Februari 2014). Kesimpulan Raps tersebut didukung oleh penemuan sebuah fresco di sebuah katakombe Gereja St. Priscilan di Roma yang berasal dari abad II M, yang melukiskan kelahiran Yesus Kristus dari Bunda Perawan Maria

catat pula bahwa Bapa Gereja Yohanes, Uskup Nikea, memberitahukan bahwa Paus Yulius I (336-352 M) dengan bantuan dari tulisan-tulisan sejarawan Yahudi, Flavius Yosephus, akhirnya ditemukan bukti bahwa bahwa Yesus Kristus memang dilahirkan pada tanggal 25 Desember (Reff: http://luxveritatis7.wordpress.com ).

Buku Flavius Yosephus manakah yang bisa membantu untuk menentukan perayaan Natal? Seperti telah disinggung sebelumnya, dalam karyanya The Jewish War, Buku VI, Pasal 4:1,5, sejarawan Yahudi abad pertama itu mencatat bahwa Jendral Titus dengan 2 legion tentaranya mulai membakar Bait Allah pada tanggal 8 sampai 10 bulan Lous (Av). bertepatan dengan tanggal 4-6 Agustus 70 M.

William Whison – Paul L. Maier, The New Complete Works of Josephus, Grand Rapids: Kregel Publication, 1999, hlm. 869:
“Tapi untuk milik Tuhan itu, secara pasti lama telah ditakdirkan untuk dibumi-hanguskan, dan sekarang ini hari yang fatal datang, sesuai dengan perubahan zaman, terjadi pada hari ke sepuluh bulan Lous (Ab), dimana itu sebelumnya pada hari yang sama Bait Allah itu dibakar oleh raja Babel” (But for that house, God had for certain, long ago doomed it to the fire, and now the fatal day was come, according to the revolution of ages, it was the tenth day of the month Lous (ab) upon which it was formerly burned by the king of Babylon).

Selanjutnya,, dokumen Meggillot Ta’anit (Gulungan Puasa), mencatat bahwa pada penghancuran Bait Suci terjadi “pada waktu petang tanggal 9 bulan Av setelah hari Sabat, dan yang bertugas sebagai mishmar adalah Yehoyarib … ” (hayyom ‘erev Tish’a be Av hayah umotsai shebi’it hayetah umish maretah shel Yehohariv).

Dalam Talmud, Megillot Ta’anit: 4.29a disebutkan: Gemara kini membahas bencana ketiga yang dicatat dalam Mishnah seperti yang terjadi tanggaI 9 Av. Dan untuk kedua kalinya Bait Allah dihancurkaan pada tanggaI 9 Av. Darimana kita mempelajari hal ini? Kita mengetahui dari Baraita … Mereka berkata: “Pada waktu Bait Allah pertama dihan curkan kejadiannya pada saat petang tanggal 9 bulan Av, setelah hari Sabat dan seteIah penutupan tahun Sabat Pada waktu itu yang bertugas sebagai mishmar adalah Yehoyarib, dan kaum Lewi sedang meIantunkan nyanyian pujian sambil berdiri di panggung yang mereka buat khusus untuk itu, sebagaimana biasanya mereka buat untuk pelayanan kurban. Apakah lagu yang mereka nyanyikan pada saat itu? “Dan TUHAN akan membalas mereka akan perbuatan jahat mereka, dan karena kejahatan mereka Ia akan membinasakan mereka …” (Mazmur 94:23). Mereka tidak sempat mengucapkaan ayat penutup yang berbunyi: “TUHAN, sembahan kita, akan membinasakan mereka”, ketika bangsa pagan itu datang dan menaklukkan mereka. Dan kejadian yang persis sama terjadi pada Bait Allah yang kedua ketika dihancurkan. Lihat: Rabbi Hersh Goldwurm (ed.), Talmud Bavli. Vol. 19. Tractate Ta’anis (New York: Mesorah Publication, Ltd., 2006).

Dengan mengetahui bahwa pada minggu 2 bulan Av (9 bulan Ab 823 AUC) atau minggu pertama bulan Agustus (5 Agustus 70 M, yang melayani Bait Allah rombongan pertama (Yoyarib), maka tinggal menghitung mundur, dan dapat ditemukan bahwa Malaikat Gabriel menemui Imam Zakaria (dari rombongan Abia) antara tanggal 15-20 bulan Tishri 748 AUC, atau bertepatan dengan tanggal 5-11 September). Dengan demikian, dapat dihitung bahwa 9 bulan setelah bulan Tishri (sekitar bulan September) akan jatuh pada bulan Tammuz, kira-kira tanggal 20-26 Tammuz (bertepatan dengan 20 sampai 26 Juni Yohanes Pembabtis dilahirkan. Berdasarkan Lukas 1:26 dan Yesus Kristus lahir 6 bulan setelah Yohanes Pembaptis, akan jatuh antara tanggal 16 sampai 25 bulan Tevet 3756 Tahun Ibrani atau bertepatan dengan kelander Yulian 749 AUC (Ab Urbi Condita], sama dengan tahun 3 SM menurut Kalender Gregorian.

Meskipun tidak secara eksplisit menjeiasxan kapan Malaikat Jibril menemui Imam Zakharia bertugas “seluruh umat berkumpul” (πάν το πλήθος, “pan to plētos”, Lukas 1:10. NET Bible dengan tepat menerjemahkan “the whole crowd of people”, karena kata “πλήθος – plētos” artinya “a specific or particular group of people”. Lihat: New Translation Bible (USA: Biblical Studies Press, 2007), hlm. 1913.

Dapat disimpulkan bahwa hal itu terjadi pada Perayaan Pondok Daun (Sukkot) yang jatuh setiap 15 bulan Tishri. Mengapi seluruh umat hadir? Karena jarak antara Perayaan Yom Kippur dengan Sukkot hanya 5 hari, sehingga seluruh uMat harus bertahan di kita suci Yerusalem sampai datangnya Sukkot (חַג הַסֻּכֹּות- KHAG HASUKOT).

Disalin dari:
DR. Bambang Noorsena, Refleksi Ziarah ke Tanah Suci, ISCS-2017, hal: 195-198


Tidak ada Bukti bahwa 25 Desember adalah “Dies Natalis Sol Invicus”
(Kelahiran Dewa Matahari Yang Tak Terkalahkan) sebelum 354 M

Salah satu tuduhan yang dipopulerkan sejak abad XVIII bahwa gereja telah mengambil alih perayaan kafir Saturnalia pada tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus Kristus. Kenyataan yang sebenarnya, Saturnalia adalah perayaan musim dingin (solstice) yang dimulai sejak 17 Desember dan diperpanjang hingga 23 Desember. Jadi, bukan pada tanggal 25 Desember.

Selanjutnya, dikemukakan pula bahwa 25 Desember telah dipilih untuk menggantikan liburan Romawi kafir Natalis Solis Invicti (Kelahiran Dewa Sol yang Tak Terkalahkan). Tuduhan inipun harus dijawab, bahwa untuk pertama kali kultus “Sol lnvicus” diperkenalkan di Roma oleh Kaisar Aurelius baru pada tahun 274 M. Seperti kaisarkaisar pagan sebelumnya yang ingin dipuja rakyatnya, Aurelius sengaja menghidupkan kultus ini demi pemujaan dirinya sendiri. Nama Aurelian berasal dari bahasa Latin yang berarti “matahari terbit”. Hal tersebut dibuktikan dari temuan sebuah koin uang Romawi dimana Sang Kaisar menyebut dirinya Pontifex Solis, yang artinya “Sang Penguasa Matahari (Taylor Marshall, “Yes, Christ was born Really on December 25: Here’s a Defense of Traditional Date for Christmas”, dimuat dalam http://taylormarshall.com diakses 2 Februari 2014).

Harus dicatat pula, tidak ada secuil pun catatan historis bahwa perayaan Natalis Sol lnvictus pad a 25 Desember sebelum 354 M. Dalam sebuah manuskrip bergambar dari tahun 354 M, terdapat tulisan Latin yang berbunyi:
N lnvicti CM XXX.
Aksara N berarti “Natalis” (kelahiran),
“lnvicti” (Yang Tak Terkalahkan),
CM singkatan dari “Circenses Missus” (games ordered),
dan XXX adalah angka Romawi untuk 30.

Kalimat di atas bisa diterjemahkan: “thirty games were order for the nativity of the Unconquered”. Perlu dicatat bahwa dalam dokumen yang lazim disebut “Kronografi 354” (Latin: “Chroqraphus Anni CCCLIII”) ini juga tidak ada kata “Sol” (Dewa Matahari). Padahal jauh sebelum tahun 351 M, dalam Didascalia Apostolorum (189 M) sudah disebutkan bahwa pula Perayaan Natal seharusnya kita berhenti bekerja, karena alasan teologis:

γεννεστειναι τον του Θεου Λογον ιησουν Χριστόν έχ Μαριας τής Παρθένου έπι σωτηρία του κοσμου
genniethienai ton tou Theou, Logon Iēsoun Khriston ex Marias tēs Parthenou epi sōtiēria tou kosmou.

Artinya:
“(Itulah hari Perayaan) kelahiran Yesus Kristus Firman Allah dari Bunda Perawan Maria demi keselamatan dunia”
(Franciscus Xaferius Funk (ed.), Didascalia et Constitutiones Apostolorum. Vol. I (Paderbornae: Libraria Ferdinandi Schoeningh, 1906), hlm. 540.
Teks Latin berbunyi:
“Festo natalis cessent ab opera, eo quad tunc hominibus tributum fuit inexspectum beneficium, ut nempe Dei Verbum lesus Christus ex Maria vigine nasceretur ad muni salutem”, Ibid, hlm. 541).

Berkaitan erat dengan kata Latin “natalis” (kelahiran), Constitutiones Apostolorum (Didascalia berbahasa Latin) secara khusus menerapkan bagi pesta kelahiran Yesus Kristus (Festo Natalis, Ibid, hlm. 541). Jadi, jelaslah bahwa yang dimaksud “Dia Yang Terkalahkan” (Invicus) dalam kaitan dengan No talis disini tidak lain adalah Yesus sendiri, seperti ditegaskan pada bagian lain “Kronografi 354” itu sendiri: VIII Kal. Ian, Natus Christus in Betleem Iudae. Artinya: “Hari ke delapan sebelum bulan Januari Kristus dilahirkan di Betlehem Yudea” (Jack Finegan, Handbook of Biblical Chronology, Princenton, New Jersey: Princenton University Press, 1964, hlm. 255).

Dengan dernikian, tanggal 25 Desember tidak pernah ditemukan dalam kalender Romawi, kecuali setelah Roma menjadi Kristen. Kalau tanggal ini penting karena dianggap sebagai hari kelahiran Dewa Matahari, tentu saja akan dicatat dokumen-dokumen pra-Kristen. Kenyataan menunjukkan hal yang sebaliknya, bahwa perayaan Natal 25 Desember sudah disebut dalam tulisan bapa-bapa gereja mulai akhir abad pertama Masehi, antara lain: Didascalia Apostolorum (antara 100-120 M), Theopilus I (168-183 M), Coptic Didascalia Apostolorum (198 M), Sextus Yulius Africanus (160-240 M), dan Hypolitus (170-233 M). Bahkan sumber non-kanonik yang berasal dari generasi ketiga setelah zaman rasuli, yaitu Protevangeilon Iakobi (di-tulis tahun 180 M), juga mencatat bahwa Imam Zhakaria bertugas pada rangkaian perayaan Yom Kippur (Penebusan Dosa) yang jatuh pada minggu pertama bulan Tishri dan disusul dengan Perayaan Sukkot (Pondok Daun).

Notes:
Sumber ini digolongkan apokrif, tetapi ditulis pad a generasi ketiga pasca-Rasuli, sehingga daIam beberapa segi merekam tradisi tua, meskipun beberapa informasi terbukti salah. Misalnya, Imam Zhakaria digambarkan sebagai Imam Besar yang tinggal di Bait Allah, tidak sesuai dengan fakta bahwa Imam Zhakaria berasal dari rombongan Abia, rombongan ke-8 diantara 24 rombongan imam Lewi (1 Taw. 24:7-19). Karena bukan Imam Besar (Kahin al-Adzim) maka Imam Zhakaria tidak mungkin masuk ke ruangan “maha kudus” (qudus at-Aqdas), seperti digambarkan dalam Bab VIII, 3-5 buku ini. Sebaliknya, menurut Injil Lukas setelah menyelesaikan tugasnya di Bait Allah, Imam Zhakaria “pulang ke rumah” (Lukas 1:23). Meskipun demikian, keterangannya bahwa Imam Zhakaria melayani yang dikaitkan dengan perayaan Yom Kippur (Penebusan dosa) mendukung sumber-sumber yang lehlh akurat dari bapa-bapa gereja. Pengaitan tugas Imam Zhakaria dengan Yom Kippur dan bukan Tabernakel disebabkan karena anggapannya yang salah bahwa Imam Zhakaria adalah Imam Besar, karena hanya Imam Besar yanu boleh masuk ke Ruang Mahakudus pada hari itu. Lihat: ‘Abd al-Masih Basith Abu al-Khair (ed.), Abukrifa Al-‘Ahd al-Jadid. Kayfa Kutiba? Limadza Rafadh-atuha Al-Kanisah? Al-Juz I (Cairo: Kanisah As-Sayidu Maryam Al-Adzra’ bi Masturud, 2007), hlm. 84. Band. Ibrahim Salam ath-Tharzi (ed.), Abakrifa Al-‘Ahd al-Jadid, Vol. 1 (Cairo: Tanpa Penerbit, 2001), hlm. 55.

Fakta sejarah membuktikan justru Kaisar Flavius Claudius Julianus (332-363 M), atau yang lebih dikenal sebagai “Si Murtad” (Julian The Apastate), setelah meninggalkan agama Kristen dan kembali ke paganisme, telah membajak perayaan Kristen 25 Desember menjadi perayaan Sol lnvicus untuk pestapora kafir.

Disalin dari:
– DR. Bambang Noorsena, Refleksi Ziarah ke Tanah Suci, ISCS-2017, hal: 199-202
– Tunz Matt

 


Natal 25 Desember: Bukan Hitungan yang Sekedar Mencocok-cocokan

Sejumlah orang juga menuduh bapa-bapa gereja dan tokoh-tokoh Kristen masa awal, baik dari masa pra-Nikea seperti: Irenaeus, Tertulianus, Sextus Yulius Africanus, Hypolitus, maupun dari masa post-Nikea, seperti: Yohanes Chrisostomus, Epifanius Salamis, Agustinus, dan sebagainya, sekedar mencocok-cocokkan ketika menghitung jatuhnya perayaan Natal. Misalnya, ‘Id al-Bishara (Perayaan Kabar Gembira) yang jatuh pada tanggal 25 Maret hanya “mencocok-cocokkan” berdasarkan keyakinan Yahudi bahwa tanggal kematian searang nabi sama dengan awal ia dikandung ibunya. Karena itu, kalau Yesus wafat pada perayaan Paskah Yahudi, yaitu 15 Nisan (sejajar dengan kalender Gregorian sekarang 25 Maret), dan Malaikat Jibril memberitakan kelahiran-Nya

Yesus Kristus juga pada tanggal yang sama, maka 9 bulan setelah 25 Maret adalah 25 Desember. (Reff: Buku Didascalia Apostolorum bahasa Aramaik yang dilestarikan di gereja-gereja Syria, “Didasqaliya wekyat Malphanot qathuliqe de tresr Seliha watalmide qadishe De Faroqan” (Codex Sangermanensis, Leipzig. 1854).

Demikian pula pada halaman Didascalia Apostolorum edisi Yunani yang menegaskan bahwa Natal adalah perayaan Kelahiran Firman Allah dari Perawan Maria demi keselamatan dunia.

Untuk membuktikan bahwa hitungan tersebut bukan sekedar “mencocok-cocokkan”, di bawah ini akan diberikan 2 contoh tulisan bapa gereja, yang ketika menghitung tanggal-tanggal yang akhirnya menjadi pedoman dalam perayaan ini, selalu menyebut paralelnya dengan sejarah dunia yang menyertainya. Epifanius dari Salamis dalam Panarion (51.25,2) mencatat informasi yang penting sebagai berikut:

τούτον ύπατενόντων δέ Όκταυίον το πρισκαιδέκατον καί Σιλανού, γεννοηθη έγεννεθη Χριστόύ ή πρόόκτώ είδών Ιανουαρίων μετά δεκατρεΐς ήμέρας τής χειμεριής προπής καί τής τού φωτός και ήμέρας προσθήκης.
Touton hupatenontōn de Oktavion to priskaidekaton kai Zilanou, gennoethē egennete Khristou hē prooktō eidōn ‘lanouaiōn meta dekatreis hēmeras tēs khreimerinēs propēs kai tēs tou photos kai hēmeras prosthēkēs.
Artinya:
“Ketika pemerintahan dua konsul, tiga bel as tahun masa Oktavianus dan Silvanus, saat itu Kristus lahir pada hari kedelapan sebelum bulan Januari, yaitu tiga belas hari setelah titik balik matahari pada musim dingin dan awal meningkatnya malam dan siang” (Jack Finegan, Op. Cit, hlm. 250).

Selanjutnya, Yohanes Chrisostomus dalam salah satu khotbahnya pada 25 Desember 386 M, mengemukakan bahwa kita percaya bahwa Yesus Kristus memang dilahirkan pada tanggal 25 Desember, didasarkan atas 3 alasan sebagai berikut:

1. Perayaan Natal 25 Desember telah menyebar dengan cepat dan telah diterima dengan baik oleh gereja-gereja di berbagai wilayah.

2. Karena waktu pelaksanaan sensus pada tahun kelahiran Yesus Kristus dapat ditentukan dari berbagai dokumen kuno yang tersimpan di Roma.

3. Waktu kelahiran Yesus dapat dihitung dari peristiwa ini nampakan malaikat kepada Imam Zakharia pada waktu melayani di Bait Allah, yang waktu itu jatuh pada perayaan Tabernakel tanggal 15 Tishri. (Ibid, hlm. 258).

Karena Malaikat Jibril menemui Maria enam bulan setelah itu, maka Krisostomus yang menghitungnya berdasarkan kalender Makedonia, menemukan tanggal 25 bulan Xantikos atau bertepatan dengan 25 Maret. Secara normal, Yesus juga dikandung selama 9 bulan Karena itu, 9 bulan setelah bulan Nisan: Iyyar – Sivan – Tammuz – Av – Elul – Tishri – Mar kesvan – Khislev – Tebet. Bulan Tebet dalam kalender Yahudi sejajar dengan Desember/Januari. Jadi, tuduhan ini sangat menghina dan merendahkan bapa-bapa gereja, karena faktanya mereka tidak berpikir seprimitip itu. Sebaliknya, kalau dari hasil perhitungan mereka ditemukan bahwa hari kematian Yesus Kristus ternyata sama dengan awal mengandungnya Maria, justru itulah keajaiban Tuhan yang harus dicari maknanya.

Memang tidak mudah menghitung kapan secara persis Yesus Kristus dilahirkan. Sebab disamping Lukas 1:5-26 hanya memuat informasi sekilas, juga banyaknya sistem kelender pada zaman itu, sangat menyulitkan. Tetapi untunglah Lukas 1:5 dengan jelas menyebutkan bahwa Imam Zakharia berasal dari rombongan Abia, sedangkan menurut 1 Tawarikh 24:7-19 rombongan ini adalah rombongan ke-8 dalam 24 siklus tugas imam-imam Lewi di Bait Allah. Meskipun demikian, karena ada 24 rombongan sedangkan dalam setahun terdiri dari 48 minggu, maka masing-masing rombongan akan bertugas 2 kali dalam setahun.


PERBANDINGAN KALENDER KOPTIK, IBRANI DAN MASEHI

* Adar II atau Adar Sheni adalah bulan ketiga belas Ibrani yang hanya terjadi 7 kali dalam 19 tahun untuk menyesuaikan selisih antara peredaran bulan (354 hari) dengan peredaran matahari (365 hari), agar jatuhnya perayaan liturgi yang berdasarkan peredaran bulan bisa disesuaikan dengan kalender pertanian yang didasarkan matahari.

Jadi, Imam Zakharia dari rombongan ke-8 pada giliran pertama atau kedua, tidak mudah ditentukan. Belum lagi, dalam kelander Yahudi dikenal adanya bulan ke-13 yang disebut Adar II (Sheni) yang jatuh 7 kali selama 19 tahun. Adanya bulan Adar Sheni ini untuk mencocokkan sisa 11 hari antara kalender bulan (terdiri 354 hari) dengan kalender matahau (364 hari).

Karena itu, kelompok anti-Natal yang menentukan waktu yang tetap siklus tugas imam-imam di Bait Allah, yang menghasilkan hitungan bahwa Yesus justru dilahirkan pada Hari Raya Pondok Daun sama sekali tidak bisa dibenarkan. Seperti telah disinggung di atas, kalender Yahudi mempunyai bulan ke-13 pada hitungan tahun-tahun tertentu, maka bulan keenam setelah Tishri bisa jatuh pada bulan Adar Sheni atau Nisan.

Karena itu, penetapan penggiliran pelayanan para imam seperti yang ditetapkan dalam Taurat, setiap tahunnya bergeser terus, sehingga tidak bisa untuk patokan. Justru berdasarkan dokumen-dokumen Yahudi sendiri, seperti Megilat Ta’anit, Flavius Josephus, arsip-arsip sensus Roma yang pada zaman bapa-bapa gereja masih eksis, Perayaan Natal bisa dihitung jauh sebelum tanggal 25 Desember dibajak oleh Kaisar Yulianus “si Murtad” dan menyimpangkannya untuk “Natalis Sol lnvicus” sebagai tandingan Iman Kristen yang pada waktu berkembang pesat di wilayah kekaisaran Romawi.

Disalin dari:
– DR. Bambang Noorsena, Refleksi Ziarah ke Tanah Suci, ISCS-2017, hal: 202-208
– Tunz Matt


Perayaan Natal 25 Desember atau 6 Januari?

Apakah ada sumber sejarah yang menjadi rujukannya, kapan sumber sejarah tersebut ditulis, dan apakah hitungannya cukup valid sampai bisa menentukan 25 Desember? Tetapi mengapa kini ada perbedaan dalam merayakan Natal antara Gereja Barat yang merayakan pada tanggal 25 Desember, dan Gereja Timur yang merayakan tanggal 7 Januari? Harus dicatat, perbedaan itu tidak terjadi pada fakta dasarnya, tetapi akibat selisih perhitungan antara penanggalan Gregorian Barat dan penanggalan Julian yang lama, yang masih dipakai di gereja-gereja Timur. Seperti telah disinggung di depan, penetapan Natal 25 Desember mula-mula dilakukan di Antiokhia oleh Patriarkh Theofilus I (168-183 M). Beberapa tahun sesudah itu, seorang astronom Mesir, yang bernama Batlimous, pada akhir abad II M melakukan perhitungan yang lebih cermat atas perintah Baba Dimitri (Pope Demetrius), Patriarkh Gereja Ortodoks Koptik dari tahun 189-232 M (Iris Habib aI-Misri, The Story of The Copts (Cairo: The Middle East Concil of Churches, t.t.), hlm. 563).

Kalender Koptik dihitung berdasarkan penampakan bintang Siriuz (Markus Aziz Khalil, The Coptic Orthodox Church (Montreal: The Coptic Orthodox Patriachate, t.t.), hlm. 33) yang diakui oleh UNESCO sebagai kalender yang paling akurat dibandingkan dengan sistem kalender manapun yang pernah dibuat (Pengakuan ini diterbitkan UNESCO dengan judul: The Modern Science of Astrology, terbit di London, 1966). Jadi penetapan perayaan Natal mula-mula jatuh pad a tanggal 25 bulan kesembilan Ibrani, kemudian dilengkapi dengan tarikh Koptik pada 29 bulan Kiahk. Di wilayah kekaisaran Roma pada waktu itu berlaku kalender Julian. Kalender ini ditetapkan oleh Julius Caesar tahun 46 sebelum Masehi, yang didasarkan atas peredaran Matahari. Hitungannya 700 tahun dari berdirinya kota Roma.

Perlu diketahui pula, bahwa pernah terjadi kesalahan hitungan kalender Julian, dan seorang astronom Mesir, Sosiginous, memperbaikinya, yaitu menyesuaikan dengan tahun Koptik yang terdiri dari 365 hari. Kalender inilah yang diikuti seluruh gereja, baik di Timur maupun di Barat sampai abad XVI M. Pada tahun 1582, Paus Gregorius modifikasi dari kalender Julian ini, yang kemudian disebut kalender Gregorian hingga sekarang. Kalender ini disebut Anno Domini (Tahun Tuhan kita), karena dihitung berdasarkan kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember. Selanjutnya mengikuti kebiasaan Yahudi, pada hari kedelapan (Kejadian 17:12), seorang Yahudi harus melakukan בְּרִית הַמִּילָה – BERIT HAMILAH (Perjanjian Sunat). Hari kedelapan setelah 25 Desember, yaitu tanggal 1 Januari, akhirnya menjadi awal dihitungnya Tahun Baru. Kalender Gregorian ini sampai hari ini diikuti oleh gereja di wilayah Barat (Gereja Roma Katolik dan gereja-gereja Protestan), sedangkan gereja-gereja di wilayah Timur (Gereja-gereja Ortodoks dan Katolik ritus Timur) masih menggunakan Kalender Julian.

Lalu mengapa jatuhnya perayaan Natal di Barat dan di Timur berbeda? Perbedaan itu mula-mula disebabkan karena perbedaan dalam menghitung jatuhnya Idul Foshha (Perayaan Paskah). Konkretnya, gereja Barat menetapkan jatuhnya perayaan Paskah tepat pada bulan purnama musim semi. Hal ini mengikuti kebiasaan Paskah Yahudi. Padahal, orang Yahudi memakai kalender bulan, yang setahunnya hanya terdiri dari 354 hari, yang berarti selisih dengan kalender matahari 10 hari. Dalam hal ini, Paskah Yahudi memang selalu jatuh pada bulan purnama, karena perhitungan peredaran bulan tadi. Tetapi tidak demikian dengan Paskah Kristen, yang dihitung berdasarkan peredaran matahari. Akibatnya, pada tahun-tahun lain bulan purnama jatuh sebelum jatuhnya perayaan Paskah Kristen. Pada waktu itulah jatuhnya Paskah di Barat harus dimajukan. Sedangkan gereja-gereja Timur menghitung jatuhnya Paskah selalu pada hari Minggu, tidak perduli apakah tepat pada bulan purnama atau tidak. Sebab yang menjadi patokan bukan lagi pengurbanan domba dalam kalender Yahudi, melainkan Yesus Kristus sendirilah “Anak Domba Paskah kita” (1 Korintus 5:7, Markus Aziz Khalil, Op. Cit, hlm. 33-34).

Pada tanggal 5 Oktober 1582, kalender Gregorian maju 10 hari. Selanjutnya, satu hari hilang pada tahun 1700, 1800 dan 1900. Akibatnya, 10 hari ditambah 3 hari menjadi 13 hari. Akibatnya, perayaan Natal mengikuti selisih 13 hari itu. Hitungannya jadi berbeda, tetapi karena kalender Barat yang menang, maka hitungan mula-mula dari Gereja Timur: yaitu tanggal 29 Kiahk atau 25 Tebet itu harus mengalah hingga sekarang ini, sehingga Natal gereja-gereja Timur selalu jatuh tanggal 6 Januari, Tanggal ini, apabila dihitung dari kalender Barat yang maju 13 hari (Ibid, hlm. 34-35).

Dari fakta-fakta yang diuraikan di atas, jelaslah tidak benar pendapat yang mengatakan bahwa Natal diambil dari perayaan kafir Dewa Matahari Yang Tak terkalahkan (Sol Invicus). Sebaliknya, justru sejak Kekristenan ditetapkan sebagai salah satu agama yang. dipeluk imperium Romawi oleh Kaisar Konstantinus melalui Edic Milan, banyak agamaagama pagan yang menyesuaikan diri dengan Kekristenan. Bahkan kisah Mithra yang lahir dari perawan, bangkit dari kematian, dan sebagainya, justru sebaliknya diadaptasi dari Kekris-tenan. Sebab ternyata cukup banyak perbedaan antara Mitraisme Roma setelah dipengaruhi Kekristenan, dengan Mitraisme Persia aslinya. Misalnya, dalam Mitraisme Persia Dewa Mitra dilahirkan dari Batu Cadas, dan ia hidup kekal tidak lewat kematian, melainkan setelah menaklukkan seekor kerbau. Begitu juga, tuduhan bahwa tokoh legenda Hindu, Khrisna, dan mempengaruhi sosok Yesus Kristus, sama sekali tidak ada persamaannya.

Disalin dari:
– DR. Bambang Noorsena, Refleksi Ziarah ke Tanah Suci, ISCS-2017, hal: 208-212
– Tunz Matt


MUNGKINKAH DOMBA-DOMBA DIGEMBALAKAN DI PADANG PADA BULAN DESEMBER?

PEMBACAAN AYAT: LUKAS 2:8-19

* Lukas 2:8-19
2:8 LAI TB, Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
KJV, And there were in the same country shepherds abiding in the field, keeping watch over their flock by night.
TR, και ποιμενες ησαν εν τη χωρα τη αυτη αγραυλουντες και φυλασσοντες φυλακας της νυκτος επι την ποιμνην αυτων
Translit interlinear, kai {dan} poimenes {gembala2} êsan {mereka ada} en {di dalam} tê khôra {di daerah} tê autê {yang sama} agraulountes {di padang} kai {dan} phulassontes phulakas {melakukan penjagaan2} tês nuktos {pada waktu malam} epi {atas} tên poimnên {kawanan domba} autôn {mereka}

2:9 LAI TB, Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
KJV, And, lo, the angel of the Lord came upon them, and the glory of the Lord shone round about them: and they were sore afraid.
TR, και ιδου αγγελος κυριου επεστη αυτοις και δοξα κυριου περιελαμψεν αυτους και εφοβηθησαν φοβον μεγαν
Translit interlinear, kai {lalu} idou {lihat} aggelos {malaikat} kuriou {Tuhan} epestê {tiba2 dia berdiri dekat} autois {dengan merejka} kai {dan} doxa {kemuliaan} kuriou {Tuhan} perielampsen {bersinar mengelilingi} autous {mereka} kai {dan} ephobêthêsan {mereka sangat ketakutan} phobon {dalam ketakutan} megan {yang besar}

2:10 LAI TB, Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
KJV, And the angel said unto them, Fear not: for, behold, I bring you good tidings of great joy, which shall be to all people.
TR, και ειπεν αυτοις ο αγγελος μη φοβεισθε ιδου γαρ ευαγγελιζομαι υμιν χαραν μεγαλην ητις εσται παντι τω λαω
Translit interlinear, kai {lalu} eipen {ia berkata} autois {kepada mereka} ho aggelos {malaikat itu} mê {janganlah} phobeisthe {kalian takut} idou {sesungguhnya} gar {sebab} euaggelizomai {aku memberitakan kabar baik} humin {bagi kalian} kharan {sukacita} megalên {yang besar} êtis {yang} estai {diberikan} panti {kepada seluruh} tô laô {bangsa}

2:11 LAI TB, Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
KJV, For unto you is born this day in the city of David a Saviour, which is Christ the Lord.
TR, οτι ετεχθη υμιν σημερον σωτηρ ος εστιν χριστος κυριος εν πολει δαβιδ
Translit interlinear, hoti {sebab} etekhthê {telah dilahirkan} humin {bagi kalian} sêmeron {hari ini juga} sôtêr {Juruselamat} hos estin {yaitu} khristos {Kristus} kurios {Tuhan} en {di dalam} polei {kota dari} dabid {daud}

2:12 LAI TB, Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”
KJV, And this shall be a sign unto you; Ye shall find the babe wrapped in swaddling clothes, lying in a manger.
TR, και τουτο υμιν το σημειον ευρησετε βρεφος εσπαργανωμενον κειμενον εν τη φατνη
Translit interlinear, kai {dan} touto {hal ini} humin {bagi kalian} to sêmeion {suatu tanda} eurêsete {kalian akan mnemukan} brephos {seorang Bayi} esparganômenon {yang dibungkus dengan lampin} keimenon {terbaring} en {di dalam} tê phatnê {palungan}

2:13 LAI TB, Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
KJV, And suddenly there was with the angel a multitude of the heavenly host praising God, and saying,
TR, και εξαιφνης εγενετο συν τω αγγελω πληθος στρατιας ουρανιου αινουντων τον θεον και λεγοντων
Translit interlinear, kai {dan} exaiphnês {tiba2} egeneto {terjadi} sun {desama} tô aggelô {malaikat itu} plêthos {sejumlah besar} stratias {bala tentara} ouraniou {dari sorga} ainountôn {mereka memuji} ton theon {Allah} kai {dan} legontôn {mereka berkata}

2:14 LAI TB, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
KJV, Glory to God in the highest, and on earth peace, good will toward men.
TR, δοξα εν υψιστοις θεω και επι γης ειρηνη εν ανθρωποις ευδοκια
Translit interlinear, doxa {kemuliaan/ pujian} en {ke pada} hupsistois {yang Matahinggi} theô {bagi Allah} kai {dan} epi {di atas} gês {bumi} eirênê {damai sejahtera} en {di dalam} anthrôpois {umat manusia} eudokia {di dalam maksud baik (dari Allah)}

2:15 LAI TB, Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.”
KJV, And it came to pass, as the angels were gone away from them into heaven, the shepherds said one to another, Let us now go even unto Bethlehem, and see this thing which is come to pass, which the Lord hath made known unto us.
TR, και εγενετο ως απηλθον απ αυτων εις τον ουρανον οι αγγελοι και οι ανθρωποι οι ποιμενες ειπον προς αλληλους διελθωμεν δη εως βηθλεεμ και ιδωμεν το ρημα τουτο το γεγονος ο ο κυριος εγνωρισεν ημιν
Translit interlinear, kai {dan} egeneto {itu terjadi} hôs {ketika} apêlthon {mereka telah pergi} ap {dari} autôn {mereka} eis {ke dalam} ton ouranon {sorga} hoi aggeloi {malaikat2 itu} kai {dan} hoi anthrôpoi {orang2} hoi poimenes {pada gembala itu} eipon {mereka berkata} pros {kepada} allêlous {yang lain} dielthômen {marilah kita pergi sekarang} dê {ettapi} heôs {sampai} bêthleem {di betlehem} kai {dan} idômen {mari kita melihat} to rêma {pada perkataan} touto {ini} to gegonos {terjadi} o ho kurios {Tuhan} egnôrisen {dia telah memberitahukan} hêmin {kepada kita}

2:16 LAI TB, Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
KJV, And they came with haste, and found Mary, and Joseph, and the babe lying in a manger.
TR, και ηλθον σπευσαντες και ανευρον την τε μαριαμ και τον ιωσηφ και το βρεφος κειμενον εν τη φατνη
Translit interlinear, kai {lalu} êlthon {mereka pergi} speusantes {dengan tergesa-gesa} kai {dan} aneuron {mereka menemukan} tên te mariam {maria} kai {juga} ton iôsêph {yusuf} kai {juga} to brephos {Bayi itu} keimenon {Dia sedang berbaring} en {di dalam} tê phatnê {palungan}

2:17 LAI TB, Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
KJV, And when they had seen it, they made known abroad the saying which was told them concerning this child.
TR, 2:17 ιδοντες δε διεγνωρισαν περι του ρηματος του λαληθεντος αυτοις περι του παιδιου τουτου
Translit interlinear, idontes {ketika melihat} de {dan} diegnôrisan {mereka memberitahukan} peri {tentang} tou rêmatos {hal2 yang dibicarakan itu} tou lalêthentos {hal2 yang dikatakan} autois {kepada mereka} peri {tentang} tou paidiou {Bayi} toutou {ini}

2:18 LAI TB, Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
KJV, And all they that heard it wondered at those things which were told them by the shepherds.
TR, και παντες οι ακουσαντες εθαυμασαν περι των λαληθεντων υπο των ποιμενων προς αυτους
Translit interlinear, kai {dan} pantes {semua} hoi akousantes {orang2 yang mendengar} ethaumasan {mereka merasa heran} peri {tentang} tôn lalêthentôn {hal2 yang dikatakan} hupo {kepada} tôn poimenôn {pada gembala itu} pros {kepada} autous {mereka}

2:19 LAI TB, Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
KJV, But Mary kept all these things, and pondered them in her heart.
TR, η δε μαριαμ παντα συνετηρει τα ρηματα ταυτα συμβαλλουσα εν τη καρδια αυτης
Translit interlinear, hê de {tetapi} mariam {maria} panta {segala hal} sunetêrei {dia menyimpan} ta rêmata {hal2 yang dibicarakan} tauta {hal2 ini} sumballousa {sambil ia merenungkannya} en {di dalam} tê kardia {hati} autês {-nya}

 



KESETIAAN KEPADA YESUS KALA MENJADI PENGUNJUNG BIASA ”Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, isterinya, ibunya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan,
bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” (Luk. 14:26). Pernyataan Yesus itu lugas dan tegas; terkesan keras. Mengapa Dia melakukannya? Bagaimana jika para pendengar-Nya mutung? Untuk memahami tindakan-Nya, kita perlu menelaah konteksnya: ”Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.” (Luk. 14:25). Demikianlah faktanya: orang banyak mengikuti Yesus. Dan yang dimaksud Lukas dengan ”perjalanan-Nya” ialah perjalanan
ke Yerusalem tempat Yesus menuntaskan misi hidup-Nya: mati dan bangkit. Nah, persoalannya: apakah orang banyak itu setia mengikuti Yesus hingga Yerusalem? Apakah mereka tetap menjadi murid saat mengetahui Yesus sedang menyongsong
kematian-Nya? Demikianlah suasana yang menyelimuti konteks pernyataan tadi. Menjadi Murid Yesus menekankan hal ke-murid-an. Sang Guru membedakan antara ”yang datang” dan ”yang menjadi murid”. Yang datang belum tentu menjadi murid. Karena akan banyak yang datang. Itu dihargai. Tetapi, apakah mereka layak disebut murid ? Murid beda dengan pengunjung. Pengunjung datang dan pergi sewaktu-waktu. Kalau ada waktu datang, kalau nggak ada waktu, ya nanti saja! Semuanya tergantung mood, perasaan hati, dan situasional sifatnya.
Menjadi murid tidak tergantung mood, tidak tergantung perasaan hati, dan kekal sifatnya. Murid juga beda dengan simpatisan. Simpati, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berarti rasa kasih, rasa setuju, rasa suka, keikutsertaan merasakan perasaan orang lain. Ujung-ujungnya perasaan. Dan kita sulit mengharapkan komitmen simpatisan. Sebab perasaan manusia cenderung—bahkan senantiasa—berubah. Simpatisan partai akan menarik dukungannya jika ada partai lain yang dirasa lebih baik. Simpatisan mudah berubah pendapat karena perasaan manusia memang cenderung berubah. Yesus memanggil orang untuk tidak hanya menjadi pengunjung atau simpatisan, tetapi menjadi murid. Dan menjadi murid berarti membenci orang-orang terdekat, bahkan diri sendiri. Dalam gaya bicara orang Semit, menurut Rama Gianto, ungkapan ”membenci” biasa dipakai untuk menggambarkan sikap tidak memihak. Begitu pula ”mengasihi” maksudnya sama dengan berpihak. Para murid diingatkan agar tidak lagi memihak pada ikatan-ikatan kekerabatan atau mengikuti naluri menyelamatkan diri. Mereka harus menomorduakannya. Tuntutan Yesus jelas. Dia ingin semua hubungan keluarga dinomorduakan karena Allahlah yang menciptakan semua hubungan itu. Aneh bukan, jika kita menomorduakan Allah, yang mengaruniakan semua hubungan keluarga itu. Itu berarti, kita harus belajar mempertanggungjawabkan rencana penting dengan cara
matang. Hal menjadi murid bukanlah hikmat sesaat dan mudah berubah menurut keadaan. Orang harus memikirkannya secara matang—tak hanya keberanian memulai, tetapi juga
kemampuan meneruskan dan menerima konsekuensinya. Selamat menjadi murid!


Shan-Mosdi-archive-2016:


Perjuangan Yesus, 
Kisah Yesus akan segenap kasih Allah bagi manusia, 
Allah begitu paling mengasihi manusia dari semua yang diciptakanNya.
Saat manusia jatuh dalam dosa (Adam-Hawa), Allah memperbaikiNya hubungannya dengan 
manusia melalui Yesus. Yesus bahagian dari Allah, yang dengan kuasaNya menjadikan 
Yesus ada pada kehidupan biasa, sebagai manusia biasa, yang lahir dari perawan 
Bunda Maria, dibesarkan, dibaptis, disalib, mati, dikubur diliang batu, bangkit dari 
kematian, dan naik ke sorga, yang akan turun kelak sebagai penghakiman terakhir 
pada manusia yang tidak mempercayai Tuhan Allah. 

Percaya Kepada Tuhan dengan iman, tidak senantiasa 
-menunggu sampai ada panggilan Tuhan untuk tugas pelayan, 
 menjadi terlibat dalam pelayanan kita, bagi Allah.
-kita tidak cenderung lebih ingin mengetahui secara logika Kebenaran Tuhan 
 dalam hidup atau sebagai dasar iman orang percaya, 
-kita tidak menunggu keberhasilan hidup lalu mau melayani Tuhan
-kita tidak menunggu usia tua lalu mendekatkan diri dengan Tuhan. 
-kita tidak lantas menghitung sebanyak apa yang sudah kita persembahkan pada Tuhan
 untuk kita ambil kembali di saat tertentu. contohnya: Melalui rumahNya (gereja) 
 kita meminta dana besar untuk mengadakan acara pesta raya, sosial, dll.
 harus di ingat : Apapun yang sudah kita persembahkan dengan ikhlas adalah milik Tuhan. 
 Akan lebih baik kita tidak mempersembahkan sesuatu apapun, dari pada memberi 
persembahan tapi mengharapkan sesuatu dibalik itu semua.
-kita  juga tidak akan membedakan hukum-hukum dari sepuluh hukum taurat Tuhan.




Kematian Yesus dan kebangkitanNya:

Sepuluh daripada penampilan kebangkitan Yesus dicatatkan dalam Perjanjian Baru. 
Ia dapat disusun seperti berikut:
(1.) Malaikat dan Yesus sendiri menyatakan kepada Mary Magdalena di kuburnya 
seperti yang dicatatkan oleh Yohanes 
(Yoh_20:11-18), dan juga ditekankan dalam Markus (Mar_16:9-11).
(2.) Untuk wanita yang lain, “Mary,” Salome, Joanna, dan yang lain, 
setelah balik daripada melawat kubur 
dan seperti yang dikatakan malaikat dicatatkan oleh penulis Matius 
(Mat_28:1-10). 
( Mar_16:1-8, dan Luk_24:1-11.)
(3.) Kepada Simon Petrus sendiri pada hari kebangkitannya. (lihat, Luk_24:34; 1Kor_15:5.)
(4.) Kepada dua pengikutnya yang dalam perjalanan ke Emmaus pada hari kebangkitannya, 
dicatatkan dengan jelas 
hanya dalam Dr. Lukas (Luke 24:13-35. Bandingkan, Mar_16:12, Mar_16:13).
(5.) Kepada sepuluh pengikutnya (Thomas tiada) dan yang lain “bersama mereka,” 
di Yerusalem pada malam hari kebangkitannya. 
Salah satu daripada pengikutnya mencatatkan penampilannya, dalam Yohanes (Joh_20:19-24).
(6.) Kepada pengikutnya lagi (Thomas ada) di Yerusalem (Mar_16:14-18; Luk_24:33-40; 
Yoh_20:26-28. 
Lihat juga, 1Kor_15:5).
(7.) Kepada penginjil yang sedang memancing di Laut Galilea. Dalam penampilan ini juga 
dicatatkan oleh Yohanes 
(John 21:1-23).
(8.) Kepada yang sebelas, dan seterusnya kepada yang lain sekitar 500, dan di tempat 
ramai di wilayah Galilea 
(1Kor_15:6; bandingkan Mat_28:16-20).
(9.) Kepada Yakobus, tetapi dengan cara tanpa diduga (1Kor_15:7).
(10.) Kepada rasul-rasulnya sebelum keberangkatannya. Mereka menemaninya daripada 
Yerusalem sehinggalah ke Bukit Olive/Zaitun, 
dan disana mereka melihat dia berangkat “sehingga awan menutupi pandangan mereka” 
(Mar_16:19;Luk_24:50-52;Act_1:4-10). 
Perlu dititikberatkan bahawa ia adalah jelas berkaitan bahawa kebanyakan acara ini 
Raja kita membekalkan para penginjilnya 
dengan fakta kuat dan cukup tentang peluang bagi ujian terhadap fakta berkaitan dengan 
kebangkitannya. 
Dia berbicara kepada mereka secara bersemuka. Mereka menyentuh Dia (Mat_28:9; Luk_24:39; 
Yoh_20:27), 
dan dia sendiri makan roti bersama dengan mereka (Luk_24:42, Luk_24:43; Yoh_21:12, 
Yoh_21:13). 
(11.) Sebagai tambahan diatas, penekanan harus dibuat terhadap menifestasi Kristus 
sendiri terhadap Saulus di Damaskus, 
yang telah bercakap dengannya melalui penampilan Penyelamat hidup (Kisah_9:3-9, 
Kisah_9:17; 
1Kor_15:8; 1Kor_9:1). 
Ia sesuai seperti yang dicatatkan oleh Dr. Lukas (Kisah_1:3) bahawa kemungkinan / 
masih banyak penampilannya yang lain yang tidak dicatatkan.
Kebangkitannya telahpun dinubuatkan seperti oleh,
(1.) Tuhan Bapa (Maz_16:10; Kisah_2:24; Kisah_3:15; Rom_8:11; Efe_1:20; Kol_2:12; 
Ibr_13:20);

(2.) Oleh Kristus sendiri (Yoh_2:19; Yoh_10:18); dan

(3.) oleh Roh Kudus (1Pet_3:18).

Kebangkitannya ialah kesaksian awam Kristus yang telah disahkannya, dan beberapa bukti 
oleh Bapa menerimanya sebagai kerja pembelaannya. 
Ia adalah kemenangan keatas kematian dan kubur untuk kesemua pengikutnya. 
Pentingnya kebangkitan Kristus akan terlibat 
apabila kita pertimbangkan bahawa jika dia bangkit maka Injil mencatatkan yang benar, 
tapi jika tidak bangkita maka Injil dibuktikan menipu. Kebangkitannya daripada kematian 
mempertaruhkan pengorbanannya diterima. 
Justifikasi kita adalah dijamin denga kepatuhannya kepada kematian, dan dengan itu dia 
dibangkitkan daripada kematian (Rom_4:25). 

Kebangkitannya ialah bukti bahawa dia membuat pembelaan penuh terhadap dosa kita, 
bahwa pengorbanannya diterima sebagai kepuasan untuk pengadilan surgawi, dan darahnya 
sebagai tebusan kepada pendosa. 
Ini juga merupakan ikrar dan milik bagi kebangkitan untuk semua mereka yang 
mempercayainya 
(Rom_8:11; 1Kor_6:14; 1Kor_15:47-49; Phi_3:21; 1Yoh_3:2). 
Sebagimana Dia hidup, mereka juga harus hidup.
Ia membuktikan bahawa Dia sememangnya Anak Tuhan, sebagaimana telah jaya membuktikan 
tuntutannya (Yoh_2:19; Yoh_10:17).
“Jika Kristus tidak bangkit, keseluruhan skim pembelaan ialah kegagalan dan penuh 
kecelakaan, dan kesemua ramalan 
dan penantian bagi hasil kemuliaannya bagi masa dan kekekalan, untuk manusia dan juga 
malaikat dalam pelbagai tahap dan kedudukan, dibuktikan sebagai gagasan yang 
tidak masuk akal. Tapi sekarang Kristus bangkit dari kematian, dan menjadi 
buah-pertama bagi mereka yang masih tidur ‘ 
Dengan itu Alkitab adalah benar bermula daripada Kejadian sehinggalah kepada Wahyu. 
Kerajaan kegelapan sudah dijatuhkan,
Satan telah dibuang dari surge, dan kemenangan sebuah kenyataan terhadap kesalahan, 
bagi yang baik terhadap yang jahat, 
bagi kebahagiaan terhadap angan-angan telah selama-lamanya terjamin.” Hodge.

Dengan rujukan laporan yang dilakukan oleh tentera Roma bahawa ia akan disuap 
(Mat_28:12-14) 
untuk mengedarkan penekanan terhadap kebangkitan Kristus, 
“pengikutnya akan datang pada malam hari dan akan mengambilnya apabila kita tidur,
” Sarjana Matthew Henry dalam “Komentarinya,” terhadap Yoh_20:1-10, 
menyelesaikan tuntutan, “Kain-Kubur yang dipakaikan kepada Kristus dijumpai 
dalam susunan yang baik, yang bertindak sebagai bukti bahawa badannya tidak 
‘dicuri sementara askar tersebut tidur.’ Pencuri bagi kubur tersebut dikenal 
pasti untuk membawa lari “pakaian” dan meninggalkan badan; 
tapi tidak satupun yang mengambil ‘badannya’ dan meninggalkan pakaian, 
terutama ketika Dia dalam keadaan ‘linen terbaik’ dan baru (Mar_15:46). 
Siapa sahaja semestinya membawa badannya dengan pakaiannya sekali daripada 
bertelanjang. Atau jika mereka mencurinya juga tentu tiada kebahagiaan/
ketenangan orang yang melakukannya.”

Menurut Dr. Gary Habermas sekurang-kurangnya ada dua belas fakta sejarah 
yang harus diakui 
bahkan oleh sarjana-sarjana bukan Kristian:
1. Yesus mati di atas salib.
2. Dia dikuburkan.
3. Kematian-Nya menyebabkan murid-muridnya kecewa dan putus asa.
4. Kubur Yesus ditemukan dalam keadaan kosong beberapa hari kemudian.
5. Para murid percaya bahawa mereka melihat Yesus yang bangkit.
6. Selepas itu, para murid berubah dari ragu-ragu menjadi orang-orang percaya 
yang berani.
7. Berita ini adalah inti pemberitaan Injil dalam gereja awal.
8. Berita ini diberitakan di Yerusalem.
9. Sebagai hasilnya, gereja lahir dan bertumbuh.
10. Hari kebangkitan (hari Minggu) menggantikan hari Sabath (hari Sabtu) 
sebagai hari utama untuk beribadat.
11. Thomas, seorang skeptik, bertaubat ketika dia percaya bahawa dia melihat 
Yesus yang bangkit.
12. Paulus, musuh orang-orang Kristian, bertaubat setelah mengalami pengalaman 
yang dia percayai sebagai kemunculan Yesus yang bangkit.

1. Bukti-Bukti Penyaliban/kematian Yesus Kristus

Sebelum bergerak kepada bukti kebangkitan Yesus, mengimbas pada bukti-bukti 
penyaliban Yesus:

01. Nubuat dan Ramalan-Ramalan Mengenai Penyaliban-Nya
02. Pernyataan daripada Yesus Kristus Sendiri
03. Kesaksian daripada Para Hawariyun
04. Tanda-tanda yang Menyusul Ketika Kewafatan Yesus Kristus
05. Kebangkitan Yesus Kristus dari Maut
06. Kesaksian daripada Ahli Sejarah
07. Kesaksian daripada Pilatus, Gabenor Empayar Roman
08. Penggunaan Simbol Salib oleh Pengikut Awal
09. Kesaksian Sejarah dan Kesinambungan Peringatan Umat Kristian
10. Kesaksian daripada Kitab Talmud

Untuk menepis kebenaran fakta bukti-bukti ini adalah sukar, sudah tentu memerlukan 
penjelasan 
panjang, dengan membawa banyak masa, 
malah apa yang pasti setiap satunya belum tentu dapat ditindakan lanjuti, atau malah 
membingungkan.
Bagi para Skeptik hal ini perlu menjadi ujian dan bagi yang sudah percaya harus juga 
mempelajarinya, 

Artikel terkait:
selanjutnya ke — Bukti penyaliban/kematian Yesus berasaskan Alkitab dan Kitab lain 
Alkitab-Kematian Dan Kebangkitan Yesus.

Kebangkitan Yesus
Menurut International Standard Bible Enclopedia terdapat 8 bukti 
yang boleh dibuat asas kajian tentang bukti-bukti kebangkitan Yesus iaitu meliputi:
1. Bukti pertama: Yesus yang hidup
2. Bukti Kedua: Kubur yang kosong
3. Bukti Ketiga: Transformasi yang dialami pengikutnya
4. Bukti Keempat: Kewujudan gereja primitif
5. Bukti Kelima: Kesaksian Paulus
6. Bukti Keenam: Rekod dalam Injil
7. Rumusan dan penutup
8. Teologi tentang kebangkitan

anggurbaru.wp

 

Posted in Artikel, natal