IBADAH AKHIR TAHUN GEREJAWI 2018

TATA IBADAH MINGGU AKHIR TAHUN GEREJAWI
DAN MENGINGAT ORANG YANG TELAH MENINGGAL

HKBP DISTRIK VIII DKI JAKARTA

Thema: “KUASA TUHAN YANG KEKAL”
(Daniel 7:9-14)

HKBP DISTRIK DKI JAKARTA 

JAKARTA, Minggu, 25 Nopember 2018

01. PANGGILAN BERIBADAH (L=liturgis;J=jemaat)
L :Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus ! Saat ini kita telah memasuki Minggu akhir Tahun Gerejawi, sekaligus mengenang orang yang sudah meninggal. Hal ini menunjukkan bahwa hidup kita di dunia ini terbatas dan sementara.

J :Hari-hari hidup kita seperti rumput, seperti bunga di padang, demikianlah ia berbunga. Apabila angin melintasinya maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.”(Mazmur 103:15-16)

L :Kita tidak tahu kapan ajal kita. Karena itu selagi kita ada di dunia ini, marilah kita mengarahkan hati kita tetap terpaut pada Tuhan. Kita nyanyikan “ Betapa kita nanti Mengahiri””

J : (menyanyikan) BN.No. 351:1- 3
“BETAPA KITA NANTI MENGAKHIRI” BL. 201
1. Betapa kita nanti mengakhiri arak-arakan kita di dunia. Pabila kita tak menanggung lagi, beban berat derita sengsara. Ketika kita akan masuk Surga, di dalam sukacita yang cerah. Kita memandang sinar wajah Tuhan, idaman hati makin mendekat.

2. Betapa kita bila disinari terang baka yang tak pernah kelam. Dan dosa kitapun tiada lagi, sehingga kita tidak bercela. Kita takkan diganggu dosa lagi tak ada hati marah dan kesal. Di sana kita bertemu kembali kekasih sobat di tempat kekal.

instrument – musik……

3. Betap kita jika mengikuti bimbingan Tuhan dengan setia? Tak satupun yang dapat menghalangi mendapat upah Surga yang baka. Di sana kita lihat dengan nyata Yesus Sang Jurus’lamat dunia. Penuh kuasa duduk di tahtaNya dan memerintah alam semesta.

02. VOTUM INTROITUS DOA
L :Di dalam nama Allah Bapa, dan nama anakNya Tuhan Yesus Kristus, dan nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi, Amin. Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput.
J :Rumput menjadi kering dan bunga gugur, tetapi Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.
L :Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. Haleluya
J :(menyanyikan) HALELUYA HALELUYA HALELUYA
L :Kita berdoa! Ya Yesus Kristus, Tuhan dari orang yang hidup dan yang mati. Hidup atau mati kami adalah milikMu. Walaupun kami berjalan di bawah lembah kekelaman, kami tidak gentar, karena Engkau menyertai kami; maut atau kubur tidak dapat lagi menahan kami, karena Engkaulah Tuhan yang menyelamatkan kami. Kini kami datang memohon kepadaMu: kami menyerahkan roh dan tubuh kami karena hidup atau mati Engkaulah yang empunya kami. Tuntun dan tolonglah kami dengan pengorbananMu, supaya kami memperoleh hidup yang kekal. Amin.
————jemaat duduk—-

02. Nyanyian BN HKBP 535:1,3 “Kematian Itu Jalan” BL. 183
1 Kematian itu jalan mau ke rumah Bapaku. Aku menuju ke sana, agar jumpa Tuhanku. Walau aku berupaya menghindari ajalku. Suatu saat pasti tiba, ku menghadap Tuhanku.

3 Bila Yesus peganganku, tentram damai hatiku. ‘Kumengingat handai tolan yang telah bersama-Nya. Mereka bersama Yesus dalam rumah Bapaku. Juga beserta malaikat menyanyikan pujian.

03. HUKUM TAURAT:
L :Dengarlah hukum Tuhan, yang tertulis dalam Galatia 6:9-10 ” Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”. Marilah kita meminta kekuatan dari Allah untuk melakukan yang sesuai dengan hukumNya.
J :Ya Tuhan Allah, kuatkanlah kami melakukan yang sesuai dengan hukumMu, Amin

04. KOOR:

05. Nyanyian BN HKBP. No. 677:3-4 “Dengan Lembut Tuhan Yesus”

3 Hidup manusia cepatlah berlalu, hidupku dan hidupmu. Dan kematian selalu mengancam, mengancam aku dan kau. Ref: Kembali datanglah, hai yang lelah mari datanglah. Dengan lembut Tuhan Yesus memanggil, hai yang sesat datanglah.
jemaat berdiri

4 Sungguh ajaib janji kasih setiaNya kepada aku dan kau. Yesus ampuni orang yang berdosa, seperti aku dan kau. Ref: Kembali datanglah…d.s..t

06. PENGAKUAN DOSA:
L :Di saat kita tiba pada akhir tahun gerejawi ini, marilah kita merenungkan: sudahkah hidup kita sepenuhnya kita serahkan pada kuasa Tuhan yang kekal itu? Karena itu di dalam kerendahan hati, marilah kita mengaku dosa di hadapan Tuhan, kita berdoa. Ya Tuhan Allah yang Mahakuasa dan Mahapengasih, Bapa Tuhan Yesus Kristus Sumber kehidupan kami.

J :Kami orang yang hina dan bercela ini, datang ke hadapanMu mengaku segala dosa dan kejahatan kami.

L :Tuhan telah mengangkat kami dari kuasa kegelapan ke dalam kuasa KerajaanMu yang kekal di dalam Yesus Kristus (Yoh 3:16), dan telah menjadikan kami menjadi ciptaan baru di dalam Dia, sehingga kami dimampukan melakukan hal-hal yang baik (Eps 2:10)

J : Namun terkadang dalam kehidupan ini, kami belum sepenuhnya kokoh mempertahankan perbuatan yang baik, sebaliknya kami cenderung abai karena desakan kebutuhan hidup sehari-hari.

L :Tuhan, tolonglah kami agar kami dapat bertobat dan meninggalkan segala kejahatan kami, karena Tuhan Yesus Anak Allah yang tunggal, dan karena namaMu yang kudus itu. Ya Tuhan Allah, kasihanilah kami orang berdosa ini. Amin.

J : (menyanyikan) BN. No. 686:3”Ku Bercela di DepanMu”
Dengan belas kasihanMu kini ku datang padaMu. T’lah Kau kuduskan jiwaku Ya Anak Domba Allahku.

L : Janji Tuhan tentang pengampunan dosa: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Kemuliaan bagi allah di tempat yang Mahatinggi
J : Amin // jemaat duduk

07. KOOR:

08. Nyanyian BN HKBP. No. 337:7-8 “Jika Kau Ingin Bahagia”BL. 79
7 Yesus Kau-lah yang menanggung menderita karna banyak dosaku. Aku tidak akan takut Tuhan akan membangkitkan diriku.

8 Baik di bumi dan di surga Kau-lah Tuhan yang mulia s’lamanya. Yesus Kau-lah kehidupan ke Surga-Mu sambutlah aku serta.

09. EPISTEL:
L : Firman Tuhan yang ditetapkan untuk hari Minggu ini tertulis dalam Wahyu 7:9-17: Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak 1 yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, b berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

J :Dan dengan suara nyaring mereka berseru: “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!”

L :Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua g dan keempat makhluk h itu; mereka tersungkur i di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,

J :sambil berkata: “Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!

L :Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: “Siapakah mereka yang memakai jubah putih k itu dan dari manakah mereka datang?”

J : Maka kataku kepadanya: “Tuanku, tuan mengetahuinya.” Lalu ia berkata kepadaku: “Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar 2 ; dan mereka telah mencuci jubah l mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

L :Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah n dan melayani Dia o siang malam di Bait Suci-Nya. p Dan Ia yang duduk di atas takhta q itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.

J : Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga s lagi, dan matahari atau panas terik t tidak akan menimpa mereka lagi.

L :Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan u mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. v Dan Allah akan menghapus segala air mata 3 dari mata mereka. Demikian Firman Tuhan. Berbahagialah orang yang mendengar Firman Allah serta memeliharanya. Amin

10. KOOR:
11. Nyanyian BN HKBP. No. 344:1,3 “ Siapa Yang Bersama Allah” BL. 84
1. Siapa yang bersama Allah duduk mendampingi-Nya. Semuanya bermahkota bercahaya wajahnya. Menyanyikan nama-Nya dengan kidung yang megah
……..jemaat berdiri
3. Orang yang t’lah menderita pada masa hidupnya. Kar’na iman percayanya pada Yesus Tuhannya. Jadi orang yang mulia, untuk s’lama-lamanya.

12. PENGAKUAN IMAN:
L : Marilah kita mengaku iman percaya kita, sebagaimana saudara-saudara seiman di seluruh dunia, kita bersama-sama mengucapkannya:

J : Aku percaya kepada Allah…. dst…..Amin…….
—jemaat duduk—-
13. WARTA JEMAAT

14. KOOR:

15. MENGENANG ORANG YANG MENINGGAL:(P=Pendeta)

P : Saat ini kita tiba pada acara mengenang orang yang telah meninggal di jemaat kita, pada satu tahun gerejawi: tgl 26 Nopember 2017-24 Nopember 2018. Marilah kita bernyanyi:

J : (menyanyikan) BN HKBP No. 334:1,3 ”Tiap orang harus mati” BL. 186

1. Tiap orang harus mati bagai bunga adanya. Pagi hari masih indah, sore gugur akhirnya. Tiada daging yang abadi, harus mati bangkit lagi. Hanya orang beriman, masuk surge yang kekal.

3. Yesus Kristus sudah mati, namun hidup kembali. Walau aku akan mati, takutku tiada lagi. Bagai seorang musafir, bahagia saat kembali ke rumah idamannya, rumah Tuhan yang baka.

P : Marilah kita mendengar Pengakuan iman HKBP tentang mengenang yang meninggal. Gereja menyelenggarakan peringatan bagi orang yang meninggal untuk menyadarkan iman kita supaya kita mengingat akan akhir hidup kita sendiri serta meneguhkan pengharapan akan kemenangan Kristus mengalahkan kematian, demikian juga pengharapan akan kerajaan sorga sebagai tujuan jiwa – roh kita dan persekutuan orang percaya dengan Tuhan Allah hingga kedatangan Yesus Kristus yang kedua-kali.

J : INGATKANLAH KAMI KAMI YA TUHAN AKAN AKHIR HIDUP KAMI, DAN AJARLAH KAMI UNTUK MENGHITUNG HARI-HARI YANG TUHAN BERIKAN, AGAR KAMI BEROLEH HATI YANG BIJAKSANA

P : Saudara-saudara kita yang telah meninggal dunia pada satu tahun gerejawi ini adalah: (nama-nama orang yg telah meninggal dibacakan: 1. ………….dst)

Setelah dibacakan, jemaat berdiri dan hening—elekton manyanyikan KJ.368:1; lembut-halus———-

P : Firman Tuhan menegaskan: Jika kita percaya bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia (1 Tess.4:14). Kita kelak akan berjumpa dengan saudara seiman di sorga cemerlang.

J : (menyanyikan) BN HKBP No 347:1,3 “Kelak akan Berjumpa” BL. 11
1. Kelak akan berjumpa saudara seiman. Di saat kita tiba di Surga yang kekal, di Surga yang kekal, di surge yang kekal
3. Kelak akan berjumpa seluruh umatNya. Di sisi Allah Bapa, saat kita menang, saat kita menang, saat kita menang.

16. DOA SYAFAAT ( oleh: pembaca warta)
(selesai doa syafaat, jemaat duduk kembali)

17. Koor:

18. Nyanyian BN.No. 266:1—“Surgalah Tujuanmu” BL. 151 (Persembahan II)
Surgalah tujuanmu jangan berhenti. Kerinduan hatimu ‘kan kau temui. Di dunia semuanya yang fana tiada yang sempurna di dunia.

instrument – musik……

Surgalah tujuanmu pandanglah terus. Pagi siang malampun berjagalah t’rus. Berdoalah bertekun dalam iman bila ingin bahagia dalam Tuhan.

instrument – musik……

Surgalah tujuanmu t’rus berharaplah. Walau kini hidupmu miskin dan papa. Percayalah jangan bimbang dan gentar, tersedia bagimu hidup kekal.

instrument – musik……

Surgalah tujuanmu marilah seg’ra. Yang setia dan tekun pada Tuhannya. Hai bangkitlah lawan hasrat dunia ikutlah menderita bertahanlah.

instrument – musik……

Surgalah tujuanmu rumah Tuhanmu. Kristus mati untukmu hapus dosamu. Berjalanlah dari lembah sengsara masuk surga bahagia selamanya.

instrument – musik……

Surgalah tujuanmu ke masa depan. Bahkan kematianmu pintu ke Surga. Hai lihatlah akhir perjalananmu, rumah Allah Tuhanmu Surga kelak.

instrument – musik……

Surgalah tujuanmu tempat bahagia. Bernyanyi dengan merdu, semua yaang menang Haleluya itulah nyanyiannya bagi Yesus Pemenang, Haleluya.

19. KOTBAH: Daniel 7:9-14

instrument – musik……

20. Nyanyian BN No. 539:1—“Kunantikan Kau Tuhanku” BL. 371 (Persembahan II)
Kunantikan Kau Tuhanku aku merindukanMu. Datanglah Engkau Tuhanku memenuhi janjiMu. Ref: Dengan suara sorak-sorak umatMu menantikan. Datanglah seg’ra ya Tuhan Amin datanglah seg’ra.

instrument – musik……

Kesukaan yang ceria memenuhi hatiku. Mendengarkan suaraNya saat datang Tuhanku. Dengan suara sorak-sorak umatMu menantikan. Datanglah seg’ra ya Tuhan Amin datanglah seg’ra.

instrument – musik……

Jiwaku jangan terlena dengar yang memanggilmu. Jauh tinggi di angkasa Tuhanmu menyambutmu. Dengan suara sorak-sorai umatMu menantikan. Datanglah seg’ra ya Tuhan Amin datanglah seg’ra

instrument – musik……

Bila nanti Tuhan datang jangan meninggalkanku. Jangan sampai terlewatkan bawa aku sertaMu. Dengan suara sorak-sorak umatMu menantikan. Datanglah seg’ra ya Tuhan Amin datanglah seg’ra.

21. DOA :PERSEMBAHAN, MENGENANG ORANG YANG MENINGGAL, BAPA KAMI, BERKAT

Posted in barita duka cita, Kebaktian MingguTagged , ,

Tinggalkan Balasan