ETIKA BERIBADAH DAN PERSIAPAN

 

  • LAKUKANLAH SAAT TEDUH SEBELUM MEMULAI IBADAH, DENGAN BERDOA MEMOHON PIMPINAN ROH KUDUS MENYERTAI IBADAH MINGGU
  • MEMBACA ALKITAB, NATS SESUAI IBADAH MINGGU
  • SALING MENJAGA KETERTIBAN, KENYAMANAN BERIBADAH.

 

ETIKA BERIBADAH, dan Persiapan Saat Memasuki Ibadah Memuji Tuhan,

Etika beribadah Gereja Secara umum :

“SEBAGAI UMAT YANG DIKASIHI ALLAH, BEGITU JUGA DENGAN KITA YANG PATUT MENGASIHI ALLAH, YANG TAKUT AKAN SEGALANYA TENTANG KEKUDUSAN ALLAH”

Wajib bagi kita untuk menghindari hal-hal yang tidak layak bagi sesama telebih bagi Tuhan, prilaku yang meresahkan, mengganggu, bahkan mengancam bagi kehidupan sesama, terlebih untuk tetap menjaga prilaku kita tetap yang terbaik, pantas saat kita beribadah kepada Allah. Adapun himbauan bagi kita secara umum seperti berikut ;

  • Datang dengan sungguh ke Gereja untuk memuliakan Allah bersama-sama dengan orang seiman
  • Datang ke Gereja dengan sungguh, tanpa sengaja terlambat masuk saat ibadah sudah mulai.
  • Menjaga pribadinya yang sungguh beribadah kepada Tuhan, juga menjadi contoh bagi sesama.
  • Tidak sengaja membohongi sikapnya berpakaian yang tidak sopan saat ke Gereja.
  • Tidak sengaja membuat perhatian yang bersifat menggangu, sebelum atau sesaat ibadah berlangsung.
  • Saling menjaga ketertiban bagi sesama jemaat untuk tidak saling mengobrol.
  • Mempersembahkan persembahan kepada Tuhan dengan baik, dan tidak memaksa diri.
  • Tahu tentang apa yang benar dan baik, tetapi menghiraukan perlakuan yang baik dan benar;
    -Melakukan sesuatu yang menyebabkan / memudahkan orang lain jatuh dalam kesalahan / dosa;
    -Membenarkan diri dengan menyalahkan orang / pihak lain.
  • Etika Berpakaian Sopan dan Bersih, dan menggunakan alas kaki seperti sepatu, atau lebih persis jangan menggunakan seperti gambar berikut :

etika-berpakaian-saat-menghadap-tuhan

  • Atasan model offshoulder biasanya digunakan untuk ke pesta, dan akan kurang sopan apabila dikenakan ke gereja. Apalagi dengan potongan dada yang rendah. Juga tali bra yang seharusnya berfungsi sebagai pakaian dalam, malah ditampilkan di luar. Pundak dan bahu tertutup adalah pakaian yang sopan.
  • Tank top atau blouse U can C, apapun alasan pemakaiannya sangatlah tidak tepat dikenakan ke gereja. Jika tetap akan dikenakan, lebih baik bila dikombinasikan dengan bolero, blazer, cardigan, selendang, atau scarf.
  • Apabila akan menggunakan atasan dengan lubang di punggung dan tanpa lengan, atau baju dengan potongan dada rendah sebaiknya mengenakan scarf. Termasuk di sini pakaian di dalam pesta perkawinan hendaknya dibedakan dengan pakaian mempelai saat pemberkatan pernikahan di gereja. Tentu pakaian mempelai ketika menerimakan sakramen suci juga dipilih yang layak / pantas dengan menghiraukan ketentuan diatas.
  • Celana hipster dengan atasan yang pendek, sehingga apabila berlutut atau duduk akan tampak bagian yang tidak layak dipertontonkan, tentulah sangat mengganggu orang yang ada di belakangnya.
  • Baju tipis (kain transparan) yang memamerkan bentuk dan warna pakaian dalam, tidak layak untuk dipertontonkan di gereja.
  • Bawahan yang pantas dipakai disarankan di bawah lutut, atau sekurang-kurangnya menyentuh lutut.
  • Celana pendek tidak dikenakan kecuali oleh anak kecil. Namun adalah sangat mulia jikalau sejak kecil anak dilatihkan untuk memakai celana panjang saat pergi menghadap Tuhan di gereja.
  • Sandal japit sudah menjadi pemahaman umum bukanlah alas kaki yang pantas untuk ke gereja.
  • Topi yang tidak dimaksudkan dibuat untuk peribatan hendaknya jangan dipakai di dalam gereja.
  • HP sebaiknya dimatikan saat misa berlangsung. Tidak pada tempatnya menerima telepon, ber-SMS, apalagi bermain games dalam gereja.
  • Tempat altar bukan merupakan area bebas gerak, baik saat ibadah maupun tidak dalam ibadah.
  • Tidak boleh menyampah digereja. kalau ada yang kelupaan harus ditegur, atau sampah dibawa saja keluar ke tempat sampah.
  • Untuk Acara perjamuan Kudus, Baptis, Sidi, Saat Pemberkatan, Wajib bagi jemaat agar lebih berhati-hati & menjaga diri untuk tetap tentram ibadah.

Masukan:

BETA HITA, SEPERTI YANG DI KUTIB PARHEHEON RN-HKBP TAHUN 2016 :

  1. TA PA JOLO MA SAHAT HITA DI GAREJA 10-MINUT ANDORANG MULAI PARMINGGUON,
  2. TA PA JOLO MA HITA MANGISI HUNDULAN NA DIJOLO,
  3. TA PARROHAHON MA ACARA NA DI PATUPA MINGGU SADARI I,
  4. TA PAINTOP HANDPHONE TA (ALAT KOMUNIKASI BERSUARA),
  5. TA PAHOHOM JALA TOMAN MA HITA DI HUNDULAN TA BE,
  6. TA PARADE JALA DENGGAN MA TA LOMPIT PELEANTA,
  7. TA PABOTOHON HIAN TU PARAGENDA MOLO ADONG KOOR / ENDE PUJIPUJIAN PUNGUAN,
  8. TA PAKKE MA RUANG IBU DAN ANAK MOLO ADONG NAMARHAPORLUAN TU SI,
  9. TA JALANG BE MA SALUHUTNA DUNG SIDUNG PARMINGGUON TA SADARI I,
  10. TA AMBOLONGHONMA SAMPAH TU DURU (INGANANNA) MOLO ADONG SAMPAH DI BAGAS NI TUHANTA.

Himbauan ini pernah di angkat sebelumnya dengan Himbauan “DENGGAN DO”

beta hita rnhkbp krjati

BETA HITA

Adalah Karya – PARHEHEON REMAJA, PRANAPOSO, DAN NAPOSO HKBP KRAMAT JATI 2016.


Himbauan Bagi Pengguna Kenderaan :

  • Tamu wajib lapor (Kunjungan Harian)
  • Mengikuti Aturan Petugas Keamanan / Security Gereja.
  • Membuka Kaca Mobil saat Masuk maupun keluar di area Gereja
  • Parkir dengan Marka Atau Mengikuti Aturan Petugas Sekuriti / Satpam area parkir.
  • Tidak menggunakan Rem Tangan Kenderaan Mobil,
  • Turut melancarkan Lalu-Lintas arah masuk-keluar area Gereja
  • Tidak meninggalkan Kunci, barang-barang berharga di kenderaan (bukan tanggung jawab petugas)

Beberapa Pandangan Lain dalam Sikap dan Etika Beribadah pada Tuhan

Sikap manusia normal dalam ajaran Gereja, seperti :

  • Sikap kasih (charity),
  • Sikap lalai (sin by omission),
  • Sikap salah (jahat, dosa atau sin / evil).  selengkapnya naca di bagian bawah 
  • Sikap inyoransia (ignorantia), artinya: sifat tidak menempatkan diri pada suatu keadaan / ruang.

ETIKA KRISTEN BERGEREJA YANG WAJIB DIJAGA.

(pandangan/)

Standart etika, dengan pemikiran yang sehat, baik, wajar dan selayaknya tentu dengan kemampuan kita yang tanpa mengada-ada saat menghadap Tuhan. menjaga tata kesopanan juga sebagai pemberi contoh bagi generasi muda.

Pada Ayat : Kejadian 12: 1-8. (baca)

Apakah ibadah Kristen itu ?

Dalam bahasa Inggris, istilah yang dipakai untuk “ibadah” adalah worship,
yang berasal dari kata Inggris kuno weorthscipe. Weorth /worthy berarti “layak”, dan scipe (=ship)
menunjukkan hormat.

ibadah / worship adalah suatu pemujian; pernyataan hormat kepada Allah yang dianggap layak disembah dengan kehikmatan memuji Tuhan.

Dalam bahasa Ibrani dipakai kata shachah yang berarti “menundukkan diri.”
Dalam bahasa Yunani digunakan kata proskuneo yang berarti menyembah

 

Ibadah Kristen apapun semestinya harus bersifat liturgis;

Dalam Perjanjian Lama, di kisahkan Abraham adalah seorang umat Tuhan yang membiasakan diri beribadah dengan penuh ketekunan.

Dalam perjalanan dari HARAN menuju tanah KANAAN pun, dia selalu mengisinya dengan ibadah kepada Tuhan yang diikuti oleh seluruh anggota keluarganya. Ketika dia sampai di BETEL, selain mendirikan kemah, Abraham pun mendirikan MEZBAH yang dia pakai untuk beribadah kepada Tuhan.

Abraham melibatkan seluruh anggota keluarganya untuk ikut dalam ibadah.
Dan dalam Ibadah yang dilakukan oleh Abraham dan seluruh anggota keluarganya, terjadi interaksi antara Tuhan, Abraham dan keluarganya.

Di setiap Minggu persekutuan dengan saudara seiman. Kita berdoa dan memuji nama Tuhan, serta menyembahNya. Kita juga mendengar serta menggumuli Firman Tuhan yang disampaikan melalui perantara hambaNya.
Kepada kita juga diberikan kesempatan untuk berperanan aktif di dalam ibadah tersebut, salah satunya adalah dengan memberikan
persembahan, mempersembahkan talenta yang kita miliki melalui Puji-Pujian.
Semua hal itu dapat kita lakukan ketika kita beribadah kepada Tuhan di gereja.

Dari sini pula kita dapat mengambil kesimpulan, sejatinya Hakekat Ibadah adalah kesempatan bagi kita untuk
memberikan diri kita kepada Tuhan dalam sebuah perjumpaan rohani.

Tentu mewujudkan ibadah yang benar memerlukan banyak aspek pendukung. Kekhidmatan ibadah, liturgi yang baik, serta puji-pujian
yang semarak merupakan beberapa aspek yang harus diperhatikan. Namun yang juga tak kalah penting adalah, masing-masing umat
yang akan datang beribadah harus memiliki motivasi yang benar serta mempersiapkan diri dengan baik sebelum datang dalam ibadah.
Dengan demikian ibadah itu sendiri akan menjadi berkat bagi dirinya serta kehadirannya dalam ibadah tersebut dapat membawa berkat bagi sesama.

link; johanesokapurwanto.blogspot.co.id/2010/08/etika-beribadah.html

“INYORANSIA” (ignorantia), artinya: ketidakmampuan membedakan dalam menempatkan diri pada suatu keadaan / ruang. Misalnya, tidak tahu membedakan antara: ruang publik dan ruang privat, urusan bisnis dan pelayanan, urusan beribadah dan rekreasi, ekaristi dan hiburan, terhadap orang tua dan terhadap teman, terhadap Tuhan dan terhadap manusia, dan sebagainya.

Terhadap gejala tersebut ada orang yang berpendapat bahwa itu merupakan tanda (sinyal) memudarnya peran orangtua sebagai pembentuk kepribadian anak, ada yang berpendapat bahwa institusi pendidikan yang semakin pragmatis dan materialistis, ada juga yang berpendapat bahwa budaya sensualisme telah meresapi semua aspek kehidupan, atau telah terjadi merosotnya penanaman nilai dalam institusi keagamaan.

Gereja adalah bait kudus. Dari kata Ibrani ‘Qadosh’, artinya dikhususkan, bukan hal yang generik disama-ratakan dengan tempat lain pada umumnya. Ruang kudus berarti ruang itu memang disepakati dan difungsikan sebagai KHUSUS bagi Tuhan, sehingga segala peralatan dan perilaku dan penampilan juga disiapkan secara khusus.

Yang termasuk sikap kasih adalah:
a. mengatakan / melakukan kebenaran demi keselamatan, sukacita dan kesejahteraan;
b. mengingatkan sesama agar melakukan apa yang benar dan berkenan bagi Tuhan;
c. mewartakan ajaran iman agar sesama menjadi orang katolik yang lebih baik;
d. menolong sesama agar mereka semakin menghormati, mengalami sukacita dan mencintai Tuhan.

Yang termasuk sikap jahat / salah adalah:
a. menyalahkan orang lain karena merasa senang / bangga jikalau dapat menyalahkan;
b. dengan sengaja: tahu, mau dan sadar melakukan sesuatu yang berlawanan dengan ketentuan yang berlaku;
c. menghalang-halangi orang lain untuk mengalami kebenaran, sukacita dan kasih Tuhan.

Yang termasuk dosa kelalaian (sin by omission) adalah:
a. tahu tentang apa yang benar dan baik, tetapi memilih untuk tidak melakukan yang baik dan benar;
b. melakukan sesuatu yang menyebabkan / memudahkan orang lain jatuh dalam kesalahan / dosa;
c. membenarkan diri dengan menyalahkan orang / pihak lain

  • Atasan model offshoulder biasanya digunakan untuk ke pesta, dan akan kurang sopan apabila dikenakan ke gereja. Apalagi dengan potongan dada yang rendah. Juga tali bra yang seharusnya berfungsi sebagai pakaian dalam, malah ditampilkan di luar. Pundak dan bahu tertutup adalah pakaian yang sopan.
  • Tank top atau blouse U can C, apapun alasan pemakaiannya sangatlah tidak tepat dikenakan ke gereja. Jika tetap akan dikenakan, lebih baik bila dikombinasikan dengan bolero, blazer, cardigan, selendang, atau scarf.
  • Apabila akan menggunakan atasan dengan lubang di punggung dan tanpa lengan, atau baju dengan potongan dada rendah sebaiknya mengenakan scarf. Termasuk di sini pakaian di dalam pesta perkawinan hendaknya dibedakan dengan pakaian mempelai saat pemberkatan pernikahan di gereja. Tentu pakaian mempelai ketika menerimakan sakramen suci juga dipilih yang layak / pantas dengan menghiraukan ketentuan diatas.

4. Celana hipster dengan atasan yang pendek, sehingga apabila berlutut atau duduk akan tampak bagian yang tidak layak dipertontonkan, tentulah sangat mengganggu orang yang ada di belakangnya.

5. Baju tipis (kain transparan) yang memamerkan bentuk dan warna pakaian dalam, tidak layak untuk dipertontonkan di gereja.

6. Bawahan yang pantas dipakai disarankan di bawah lutut, atau sekurang-kurangnya menyentuh lutut.

7. Celana pendek tidak dikenakan kecuali oleh anak kecil. Namun adalah sangat mulia jikalau sejak kecil anak dilatihkan untuk memakai celana panjang saat pergi menghadap Tuhan di gereja.

8. Sandal japit sudah menjadi pemahaman umum bukanlah alas kaki yang pantas untuk ke gereja.

9. Topi yang tidak dimaksudkan dibuat untuk peribatan hendaknya tidak dipakai di dalam gereja.

10. HP sebaiknya dimatikan saat misa berlangsung. Tidak pada tempatnya menerima telepon, ber-SMS, apalagi bermain games dalam gereja.
11. Tempat untuk bersujud bukan merupakan alas untuk sepatu dan sandal.

 link : indocell.net /yesaya /pustaka2