Kramat Jati

annual agenda church altar cloth

WARNA KAIN ALTAR

AGENDA TAHUNAN, WARNA KAIN ALTAR MENURUT NAMA MINGGU

“annual agenda church altar cloth


  • EPHIPANIAS I-III = KAIN PUTIH BULAN JANUARI ( setelah Epihanias i,ii,iii )
  • EPHIPANIAS IV = KAIN HIJAU BULAN JANUARI (setelah Epihanias iv )
  • EPHIPANIAS V = KAIN PUTIH FEBRUARI (setelah Epihanias v )
  • SETUAGESIMA = KAIN HIJAU  – FEBRUARI ( 70 HARI SEBELUM KEBANGKITAN )
  • SEXAGESIMA = KAIN HIJAU – FEBRUARI ( 60 HARI SEBELUM KEBANGKITAN )
  • ESTOMIHI = KAIN HIJAU – FEBRUARI (PSALMEN 31;3b )
  • INVOCAVIT = KAIN HIJAU – MARET ( PSALMEN 91;15a)
  • REMINISCERE = KAIN VIOLET  – MARET ( PSALMEN 25;6)
  • OKULI = KAIN VIOLET  – MARET (PSALMEN 25;15a )
  • LETARE = KAIN VIOLET  – MARET (JESAYA 66;10a )
  • JUDIKA = KAIN VIOLET – APRIL ( PSALMEN 43;1a )
  • PALMARUM  / MAREMARE = KAIN VIOLET – APRIL ( palem )
  • JUMAT AGUNG = KAIN HITAM – APRIL ( Hari Wafat ISA ALMASIH)
  • PASHAK I = KAIN PUTIH – APRIL ( Kebangkitan Kristus dari maut / minggu subuh)
  • PASKAH II = KAIN PUTIH – APRIL  (Pesta II – Kebangkitan)
  • QUASIMODOGENITI = KAIN PUTIH – APRIL (1 PETRUS 2;2 )
  • MISERIKORDIAS DOMINI = KAIN PUTIH – APRIL ( PSALMEN 33;5b)
  • JUBILATE = KAIN PUTIH – MEI (PSALMEN 66;1 )
  • KANTATE = KAIN PUTIH – PSALMEN 98;1
  • ROGATE = KAIN PUTIH – PSALMEN 66;20
  • HARI KENAIKAN KRISTUS – KAIN PUTIH
  • EXAUDI = KAIN PUTIH – PSALMEN 27;7
  • PENTAKOSTA I = KAIN MERAH – PESTA I
  • PENTAKOSTA II = KAIN MERAH – PESTA II
  • TRINITATIS – KAIN HIJAU – MINGGU UEM
  • I SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU
  • II SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU
  • III SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU
  • IV SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU – ( Tanggal 10-11 Juli Tahun HKBP )
  • V SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU
  • VI SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU
  • VII SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU
  • VIII SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU
  • IX SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU (17 AUGUSTUS HARI KEMERDEKAAN NKRI)
  • X SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU
  • XI SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU
  • XII SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU
  • XIII SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU
  • XIV SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU
  • XV SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU
  • XVI SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU ( HUT TNI, HUT HKBP  )
  • XVII SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU
  • XVIII SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU (HUT GKPA – SUMPAH PEMUDA)
  • XX SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU (PERINGATAN REFORMASI M.LUTHER 500/2017)
  • XXI SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU
  • XXII SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU
  • XXIII SETELAH TRINITATIS = KAIN HIJAU
  • UJUNG TAHUN JEMAAT = KAIN HITAM (HARI PERINGATAN JEMAAT YANG SUDAH MENINGGAL), HARI HIV SEDUNIA
  • ADVENT I = KAIN VIOLET
  • ADVENT II = KAIN VIOLET
  • ADVENT III = KAIN VIOLET
  • ADVENT IV  = KAIN VIOLET
  • NATAL I = 25 DESEMBER = KAIN PUTIH
  • NATAL II = 26 DESEMBER = KAIN PUTIH
  • 31 DESEMBER = KAIN PUTIH – UJUNG TAHUN – SETELAH KELAHIRAN MESIAS

**Hari-Hari Besar Gerejawi**
Posted in ArtikelTagged , ,

Barita sosialisasi amnesti pajak

Barita Sosialisasi amnesti pajak ,

Sejak program pengampunan pajak atau tax amnesty digulirkan dua bulan lalu, sosialisasinya telah berlangsung hampir ke semua arah.
Termasuk menyasar anggota jemaat gereja. Walaupun belum ada data berapa banyak gereja yang menyelenggarakan upaya sosialisasi ini,
tetapi jumlahnya diperkirakan terus bertambah. Continue reading “Barita sosialisasi amnesti pajak”

Posted in Artikel

ibadah minggu keluarga

IBADAH KELUARGA,

MINGGU 11 SEPT 2016 GEREJA HKBP KRAMAT JATI RESSIORT KRAMAT JATI

01. MARI MASUK MARI MASUK, MASUK HATIKU YA YESUS
MASUK SEGERA DAN TINGGALAH DALM HATIKU
INTO MY HEART INTO MY HEART, COMING TO MY HEART LORD JESUS
COMING TODAY, COMING TODAY, COMING TO MY HEART LORD YESUS

02. PANGGILAN BERIBADAH (L:LITURGIS / J:JEMAAT)
(RESPONSORIA…)

03. NYANYIAN KJ. 322 1-3
TERANG MATAHARI (INFOCUS)

04. VOTUM :

05. BN HKBP 186: 1-2 (INFOCUS)

06. HUKUM TAURAT ;

07. BN HKBP 174 1+4 (INFOCUS)

08. TANGIANG / DO’A PENGAKUAN DOSA,
– “MUSIK INSTRUMENT – SEJAUH TIMUR DARI BARAT”
– BE. 182 ;3+4

09. KC 222 ; 1-2

10. EPISTEL KITAB MAZMUR 51;1-10

11. NYAYIAN PUJIAN “BILA KAU RASA GELISAH”

12. PENGAKUAN IMAN RASULI

13. WARTA :

14. BN / BUKU NYANYIAN HKBP 518 : 1….dst
– PERSEMBAHAN

15. KOTBAH 1 TIMOTIUS 1:12-17

16. PKJ 153 : 1…dst
– PERSEMBAHAN

17. PENGUTUSAN KEPADA HIDUP SEHARI-HARI
– PKJ 270.

18. DOA PERSEMBAHAN DOA BAPA KAMI, DOA BERKAH.


“selagi ada waktu, mari dan mari berkarya bagi Tuhan !
Sampai bertemu di Ibadah Minggu, Gereja HKBP Kramat Jati

ibadah keluarga gereja hkbp kramat jati

 

keluarga yang beribadah pada Tuhan

hkbp kramat jati
hkbp kramat jati

 

 

keluarga yang beribadah kepada TUhan

Posted in Artikel, Kebaktian Minggu, PHD Harian

Meminta Maaf

Ada seorang murid bertanya kepada Gurunya. ”Guru, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku
jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?””Bukan! Aku berkata kepadamu:
Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali,” jawab Sang Guru.Intinya, kita sebagai manusia, bersaudara antara satu dan yang lainnya. Dan kita diberi kewajiban untuk bisa
memaafkan secara tulus, tanpa syarat, tanpa batas.
Tujuh puluh kali tujuh kali bukan berarti memaafkan sejumlah 490 kali.
Mana ada orang yang sempat mencatat mengkalkulasi “meminta maaf”.Perihal memaafkan rupanya multidimensi. Kadang simpel, Sering ruwet, maaf-memaafkan selalu terbungkus dalam situasi
kondisi yang bervariasi. Terlepas dari kompleksitas relasi dan konflik antarmanusia, memaafkan adalah pekerjaan mutlak.
Ya mutlak, sebab kita sendiri pun diberi maaf dan ampunan tiada batas oleh Sang Khalik. Masa iya kita tidak memaafkan,
kok sombong amat?Anyway, memaafkan itu bagaimana sih?Ada yang berpendapat, memaafkan itu proses bersama putaran waktu, seiring waktu yang berlalu,
kesalahan kemarin terlupakan dan itu artinya sudah memaafkan.
Kita memercayakan proses memaafkan pada waktu. Asal tak diungkit-ungkit, asal kita fokus pada hal-hal lain,
kasus kemarin clear. ”Biar waktu menghapus jejakmu,”begitu kata Peter Pan. Betulkah?

Ada pula yang bilang kalau memaafkan itu merelakan setiap kerugian (baik moril mau pun materi) yang dialami
gara-gara perbuatan seseorang pada masa lalu. Kemudian diikuti dengan memasang stategi dan antisipasi terhadap orang
yang sama agar kita tak lagi dibuat rugi. Secara gamblang, kita pasang kecurigaan dan prasangka jahat kepada orang tersebut.
Begitukah?

Lain lagi berargumen, memaafkan itu menganggap apa yang terjadi pada masa lalu tidak pernah ada dan menatap masa depan
dengan pikiran positif terhadap orang yang sama. ”Mulai dari nol,” seperti yang diucapkan petugas di SPBU.
Tidak ada prasangka, tidak ada kepahitan. Iyakah?

Ketika kita disakiti, ibaratnya kulit kita disayat pisau. Dan pekerjaan memaafkan adalah untuk merawat
dan menyembuhkan luka itu. Kalau hanya dibiarkan, luka bisa saja infeksi. Kalau dirawat seadanya, bisa sembuh,
tetapi berbekas. Kalau dirawat serius, lukanya sembuh, bekasnya juga hilang.

Memaafkan memang butuh waktu, tetapi tak bergantung pada waktu.
Memaafkan itu keputusan aktif. Terkadang bukan hal yg mudah. Butuh banyak syarat dan perjuangan ekstra.
Kelapangan hati. Kerendahan hati. Ketelatenan diri. And so many more.
Untuk bisa menyentuh level termurni dari memaafkan, semua hal baik dalam diri kita mesti di-upgrade.

Bagaimana? Mari tetap belajar untuk bisa memaafkan, memaafkan juga sama halnya untuk memulihkan kehidupan juga.

Arsip: Shan-Mosdy


 


Maaf merupakan bahagian dari “Kasih” yang hilang atau bahkan lupa dalam penerapan kehidupan sehari-hari, lah kog bisa lupa ? iya pastinya manusia tidak luput dengan gaya ketidak sempurnaannya maka dari itu keluarga, sahabat, dan temanlah yang bisa sama-sama saling mengerti mengingatkan hal itu kepada seseorang atau beberapa ortang yang sedang bermasalah, tentu dengan cara-cara kasih juga. memaafkan sebagai pemulihan hidup yang benar Meminta maaf bukan barang mahal, tapi banyak juga yang meminta maaf tanpa sadar kemudian hari membuka borok lama Maaf berarti pemulihan hidup dalam kondisi baru, tanpa mengingat kembali akan kesalahan masa lampau apapun bentuknya saat setelah kata saling memaafkan itu benar adanya.


PANDANGAN DALAM KASIH (ALKITAB / BIBLE) . . . “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” ~ Matius 22:34-40 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat ~ 1 Yohanes 5:3 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. ~ 1 Korintus 13:1-3 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. ~ 1 Korintus 13:8 Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan, ~ Ulangan: 7:9 Langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya, tetapi orang-orang fasik akan mati binasa dalam kegelapan, sebab bukan oleh karena kekuatannya sendiri seseorang berkuasa. ~ Samuel 2:9 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. ~ 1 Tawarikh 16:34 Siapa menahan kasih sayang terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang Mahakuasa. ~ Ayub 6:14 Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya. ~ Mazmur 25:10 Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung. ~ Mazmur 31:23 Banyak kesakitan diderita orang fasik, tetapi orang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia. ~ Mazmur 32:10 Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, ~ Mazmur 33:18 sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan. ~ Mazmur 37:28 Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela. ~ Mazmur 84:11 Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik. ~ Mazmur 97:10 Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun. ~ Mazmur 100:5 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. ~ Mazmur 103:8 Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, ~ Mazmur 103:17 Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya. ~ Mazmur 116:15 Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya. Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Iapun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya. ~ Amsal 3:33-34 Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran. ~ Amsal 10:12 Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita. ~ Amsal 14:21 Tidak sesatkah orang yang merencanakan kejahatan? Tetapi yang merencanakan hal yang baik memperoleh kasih dan setia. ~ Amsal 14:22 Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia. ~ Amsal 14:31 Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian. ~ Amsal 15:17 Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan. ~ Amsal 16:6 Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangki perkara, menceraikan sahabat yang karib. ~ Amsal 17:9 Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. ~ Amsal 17:17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. ~ Amsal 19:17 Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan. ~ Amsal 21:21 Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas. ~ Amsal 22:1 Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi. ~ Amsal 27:5 Orang yang memperbanyak hartanya dengan riba dan bunga uang, mengumpulkan itu untuk orang-orang yang mempunyai belas kasihan kepada orang-orang lemah. ~ Amsal 28:8 Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari. ~ Pengkhotbah 9:9 “Engkau ini harus berbalik kepada Allahmu, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikanlah Allahmu senantiasa.” ~ Hosea 12:6 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. ~ Roma 12:9 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat. ~ Roma 13:10 Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat ~ Lukas 6:34-35 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya ~ Efesus 5:25 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya. ~ Efesus 5:33 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan ~ Kolose 3:13-14 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang. ~ Kolose 4:6 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. ~ 1 Timotius 6:10-11 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. ~ Ibrani 10:24 Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman. ~ Yakobus 2:13 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. ~ 1 Petrus 4:7-8 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. ~ 2 Petrus 1:5-7 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. ~ 1 Yohanes 2:15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? ~ 1 Yohanes 3:15-17 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. ~ 1 Yohanes 4:7-8 Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya. ~ 2 Yohanes 1:6 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. ~ Yudas 1:21 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu ~ 1 Korintus 13:4-7 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu ~ Matius 5:43-44 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. ~ Yohanes 15:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. ~ Korintus 13:13 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. ~ Yohanes 3:16 link arsip from: ayat/ ayat alkitab tentang kasih


 


memaafkan sesama KASIH TERHADAP SESAMA MANUSIA DALAM ALKITAB, Syalom..sebagai orang kristen kita harus mengasihi sesama manusia seperti yang diajarkan Tuhan kita YESUS KRISTUS. Sebagai anak Tuhan kita mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah,yang bertolak dari Iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis”Orang benar akan hidup oleh iman. Dalam Alkitab terdapat 3 definisi kasih. 1.Kasih terhadap sesama yaitu philia. 2.Kasih terhadap Tuhan, yaitu agape. 3.Kasih yang didasarkan hawa nafsu, yaitu eros. Berikut sedikit ayat- ayat yang terdapat di dalam Alkitab yang bisa kita jadikan contoh dalam kehidupan kita sehari – hari yang mencermin kasih terhadap sesama seperti yang diajarkan Tuhan kita YESUS KRISTUS : Lukas 6:31 “Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka” Lukas 6:32 Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Matius 19:19.Hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Matius 5:37.Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. Matius 5:38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Matius 5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Matius 5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Matius 5:41 Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Matius 5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. Matius 5:47. Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Amsal 25:21 “Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air. Amsal 25:22 .Karena engkau akan menimbun bara api di atas kepalanya, dan TUHAN akan membalas itu kepadamu” Roma 12:19-21. “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Roma 12:20. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Roma 12:21. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalah kanlah kejahatan dengan kebaikan! Markus 9:40 Barang siapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Imamat 19:18 Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang- orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN. Yoh 4:7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Yoh 4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Yoh4:12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Yoh 4:20 Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barang siapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Yoh4:21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya. MATIUS 5:43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. MATIUS 5:44 .Tetapi aku berkata kepadamu : Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. MATIUS 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Matius 22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi ROMA 13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! YAKOBUS 2:8. Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci : “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”, kamu berbuat baik. MATIUS 18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Matius 18:22. Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Matius 6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Matius 6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” Efesus 4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. Matius 5:16:Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. link arsip from: gudang-pm www.hkbpkramatjati.com/ibadah-minggu/

The Lord Yesus 

taught us to forgive!
Posted in Artikel

menjadi murid ataukah hanya pendatang

KESETIAAN KEPADA YESUS KALA MENJADI PENGUNJUNG BIASA ”Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, isterinya, ibunya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan,
bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” (Luk. 14:26). Pernyataan Yesus itu lugas dan tegas; terkesan keras. Mengapa Dia melakukannya? Bagaimana jika para pendengar-Nya mutung? Untuk memahami tindakan-Nya, kita perlu menelaah konteksnya: ”Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.” (Luk. 14:25). Demikianlah faktanya: orang banyak mengikuti Yesus. Dan yang dimaksud Lukas dengan ”perjalanan-Nya” ialah perjalanan
ke Yerusalem tempat Yesus menuntaskan misi hidup-Nya: mati dan bangkit. Nah, persoalannya: apakah orang banyak itu setia mengikuti Yesus hingga Yerusalem? Apakah mereka tetap menjadi murid saat mengetahui Yesus sedang menyongsong
kematian-Nya? Demikianlah suasana yang menyelimuti konteks pernyataan tadi. Menjadi Murid Yesus menekankan hal ke-murid-an. Sang Guru membedakan antara ”yang datang” dan ”yang menjadi murid”. Yang datang belum tentu menjadi murid. Karena akan banyak yang datang. Itu dihargai. Tetapi, apakah mereka layak disebut murid ? Murid beda dengan pengunjung. Pengunjung datang dan pergi sewaktu-waktu. Kalau ada waktu datang, kalau nggak ada waktu, ya nanti saja! Semuanya tergantung mood, perasaan hati, dan situasional sifatnya.
Menjadi murid tidak tergantung mood, tidak tergantung perasaan hati, dan kekal sifatnya. Murid juga beda dengan simpatisan. Simpati, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berarti rasa kasih, rasa setuju, rasa suka, keikutsertaan merasakan perasaan orang lain. Ujung-ujungnya perasaan. Dan kita sulit mengharapkan komitmen simpatisan. Sebab perasaan manusia cenderung—bahkan senantiasa—berubah. Simpatisan partai akan menarik dukungannya jika ada partai lain yang dirasa lebih baik. Simpatisan mudah berubah pendapat karena perasaan manusia memang cenderung berubah. Yesus memanggil orang untuk tidak hanya menjadi pengunjung atau simpatisan, tetapi menjadi murid. Dan menjadi murid berarti membenci orang-orang terdekat, bahkan diri sendiri. Dalam gaya bicara orang Semit, menurut Rama Gianto, ungkapan ”membenci” biasa dipakai untuk menggambarkan sikap tidak memihak. Begitu pula ”mengasihi” maksudnya sama dengan berpihak. Para murid diingatkan agar tidak lagi memihak pada ikatan-ikatan kekerabatan atau mengikuti naluri menyelamatkan diri. Mereka harus menomorduakannya. Tuntutan Yesus jelas. Dia ingin semua hubungan keluarga dinomorduakan karena Allahlah yang menciptakan semua hubungan itu. Aneh bukan, jika kita menomorduakan Allah, yang mengaruniakan semua hubungan keluarga itu. Itu berarti, kita harus belajar mempertanggungjawabkan rencana penting dengan cara
matang. Hal menjadi murid bukanlah hikmat sesaat dan mudah berubah menurut keadaan. Orang harus memikirkannya secara matang—tak hanya keberanian memulai, tetapi juga
kemampuan meneruskan dan menerima konsekuensinya. Selamat menjadi murid! luke


Shan-Mosdi-archive-2016:


Perjuangan Yesus, 
Kisah Yesus akan segenap kasih Allah bagi manusia, 
Allah begitu paling mengasihi manusia dari semua yang diciptakanNya.
Saat manusia jatuh dalam dosa (Adam-Hawa), Allah memperbaikiNya hubungannya dengan 
manusia melalui Yesus. Yesus bahagian dari Allah, yang dengan kuasaNya menjadikan 
Yesus ada pada kehidupan biasa, sebagai manusia biasa, yang lahir dari perawan 
Bunda Maria, dibesarkan, dibaptis, disalib, mati, dikubur diliang batu, bangkit dari 
kematian, dan naik ke sorga, yang akan turun kelak sebagai penghakiman terakhir 
pada manusia yang tidak mempercayai Tuhan Allah. 

Percaya Kepada Tuhan dengan iman, tidak senantiasa 
-menunggu sampai ada panggilan Tuhan untuk tugas pelayan, 
 menjadi terlibat dalam pelayanan kita, bagi Allah.
-kita tidak cenderung lebih ingin mengetahui secara logika Kebenaran Tuhan 
 dalam hidup atau sebagai dasar iman orang percaya, 
-kita tidak menunggu keberhasilan hidup lalu mau melayani Tuhan
-kita tidak menunggu usia tua lalu mendekatkan diri dengan Tuhan. 
-kita tidak lantas menghitung sebanyak apa yang sudah kita persembahkan pada Tuhan
 untuk kita ambil kembali di saat tertentu. contohnya: Melalui rumahNya (gereja) 
 kita meminta dana besar untuk mengadakan acara pesta raya, sosial, dll.
 harus di ingat : Apapun yang sudah kita persembahkan dengan ikhlas adalah milik Tuhan. 
 Akan lebih baik kita tidak mempersembahkan sesuatu apapun, dari pada memberi 
persembahan tapi mengharapkan sesuatu dibalik itu semua.
-kita  juga tidak akan membedakan hukum-hukum dari sepuluh hukum taurat Tuhan.




Kematian Yesus dan kebangkitanNya:

Sepuluh daripada penampilan kebangkitan Yesus dicatatkan dalam Perjanjian Baru. 
Ia dapat disusun seperti berikut:
(1.) Malaikat dan Yesus sendiri menyatakan kepada Mary Magdalena di kuburnya 
seperti yang dicatatkan oleh Yohanes 
(Yoh_20:11-18), dan juga ditekankan dalam Markus (Mar_16:9-11).
(2.) Untuk wanita yang lain, “Mary,” Salome, Joanna, dan yang lain, 
setelah balik daripada melawat kubur 
dan seperti yang dikatakan malaikat dicatatkan oleh penulis Matius 
(Mat_28:1-10). 
( Mar_16:1-8, dan Luk_24:1-11.)
(3.) Kepada Simon Petrus sendiri pada hari kebangkitannya. (lihat, Luk_24:34; 1Kor_15:5.)
(4.) Kepada dua pengikutnya yang dalam perjalanan ke Emmaus pada hari kebangkitannya, 
dicatatkan dengan jelas 
hanya dalam Dr. Lukas (Luke 24:13-35. Bandingkan, Mar_16:12, Mar_16:13).
(5.) Kepada sepuluh pengikutnya (Thomas tiada) dan yang lain “bersama mereka,” 
di Yerusalem pada malam hari kebangkitannya. 
Salah satu daripada pengikutnya mencatatkan penampilannya, dalam Yohanes (Joh_20:19-24).
(6.) Kepada pengikutnya lagi (Thomas ada) di Yerusalem (Mar_16:14-18; Luk_24:33-40; 
Yoh_20:26-28. 
Lihat juga, 1Kor_15:5).
(7.) Kepada penginjil yang sedang memancing di Laut Galilea. Dalam penampilan ini juga 
dicatatkan oleh Yohanes 
(John 21:1-23).
(8.) Kepada yang sebelas, dan seterusnya kepada yang lain sekitar 500, dan di tempat 
ramai di wilayah Galilea 
(1Kor_15:6; bandingkan Mat_28:16-20).
(9.) Kepada Yakobus, tetapi dengan cara tanpa diduga (1Kor_15:7).
(10.) Kepada rasul-rasulnya sebelum keberangkatannya. Mereka menemaninya daripada 
Yerusalem sehinggalah ke Bukit Olive/Zaitun, 
dan disana mereka melihat dia berangkat “sehingga awan menutupi pandangan mereka” 
(Mar_16:19;Luk_24:50-52;Act_1:4-10). 
Perlu dititikberatkan bahawa ia adalah jelas berkaitan bahawa kebanyakan acara ini 
Raja kita membekalkan para penginjilnya 
dengan fakta kuat dan cukup tentang peluang bagi ujian terhadap fakta berkaitan dengan 
kebangkitannya. 
Dia berbicara kepada mereka secara bersemuka. Mereka menyentuh Dia (Mat_28:9; Luk_24:39; 
Yoh_20:27), 
dan dia sendiri makan roti bersama dengan mereka (Luk_24:42, Luk_24:43; Yoh_21:12, 
Yoh_21:13). 
(11.) Sebagai tambahan diatas, penekanan harus dibuat terhadap menifestasi Kristus 
sendiri terhadap Saulus di Damaskus, 
yang telah bercakap dengannya melalui penampilan Penyelamat hidup (Kisah_9:3-9, 
Kisah_9:17; 
1Kor_15:8; 1Kor_9:1). 
Ia sesuai seperti yang dicatatkan oleh Dr. Lukas (Kisah_1:3) bahawa kemungkinan / 
masih banyak penampilannya yang lain yang tidak dicatatkan.
Kebangkitannya telahpun dinubuatkan seperti oleh,
(1.) Tuhan Bapa (Maz_16:10; Kisah_2:24; Kisah_3:15; Rom_8:11; Efe_1:20; Kol_2:12; 
Ibr_13:20);

(2.) Oleh Kristus sendiri (Yoh_2:19; Yoh_10:18); dan

(3.) oleh Roh Kudus (1Pet_3:18).

Kebangkitannya ialah kesaksian awam Kristus yang telah disahkannya, dan beberapa bukti 
oleh Bapa menerimanya sebagai kerja pembelaannya. 
Ia adalah kemenangan keatas kematian dan kubur untuk kesemua pengikutnya. 
Pentingnya kebangkitan Kristus akan terlibat 
apabila kita pertimbangkan bahawa jika dia bangkit maka Injil mencatatkan yang benar, 
tapi jika tidak bangkita maka Injil dibuktikan menipu. Kebangkitannya daripada kematian 
mempertaruhkan pengorbanannya diterima. 
Justifikasi kita adalah dijamin denga kepatuhannya kepada kematian, dan dengan itu dia 
dibangkitkan daripada kematian (Rom_4:25). 

Kebangkitannya ialah bukti bahawa dia membuat pembelaan penuh terhadap dosa kita, 
bahwa pengorbanannya diterima sebagai kepuasan untuk pengadilan surgawi, dan darahnya 
sebagai tebusan kepada pendosa. 
Ini juga merupakan ikrar dan milik bagi kebangkitan untuk semua mereka yang 
mempercayainya 
(Rom_8:11; 1Kor_6:14; 1Kor_15:47-49; Phi_3:21; 1Yoh_3:2). 
Sebagimana Dia hidup, mereka juga harus hidup.
Ia membuktikan bahawa Dia sememangnya Anak Tuhan, sebagaimana telah jaya membuktikan 
tuntutannya (Yoh_2:19; Yoh_10:17).
“Jika Kristus tidak bangkit, keseluruhan skim pembelaan ialah kegagalan dan penuh 
kecelakaan, dan kesemua ramalan 
dan penantian bagi hasil kemuliaannya bagi masa dan kekekalan, untuk manusia dan juga 
malaikat dalam pelbagai tahap dan kedudukan, dibuktikan sebagai gagasan yang 
tidak masuk akal. Tapi sekarang Kristus bangkit dari kematian, dan menjadi 
buah-pertama bagi mereka yang masih tidur ‘ 
Dengan itu Alkitab adalah benar bermula daripada Kejadian sehinggalah kepada Wahyu. 
Kerajaan kegelapan sudah dijatuhkan,
Satan telah dibuang dari surge, dan kemenangan sebuah kenyataan terhadap kesalahan, 
bagi yang baik terhadap yang jahat, 
bagi kebahagiaan terhadap angan-angan telah selama-lamanya terjamin.” Hodge.

Dengan rujukan laporan yang dilakukan oleh tentera Roma bahawa ia akan disuap 
(Mat_28:12-14) 
untuk mengedarkan penekanan terhadap kebangkitan Kristus, 
“pengikutnya akan datang pada malam hari dan akan mengambilnya apabila kita tidur,
” Sarjana Matthew Henry dalam “Komentarinya,” terhadap Yoh_20:1-10, 
menyelesaikan tuntutan, “Kain-Kubur yang dipakaikan kepada Kristus dijumpai 
dalam susunan yang baik, yang bertindak sebagai bukti bahawa badannya tidak 
‘dicuri sementara askar tersebut tidur.’ Pencuri bagi kubur tersebut dikenal 
pasti untuk membawa lari “pakaian” dan meninggalkan badan; 
tapi tidak satupun yang mengambil ‘badannya’ dan meninggalkan pakaian, 
terutama ketika Dia dalam keadaan ‘linen terbaik’ dan baru (Mar_15:46). 
Siapa sahaja semestinya membawa badannya dengan pakaiannya sekali daripada 
bertelanjang. Atau jika mereka mencurinya juga tentu tiada kebahagiaan/
ketenangan orang yang melakukannya.”

Menurut Dr. Gary Habermas sekurang-kurangnya ada dua belas fakta sejarah 
yang harus diakui 
bahkan oleh sarjana-sarjana bukan Kristian:
1. Yesus mati di atas salib.
2. Dia dikuburkan.
3. Kematian-Nya menyebabkan murid-muridnya kecewa dan putus asa.
4. Kubur Yesus ditemukan dalam keadaan kosong beberapa hari kemudian.
5. Para murid percaya bahawa mereka melihat Yesus yang bangkit.
6. Selepas itu, para murid berubah dari ragu-ragu menjadi orang-orang percaya 
yang berani.
7. Berita ini adalah inti pemberitaan Injil dalam gereja awal.
8. Berita ini diberitakan di Yerusalem.
9. Sebagai hasilnya, gereja lahir dan bertumbuh.
10. Hari kebangkitan (hari Minggu) menggantikan hari Sabath (hari Sabtu) 
sebagai hari utama untuk beribadat.
11. Thomas, seorang skeptik, bertaubat ketika dia percaya bahawa dia melihat 
Yesus yang bangkit.
12. Paulus, musuh orang-orang Kristian, bertaubat setelah mengalami pengalaman 
yang dia percayai sebagai kemunculan Yesus yang bangkit.

1. Bukti-Bukti Penyaliban/kematian Yesus Kristus

Sebelum bergerak kepada bukti kebangkitan Yesus, mengimbas pada bukti-bukti 
penyaliban Yesus:

01. Nubuat dan Ramalan-Ramalan Mengenai Penyaliban-Nya
02. Pernyataan daripada Yesus Kristus Sendiri
03. Kesaksian daripada Para Hawariyun
04. Tanda-tanda yang Menyusul Ketika Kewafatan Yesus Kristus
05. Kebangkitan Yesus Kristus dari Maut
06. Kesaksian daripada Ahli Sejarah
07. Kesaksian daripada Pilatus, Gabenor Empayar Roman
08. Penggunaan Simbol Salib oleh Pengikut Awal
09. Kesaksian Sejarah dan Kesinambungan Peringatan Umat Kristian
10. Kesaksian daripada Kitab Talmud

Untuk menepis kebenaran fakta bukti-bukti ini adalah sukar, sudah tentu memerlukan 
penjelasan 
panjang, dengan membawa banyak masa, 
malah apa yang pasti setiap satunya belum tentu dapat ditindakan lanjuti, atau malah 
membingungkan.
Bagi para Skeptik hal ini perlu menjadi ujian dan bagi yang sudah percaya harus juga 
mempelajarinya, 

Artikel terkait:
selanjutnya ke — Bukti penyaliban/kematian Yesus berasaskan Alkitab dan Kitab lain 
Alkitab-Kematian Dan Kebangkitan Yesus.

Kebangkitan Yesus
Menurut International Standard Bible Enclopedia terdapat 8 bukti 
yang boleh dibuat asas kajian tentang bukti-bukti kebangkitan Yesus iaitu meliputi:
1. Bukti pertama: Yesus yang hidup
2. Bukti Kedua: Kubur yang kosong
3. Bukti Ketiga: Transformasi yang dialami pengikutnya
4. Bukti Keempat: Kewujudan gereja primitif
5. Bukti Kelima: Kesaksian Paulus
6. Bukti Keenam: Rekod dalam Injil
7. Rumusan dan penutup
8. Teologi tentang kebangkitan

anggurbaru.wp

 

Posted in Artikel

kepedulian gereja terhadap penyandang disabilitas

Disabilitas part

Setiap gereja di dunia diharapkan, Mengembangkan kemampuan dan mengajak umat untuk semakin menghormati kelompok disabilitas.

Menurut sekretaris eksekutif dari sebuah jaringan gereja internasional yang mengadvokasi disabilitas, World Council of Churches Ecumenical Disability Advocates Network, Samuel Kabue, dalam acara bertajuk “Exclusion and Embrace Conference: Disability, Justice and Spirituality”, setiap gereja harus memberi bimbingan teologis dan ekumenis kepada pemuda dan pemudi untuk memberi pelatihan dan dapat mensosialisasikan hal-hal yang berhubungan dengan penghormatan disabilitas.

Menurut situs resmi Dewan Gereja Dunia (World Council of Churches/WCC), pada hari Rabu (24/8), acara “Exclusion and Embrace Conference: Disability, Justice and Spirituality”, diselenggarakan di Melbourne, Australia pada 20-24 Agustus 2016.

Kebue mengatakan acara tersebut mengeksplorasi masalah disabilitas dari sudut pandang keimanan.

“Saat ini tidak ada keraguan lagi dalam diri saya bahwa studi disabilitas dalam lembaga pendidikan dan kurikulm teologi adalah cara terbaik untuk menghormati disabilitas,” kata Kabue.

Kabue mengemukakan gereja umat Kristen diajari terus memberi perhatian kepada kelompok disabilitas. “Gereja ibaratnya mengalami kekurangan bila tidak memberi perhatian kepada disabilitas. Seharusnya gereja dapat menjadi tempat kelompok disabilitas menyandarkan harapannya,” kata Kabue.

Sementara itu perwakilan  Ecumenical Disability Advocates, Aotearoa, Selandia Baru, Vicki Terrell, mengatakan perhatian kepada disabilitas tidak sekadar pada kebaktian setiap hari Minggu, namun juga dalam persekutuan doa atau pemahaman Alkitab di setiap rumah. Perhatian tersebut terwujud dalam “Disability Faith Community” yang dibentuk.

Komunitas tersebut didirikan dengan tujuan membawa orang bersama-sama untuk mengeksplorasi iman dari sudut pandang Alkitab, sekaligus mendidik umat lebih peduli kepada kelompok disabilitas. “Penyandang disabilitas menghargai keunikan masyarakat dan kehadiran Allah dalam pertemuan kami,” kata dia.

Di akhir konferensi, peserta sepakat membentuk “Interfaith Disability Network in Australia-Asia” atau Jaringan Advokasi Teologis-Antariman Peduli Disabilitas yang mencakup Australia dan Asia. (oikoumene.org)

**Arsip//Kontibutosr :Shandi_S.


Penyandang disabilitas merupakan orang yang mempunyai keterbatasan mental, fisik, intelektual maupun sensorik yang dialami dalam jangka waktu lama. LINK 


Gereja yang baik dalam pelayanannya, Bukan lagi bagaimana Gereja itu berdiri dengan kokohnya, dengan mewahnya, atau dengan jemaat yang berlimpah, Tapi bagaimana: Suatu Gereja juga turut aktif tanggap pada sosial, mampu menyelamatkan hidup sesama maupun orang lain terhadap kelangsungannya dan terhadap Tuhan.

Point,  Pengembangan pelayanan :internal juga turut menyeimbangi pelayanan eksternal. & Program : E.E

: website PEMUDA KRISTEN

Evangelism Explosion (ee) International Metropolitan

“Menjadikan anda lancar ber-PI”

Peluang Emas
“Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.”
(Tuhan Yesus Kristus)

Berkebalikan dengan berbagai kesulitan yang menghadang, masa krisis ini merupakan peluang emas.
Kita hidup dalam masa yang menurut DR. Bill Bright maupun DR. Billy Graham, “Masa di mana belum pernah ada kebutuhan Injil sebesar ini sebelumnya”.

Berkaitan dengan itu, tujuan Evangelism Explosion (EE) International Metropolitan adalah menekankan prioritas penginjilan dan menjadikan setiap orang Kristen lancar memberitakan Injil (ber-PI) di manapun, serta bermultiplikasi seproduktif mungkin hingga Tuhan Yesus datang.

Seorang Kristen perlu mengaitkan beritanya secara tepat dengan berbagai informasi, situasi, dan keperluan. Berita ini juga harus bersaing dengan berbagai isu gencar seperti perdamaian dunia, terorisme, krisis ekonomi, persaingan partai politik, dan lain-lain. Berita kita adalah Kristus, yang disalibkan dan bangkit. Berita yang sama pernah disampaikan Rasul Paulus; ia takut dan gentar, tetapi tetap memberitakan Kristus, kematian-Nya dan kebangkitan-Nya.

Karena itu setelah berlatih, kita akan kembali melayani secara lebih bijak. Dengan kekuatan Roh Kudus kita pergi memberitakan Injil – Injil yang tak pernah berubah – di dunia yang berubah ini; dan mengalami hari baru dalam sejarah penginjilan Anda di Indonesia dan dimanapun.

Ir. Pieters K. Pindardhi

Goal EE
Setiap orang Kristen lancar ber-PI.

Misi EE
Memuliakan Allah dengan cara memperlengkapi orang-orang Kristen di metropolitan dan di manapun untuk bermultiplikasi melalui persahabatan, penginjilan, pemuridan dan pertumbuhan gereja yang sehat.

Mengenal EE
EE International Metropolitan (EE IM) adalah grup pelayanan pelatihan penginjilan dan multiplikasi yang dimulai di Jakarta, Indonesia, pada Agustus 1997 dengan pendekatanEvangelism Explosion. Pelayanan yang bersifat non profit, interdenominasi dan independen ini terdiri atas orang-orang yang menyerahkan tenaga, waktu, pikiran, harta  bahkan hidupnya menjadi alat di tangan Tuhan. Tujuannya memperlengkapi orang Kristen untuk melaksanakan Amanat Agung.

EE sendiri dirumuskan oleh DR. James Kennedy pada tahun 1962 di Florida (USA). EE mengkondisikan peserta mengalami kemantapan saat pergi bersama dan menyaksikan pembimbing menyampaikan Injil. Cara ini terbukti efektif di seluruh dunia.
(Tahun 2001: sekitar 86.000 jemaat dan pendeta mengikuti EE di 212 negara, dan hampir 2 juta menjadi percaya Tuhan Yesus). Perkembangan EE International sedunia

.http://www.pemudakristen.com/


info@ : http://www.hkbpkramatjati.com/

beritahu.com

[contact-form-7 id=”191″ title=”saran boe tahubungi dison”]

Posted in Artikel, SosialTagged ,

Merespon Mewaspadai Bersama Makna “Kebebasan”

Di balik kenyataan, kebijakan politik sektarian masih sering muncul di negara ini, adalah merupakan berkat tersendiri bahwa menginjak 71 tahun merdeka ini Indonesia menunjukkan semangat persatuan dan kebhinnekaan menurut pandangan Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt Dr Albertus Patty.

“Bila membandingkan dengan negara lain yang mengalami perpecahan dan menjadi negara yang berbeda, seharusnya menjadi faktor pendorong untuk merawat keanekaragaman di Indonesia. Salah satunya yakni keragaman yang majemuk di Indonesia,” kata Pdt Berty, panggilan akrabnya, sambil memberi contoh Uni Soviet yang mengalami keruntuhan saat memasuki usia ke-70, juga Yugoslavia, dan kini Sudan yang terpecah belah menjadi Sudan dan Sudan Selatan.

bersam cipta keharmonisan di keragaman

“Kita bersyukur kehidupan keagamaan dan relasi antarumat beragama di Indonesia relatif lebih baik dibanding negara-negara lain seperti di Malaysia, Filipina, Thailand, Burma, Turki, atau di negara-negara Arab lainnya. Meskipun demikian, bukan berarti keadaan sudah cukup aman. Masih banyak peristiwa di mana terjadi anarkisme atas nama agama yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu,” kata penulis buku Melintas Batas, yang menyingkap pengalamannya saat menggumuli pluralisme itu, melalui surat elektronik, Minggu (7/8).

Perkembangan Kebebasan Beragama di Indonesia

Pdt. Berty mengemukakan, kebebasan beragama sebetulnya di Indonesia sudah ada sejak lama, dan  penanganan masalah ini tentunya berbeda karena Indonesia melewati kurun waktu sejarah yang berbeda.

Sejak era pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asyari hingga Partai Katolik Indonesia, dengan tokohnya, Ignatius Joseph (IJ) Kasimo, kala itu berhadapan dengan situasi awal kemerdekaan. Saat itu  bangsa Indonesia, menurut pengamatan Pdt Berty,  berhasil meletakkan dasar konstitusional yang bisa mengakui realitas sekaligus merangkul keanekaragaman bangsa. Sementara itu, tokoh militer dan gereja Indonesia, Tahi Bonar (TB) Simatupang, selain ikut berjuang dalam masa kemerdekaan, juga memberikan landasan kokoh pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila pada era pemerintahan Orde Baru yang sangat dominan.

Masalah yang dominan dalam penanganan kebebasan beragama dewasa ini, menurut dia, yakni masyarakat Indonesia diperhadapkan dalam situasi di mana era globalisasi terdapat pengelompokan identitas dalam pergaulan yang berdasar kepada kepercayaan tertentu.

Dia menilai situasi politik internasional, terutama Timur Tengah, turut andil dalam hubungan antaragama di Indonesia, karena di kawasan tersebut kelompok berpaham radikal semakin kuat dan mengglobal.

“Fundamentalisme dan radikalisme agama ini muncul sebagai reaksi terhadap modernitas. Fundamentalisme, dan radikalisme, juga merupakan reaksi akibat pengalaman ketidakadilan ekonomi dan politik akibat imperialisme gaya baru melalui praktik kapitalisme modern yang cenderung mengeksploitasi sesama dan alam raya demi keuntungan materi,” dia menambahkan.

Menurut dia, tokoh-tokoh kepercayaan dan umat beragama di Indonesia harus merespons situasi tersebut bersama-sama, dan memiliki strategi yang kreatif, kritis, dan positif. “Peranan pemerintah, baik di pusat maupun di daerah, sangat penting dalam membangun sinergi dengan semua umat beragama, terutama juga dalam pengakuan terhadap agama-agama yang selama ini tidak diakui,” kata dia.


art-S.M 7/8/2016

Posted in ArtikelTagged

Do’a

Mari kita bertanya? Doa seperti apakah yang dikabulkan Tuhan? Jawabnya, tak sukar-sukar amat sesungguhnya. Doa yang pasti dikabulkan Tuhan ialah yang seturut dengan kehendak Dia.

Doa yang pasti dikabulkan Tuhan ialah doa yang diperkenan Tuhan.

Sebab, Tuhan tak mungkin melawan kehendak-Nya sendiri. Dia pasti akan menggenapi kehendak-Nya sendiri.

Terbuka

Pada titik ini, janganlah kita menjadikan ungkapan ”Jadilah kehendak-Mu” semacam mantera! Tak sedikit orang Kristen berpikir, kalau sudah menutup doanya dengan ungkapan ”Jadilah kehendak-Mu!”, pastilah Tuhan akan mengabulkan-Nya. Apakah benar demikian?

Ungkapan ”Jadilah kehendak-Mu!” sejatinya menyatakan bahwa kita sesungguhnya tidak sungguh-sungguh yakin bahwa doa kita itu memang sesuai dengan kehendak Tuhan. Itu berarti kita terbuka untuk menerima apa saja yang Tuhan berikan kepada kita. Dengan kata lain, sesungguhnya pula hal yang paling penting ialah bagaimana kita mengetahui kehendak Tuhan.

Dalam ajaran-Nya, Yesus memang berbicara banyak mengenai apa yang kita kenal dengan Doa Bapa Kami, tetapi satu hal yang perlu diingat—itu pulalah yang menjadi dasar Doa Bapa Kami—”Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Luk. 11:13).

Roh Kudus

Inilah yang seharusnya kita upayakan: memohon Roh Kudus senantiasa menyertai kita. Jika itu yang terjadi, maka kita akan dapat hidup dalam kehendak-Nya. Sehingga, apa pun yang kita pikirkan, katakan, lakukan, pastilah Tuhan berkenan karena Roh Kuduslah yang menggerakkan kita melakukannya. Dan doa semacam itu, pastilah dikabulkan Tuhan. Kalau belum, itu hanyalah soal waktu.

Atau, dalam pemahaman Paulus, sebagaimana suratnya kepada Jemaat di Kolose, ”Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” (Kol. 2:6-7).

Dengan kata lain, jika kita bersatu dengan Dia, dan berakar di dalam Dia, pastilah kita akan menurut ajaran-Nya. Jika sudah demikian, maka doa kita pun pastilah diperkenankan-Nya.

Sejatinya pula, doa yang diajarkan Yesus, Doa Bapa Kami, hanya mungkin didaraskan jika Roh Kudus sungguh-sungguh diam dalam diri kita.


document arsip / s.m

Posted in ArtikelTagged , ,

sisi lain dari warisan agama kaum muda

we ‘ar young


Kita adalah orang beragama sejak dalam kandungan. Agama itu pulalah yang melekat kala kita mulai menjalani hidup di dunia ini. Agama-agama di dunia memang diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi.

Agama mengatur sikap dan tingkah laku seseorang. Tak hanya itu, agama juga menyelaraskan hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan Sang Pencipta. Sayangnya, agama kini malah menjadi alasan manusia bermusuhan, bertikai, bahkan menyakiti satu sama lain.

Di berbabagai tempat, agama-agama ditunggangi oleh bermacam kepentingan, baik pribadi maupun kelompok. Seperti kebanyakan kepentingan, tentulah hanya menguntungkan segelintir orang saja dan menimbulkan persoalan dalam diri banyak orang. Agama dipakai untuk mendiskreditkan kebebasan seseorang, mendiskriminasi keberadaaan manusia, serta mengerdilkan hak asasi manusia.

Sedikit banyak, itu jugalah yang terjadi di Indonesia. Tak sedikit kalangan yang menggunakan soal agama untuk mengalahkan lawan politiknya. Demikianlah agama, biasanya menjelang pemilihan kepala daerah, dipakai untuk melukai orang lain dengan menghambat karier politiknya. Kebenaran yang diajarkan agama pun menjadi hambar.

Tak heran banyak kalangan mulai meragukan pentingnya agama dalam kehidupan. ”Buat apa beragama kalau hanya untuk saling menyakiti. Mending tak beragama sama sekali,” cibir kawula muda.

Cibiran anak muda itu seharusnya membuat kita semakin menyadari untuk menyelaraskan kata dan perbuatan. Tanpa itu, agama akan ditinggalkan. Dan ketika agama ditinggalkan para penganutnya kesemrawutan dalam masyarakat mungkin malah makin parah. Sebab setiap orang berpegang pada apa yang dianggapnya benar, yang berujung pada anggapan: ”Akulah yang paling benar!”.


Paparan lain tentang kutipan artikel diatas;



download

jesus statue 8

Posted in ArtikelTagged