Hkrjati Renungan 26 Maret 2020

ALLAH TIDAK BERLAKU CURANG
Marilah menggunakan waktu sejenak hari ini untuk berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan, inspirasi dan motivasi bagi kita semua. Secara khusus menghadapi pergumulan dunia yg berat ini.

Kamis, 26/03/2020

Ayub 34:12 (TB) Sungguh, Allah tidak berlaku curang, Yang Mahakuasa tidak membengkokkan keadilan.

Job 34:12, 16 (RWV) Yea, surely God will not do wickedly, neither will the Almighty pervert judgment.
If now thou hast understanding, hear this: hearken to the voice of my words.

Curang adalah suatu sifat buruk yang tidak disukai siapapun. Biasanya curang sebutan seseorang mengambil keuntungan sendiri tanpa mengindahkan norma. Beban yang seharusnya dia tanggung dialihkan pada orang lain dan keuntungan orang lain diambilnya untuk dirinya sendiri dengan cara yang tidak fair. Perilaku curang biasanya selfish – ego, tak peduli orang lain, tidak taat pada aturan main dan semuanya dihalalkan untuk mencapai kepentingan sendiri.

Mengapa kata ini dipakai untuk menjelaskan kisah Ayub? Apakah kita masih meragukan kasih dan keadilan Tuhan? Allah tidak curang Dia adil dalam segala tindakannya.

Penyataan ini muncul karena ada pendangan teologis tertentu yang keliru, yakni ‘teodisi’. Jika seseorang baik maka Tuhan akan mendatangkan kebaikan dan tidak mungkin lagi orang baik ditimpa kemalangan. Pandangan ini memahami Tuhan itu baik dan akan membalaskan kebaiakan bagi orang berbuat baik. Kedua, penderitaan dianggap sebagai hukum, tindakan Allah atas kejahatan/kesalahan seseorang. Karena Allah baik maka tak mungkin Allah keliru membuat keputusan sampai mendatangkan kesengsaraan pada orang baik seperti Ayub.

Dasar pemikiran ini ada pada sahabat-sahabat Ayub, yang bersemangat untuk membela Tuhan dan menyalahkan Ayub. Anjuran sahabat Ayub ini adalah agar Ayub mengaku salah dan berobat. Ayub tak berteeima dalam hal ini. Sekalipun Ayub menyadari tak mungkin berperkara dengan Tuhan, namun jika karena perbuatannya tak mungkin penderitaan seberat itu datang.

Kalau tidak pernah tidak pernah keliru dalam membuat keputusan kenapa begitu berat derita Ayub? Ayub membela diri bahwa semua penderitaan yang dialami bukanlah atas kesalahan sendiri. Ayub bersedia diperiksa, dan kalau Ayub dipersalahkan dalam segala penderitaannya justru Ayub tidak berterima dan bersedia diadili dihadapan Tuhan.

Kalau bukan kesalahan Ayub, kenapa dia mengalami semua pendeeitaan ini? Apakah Allah curang, atau salah m3mbuat keputusan sehingga orang baik yang satu ini menderita? Dimana keadilan Tuhan? Bukankah adil itu adalah setiap orang menerima buah dari pekerjaanNya? Ayub benar dan tak bersalah dihadapan Tuhan namun mengapa menderita?

Inilah pengajaran dari kitab Ayub. Penderitaan yang dialami orang benar bukanlah sebagai hukuman. Ada kalanya orang baik mengalami penderitaan demi maksud Allah. Seperti Ayub, penderitaannya adalah menjadi kesaksian bagi ber-millyard orang dan hidupnya menjadi kesaksian yang meneguhkan.

Sahabat yang baik hati! Ingatlah Tuhan itu adil. Jika ada penderitaan yang kita alami, padahal kita sudah berusaha melakukan yang terbaik bagi Tuhan. Tuhan tidak pernah berlaku curang, tindakanNya melebihi dari apa yang dipikirkan manusia. Keadilan Tuhan bukan selamanya dalam arus logika, Allah tidak bekerja mendatangkan kebaikan dari pengalaman baik. Allah dapat juga berkarya lewat penderitaan yang dialami orang percaya.

Tuhan memberkati amang/inang dengan melimpahkan segala kebaikan dalam hidup saudara. Kiranya Tuhan menganugerahkan kekuatan dan kesehatan bagi kita. Amin.


Salam sehat : Pdt. Samuel Sitompul
Bapak ibu warga jemaat HKBP Kramat jati.
⁃ Tetaplah berdoa untuk kesembuhan dunia ini. Dan berdoa utk orang yg terkena suspec C19
⁃ Berdoa untuk tenaga medis, dokter dan perawat agar Tuhan memberi kekuatan
⁃ Berdoalah buat pemerintah
⁃ Berdoalah buat para pelaku ekonomi kecil, pedagang di pasar, supir, tukang tambal, tukang bengkel dll
⁃ Tetaplah berdoa utk aparat keamanan.
⁃ Silahkan di share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.