ACARA IBADAH MINGGU LETARE dan WARTA

IBADAH MINGGU LETARE dan WARTA 22 Maret 2020 Pukul 10.00 WIB

IBADAH SERENTAK PUKUL 10.00 wib


MINGGU LETARE
Topik Minggu :
” SUKACITA DI DALAM TUHAN “


MINGGU, 22 MARET 2020
Persiapan Ibadah ;
Seluruh Anggota Keluarga mempersiapkan diri mengikuti ibadah, mempersiapkan Alkitab, Buku Ende, Tata Ibadah, Ruang Ibadah, Persembahan.
 Memilih salah seorang anggota Keluarga menjadi Pemimpin Ibadah. Ayah(Ibu) menjadi Imam keluarga dan memilih salah seorang pendoa syafaat.
________________________________________

01. Panggilan Beribadah (P : Pemimpin ; K : Keluarga)
P : Keluarga yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita datang ke hadapan Tuhan di tengah-tengah ibadah ini. Bila Tuhan izinkan kita sekarang beribadah di tengah-tengah keluarga kita, itu adalah bukti bahwa Dia tetap hadir di sini. Bila pun kita beribadah di rumah ini, hal tersebut semata-mata untuk ikut berpartisipasi aktif menghambat dan memutus pernyebaran virus Corona, yang sedang mewabah di tengah-tengah bangsa kita. Kita yakin dan percaya Allah hadir di tempat ini.

K : Ya, Tuhan Allah, yang Mahakasih dan Mahakuasa. Kami hadir di hadapanMu yang kudus, di tengah-tengah keluarga kami di rumah ini, ingin memuji dan menyembahMu. Kami memohon kasih dan penyertaanMu, kiraNya kami tetap dalam naungan penyertaanMu.

P : ”Sukacita Di Dalam Tuhan” Itulah seruan Tuhan pada minggu Letare ini. Apakah sukacita kita hari ini ketika kita sedang menghadapi dahsyatnya serangan Covid-19 (Virus Corona)? Pemazmur mengatakan: ”Tetapi aku ini tertindas dan kesakitan, keselamatan dari pada-Mu, ya Allah, kiranya melindungi aku! Ya, Inilah sukacita kita, bahwa di dalam penderitaan, kesakitan dan ancaman hidup, keselamatan itu adalah dari Tuhan Allah”. Oleh karenanya marilah kita puji Tuhan, kita bernyanyi memuliakan namaNya:


02. Bernyanyi BE 6 : 1 + 4 ”Puji Jahowa na sangap ” BL 56

❖ Puji Jahowa na sangap huhut marmulia
Hamu sude na parroha na ringgas na ria
Marpungu be, marolopolop sude, Hamu sude manisia

❖ Puji Jahowa situmpak sude ulaonmu
Ai ditumpakhon tu ho tongtong hangoluanmu
Ingot ma i, denggan basaNa do i, Tomutomuna sambing do


03. Votum – Introitus – Doa
P : Di dalam nama Allah Bapa dan nama AnakNya Tuhan Yesus Kristus dan Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi, Amin.
Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintaiNya. Bergiranglah bersamasama dia segiang-girangnya, hai semua yang berkabung karenanya. Sebab malaikat-malaikatNya akan diperintahkanNya kepadaMu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tanganya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.

K : Sungguh Allah itu keselamatanku, aku percaya dengan tidak gemetar, sebab Tuhan Allah itu kekuatanku dan mazmurku, ia telah menjadi keselamatanku.

P : Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan, apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. Haleluya!

Marilah kita berdoa: Ya Yesus Kristus Tuhan kami. Engkaulah hidup dan pendamaian kami dengan Allah. Kami memuji namaMu dan mengucapkan terimakasih atas karya penyelamatan Tuhan kepada kami. Sertailah kami dengan kasih setiaMu agar kami selalu mengingat Engkau yang telah menderita dan mati bagi kami. Kuatkanlah hati dalam menghadapi masa-masa yang sulit ini dan sertai jiwa kami untuk percaya dan hidup di dalam kasihMu, di dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami, Amin!

04. Bernyanyi BE 86: 1+3 “Silang Na Badia I”
 Silang na badia i, Ho do lombulombungki,
Maralohon dosa i dohot pandelean i.
Di sude sitaononki, Ho ma lombulombungki.

 Ro do au nuaeng tu ho, Sai palambas ma roham;
Nunga pola mate Ho, ala asi ni rohaM;
Janghon au na dangolon, sai ulosi tondingkon.


05. Renungan Situasional dan Pengakuan Dosa
P: Saudara yang dikasihi Tuhan. Sepatutnya kita harus tetap bersyukur kepada Tuhan yang senantiasa menyertai kita sampai pada hari ini. Mari kita menyadari bahwa kasih Tuhan masih bersama kita yang memberi berbagai berkatNya. Di tengah-tengah mewabahnya virus Corona, Tuhan memberi kita kekuatan dan keteguhan hati untuk selalu berseru kepadaNya. Dia memberi kita kesehatan, makanan dan minuman. Sesungguhnya begitu banyak berkat Tuhan yang kita terima. Berangkat dari perenungan tersebut, di mana Tuhan senantiasa menyertai hidup kita, apakah yang layak kita katakan?

K: Ebenezer, sampai saat ini Tuhan menyertai kita!

P: Benar. Memang kita hidup tidak hanya dalam sukacita, namun pergumulan hidup, persoalan dan dukacita pun datang silih berganti. Bahkan tidak tanggung-tanggung saat ini kita mengalami kekhawatiran yang tinggi, hidup yang terancam oleh virus Corona. Banyak hal yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dalam menyikapinya. Solidaritas kita sebagai sesama anak bangsa saat ini diuji apakah saling bahumembahu menghadapi ancaman virus Corona. Walau demikian sebagai anak Tuhan, apakah yang layak kita katakan hari ini?

K: Ebenezer, sampai saat ini Tuhan menyertai kita!

P: Dengan menyadari pergumulan hidup saat ini, baik saat menerima sukacita maupun menghadapi dukacita, kegembiraan maupun kegelisahan, kiranya melalui itu semua semakin mendekatkan diri kita kepada Tuhan sebagai sumber kebahagiaan itu. Mengingat semuanya itu, kita diarahkan untuk semakin dekat kepada Tuhan dengan berkata:

K: Ebenezer, sampai saat ini Tuhan menyertai kita!

P: Sebagai orang percaya, yang yakin dan percaya akan penyertaan Tuhan, mari kita menyerahkan hidup kita hanya kepada pemeliharaan Tuhan saja. Mungkin kita takut, khawatir dan bimbang. Mungkin kita hilang kendali dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sama seperti seseorang yang berjalan di kegelapan, tidak tahu apa yang ada di depannya bahkan dengan rasa takut ia tidak mampu melihat ke depan. Tetapi kita yang sudah dipilih Tuhan, anak-anakNya yang sudah diberkati, tetaplah kuat dan jangan kuatir. Berserahlah kepada Tuhan. Ia akan senantianya menopang dan memegang tanganmu. Marilah kita berdoa mengaku segala dosa dan kesalahan kita, kiranya Tuhan Allah dalam Yesus Kristus berkenan menolong kita: Marilah kita bernyanyi: BE 686: 1-2 “Ramun Do Au”

K: Bernyanyi BE 686: 1-2 “Ramun Do Au”
❖ Ramun do au di joloMi gok dosangki, urasi au.
O Jesus birubiru i dison do au patau ma au.

❖ Na ro do au tu joloM i, gale do au urupi au.
O Jesus ala mudarMu, dison do au patau ma au.

P: Ya Allah Bapa kami yang di Sorga. Engkau Mahamurah dan Mahakuasa. KasihMu kekal selama-lamanya. Kami datang kehadapanMu mengaku dan memohon keampunan segala dosa dan kesalahan kami. Tataplah kami dengan berkat kasihMu serta ampunilah dosa kami di dalam penebusan AnakMu Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat kami.

K: Bernyanyi BE 686: 3 “Ramun Do Au”
❖ Ala denggan ni basaM i ro au tu Ho, o Jesuski.
Parbadiai ma rohangki, dison do au patau ma au.

P: Ya Tuhan Yesus, kami sering melakukan dosa terhadap Engkau, dan kami sering membuat Engkau murka melalui perkataan dan perbuatan kami. Ya Tuhan, janganlah kiranya Engkau mengingat segala pelanggaran kami, kasihanilah kami, tolonglah kami Ya Tuhan dan selamatkanlah kami, ampunilah dosa-dosa kami karena AnakMu Tuhan Yesus Kristus Juruselamat kami. Amin!

*Doa Hening (Masing-masing Berdoa di dalam Hati)*

P: Janji Allah tentang pengampunan dosa! Karena begitu besar Kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, sehingga setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

K: Amin !


06. Bernyanyi BE 452: 1-2 “Na Ro Pandaoni Bolon I”

❖ Na ro pandaoni bolon i, i ma Tuhanta Jesus.
Di daoni na marsahit i, hisar dibahen Jesus.
Uli ni barita i, las ni roha bolon i!
Sai dipuji rohangki Jesus, Jesus, Jesus.

❖ Na hansit na di rohangki dibuat Tuhan Jesus.
Antong, hamuna rohangki, hatop ma ro tu Jesus.
Uli ni barita i, las ni roha bolon i!
Sai dipuji rohangki Jesus, Jesus, Jesus.


07. Epistel: 1 Petrus 4: 12-19
P : Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

K : Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

P : Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

K : Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau.

P : Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.

K : Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?

P : Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?

K : Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.

P: Demikianlah pembacaan Firman Tuhan. Berbahagialah orang yang mendengarkan Firman Tuhan serta memeliharanya.

K : Amin


08. Bernyanyi BE 474 : 1 – 2 “Ingkon Jesus Do Donganku”

 Ingkon Jesus do donganku sahalakku lilu do.
Raphon Jesus boi au monang talu musu i na ro.
Ndang mabiar au disi, Tuhan Jesus donganki,
Sai ihuthononku Jesus, oloanku nama i.

❖ Ingkon Jesus do donganku, molo marsitaonon au.
Tu Ibana hutinggangkon, nasa na pasorat au.
Ndang mabiar au disi, Tuhan Jesus donganki,
Sai ihuthononku Jesus, oloanku nama i.


09. Pengakuan Iman :
Marilah kita bersama-sama mengaku iman kepercayaan kita, sebagaimana teman-teman seiman di seluruh dunia. Kita bersama-sama mengucapkannya:

“Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Maha Kuasa, Khalik langit dan bumi.

Aku percaya kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal Tuhan kita. Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria, yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, yang turun ke dalam kerajaan maut. Pada hari yang ketiga, bangkit pula dari antara orang mati. Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapak yang Maha kuasa. Dari sana akan datang kelak, untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati

Aku percaya kepada Roh Kudus, dan adanya satu gereja yang Kudus; dan Am. Persekutuan orang Kudus; Pengampunan dosa; Kebangkitan daging; dan hidup yang kekal, Amin”.

10. Doa Syafaat :

1. Doa untuk kesembuhan Dunia dari Virus Covid-19 (Corona)
2. Doa untuk para Tenaga Medis di seluruh Dunia sebagai garda terdepan
3. Doa untuk jemaat yang sakit (terlampir dalam warta).


10. Bernyanyi BE 428: 1 …
”Ho Na loja Ho Na Sorat”

❖ Ho na loja, ho na sorat, pos roham di Debatam!
Di na hansit, di na borat, dipapita do roham.
Unang ganggu rohamuna di pandok ni Debatam.
PasautonNa bagabaga. Pos roham di Debatam.

❖ Asa unang be ho talu dibaen haholomon i,
Bereng Jesus i, Tuhanmu, bernit na tinaonNa i.
Unang ganggu rohamuna di pandok ni Debatam.
PasautonNa bagabaga. Pos roham di Debatam.

11. Khotbah : Mazmur/Psalmen 69 : 30 – 37

“Tetapi aku ini tertindas dan kesakitan, keselamatan dari pada-Mu, ya Allah, kiranya melindungi aku!
Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur;
Pada pemandangan Allah itu lebih baik dari pada sapi jantan, dari pada lembu jantan yang bertanduk dan berkuku belah.
Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali!

Sebab TUHAN mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan.
Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.
Sebab Allah akan menyelamatkan Sion dan membangun kota-kota Yehuda, supaya orang-orang diam di sana dan memilikinya;
Anak cucu hamba-hamba-Nya akan mewarisinya, dan orang-orang yang mencintai nama-Nya akan diam di situ”.


(Dibacakan )      Mazmur/ Psalm 69 : 30 – 37
Masih ingatkah kisah Paulus dan Silas di Kisah Rasul 16:23-34 ? Mereka dipenjarakan karena mempertahankan nama Tuhan Yesus; dijaga dengan sangat ketat oleh tentara Romawi. Tetapi, dalam keadaan seperti itu, Paulus dan Silas justru berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Menyanyikan pujipujian kepada Allah walau sedang menderita. Dan lihat, apa hasilnya? Tuhan bekerja melalui gempa dan mereka bisa keluar dengan tenang dari penjara.
Luar biasa.
Saudaraku! Menjadi seorang yang setia sebagai pengikut Yesus, tidaklah selalu aman. Tetapi justru akan mengalami penderitaan. Sama seperti pemazmur ini. Dia menggunakan banyak metafora untuk menggambarkan penderitaan yang dialaminya. Padahal dia tidak melakukan kejahatan. Lalu mengapa dia dimusuhi? Karena hidupnya sangat saleh, hidupnya dihabiskannya bersama Tuhan di Bait Tuhan. Itu membuat orang jahat menjadi jengkel. Mereka mengejek, mengolok bahkan memusuhinya.
Tidak jarang, seperti telah disebut tadi, orang yang setia mengikut Tuhan Yesus, yang hidup dengan jujur, produktip, bersahaja menjadi bahan olokan bahkan dimusuhi serta difitnah oleh orang-orang jahat. Para koruptor berusaha menjatuhkan pemimpin dan penegak hukum yang jujur, karena mereka tidak bisa leluasa melakukan perbuatan kotor mereka.

Lalu bagaimana kita menghadapinya? Teladanilah pemazmur ini. Dia hanya datang kepada Tuhan dan memohon agar Tuhan bersegera, bergegas menolongnya (Ay. 18). Satu- satunya pertolongan yang dia harapkan hanyalah Tuhan. Karena dia yakin, Tuhan akan mengalahkan semua penjahat itu, sama seperti yang dialami Paulus dan Silas tadi. Sehingga satu-satunya yang dia harapkan menghadapi masalahnya itu hanyalah Tuhan (ay. 30). Tidak ada yang lain.
Itulah iman. Dia percaya, Tuhan jauh lebih besar dari masalahnya, dari musuh- musuhnya, dari deritanya. Dia yakin bahwa Tuhan akan menyelamatkan dia. Semua musuh dan penderitaannya itu akan tunduk dan lari meninggalkan dia bila Tuhan bertindak. Tiada kuasa lain yang bisa bertahan menghadapi Tuhan, termasuk derita yang mengerikan sekalipun. Karena kita memiliki Tuhan Yesus yang sudah mau menderita untuk menggantikan penderitaan kita di kayu salib, dan telah mengalahkan semua penderitaan dan musuh itu melalui kebangkitanNya. Itulah ajakan bagi setiap orang yang sering dimusuhi karena imannya: Mari, teruslah mencari Tuhan. Tambatkan iman dan harapanMu pada Tuhan Yesus. Maka, kamu akan tetap berharap. Dan pengharapanmu membuatmu mampu bertahan dan bersukacita serta
Saudaraku! Dengan iman seperti itulah, Pemazmur bisa bernyanyi memuji Tuhan walau sedang menderita. Itulah seruan dari Minggu Letare,:Bersukacitalah di dalam Tuhan (Yes. 61, 10a). Walau kita menderita, tetapi oleh iman percaya dan pengharapan kita akan kemenangan Tuhan Yesus, serta kemuliaan dan hidup kekal yang akan diberikan kepada kita kelak, maka kita akan mampu bersukacita menghadapinya. Mari meneladani Paulus dan Silas tadi, dan seperti seruan Epistel yang kita baca tadi, yang mampu bersukacita, menyanyikan syukur bagi Tuhan walau sedang menderita. Itu akan mengundang mujizat kuasa Allah terjadi dalam hidup kita. Cobalah, ketika hidupmu tertekan oleh berbagai persoalan hidup, mulailah menyanyi dari hatimu yang terdalam. Rasakanlah, akan ada getaran-getaran baru dalam dirimu, yang secara pelan tapi pasti, membuang sedikit demi sedikit gelisah akibat tekanan masalah itu, dan pelan tapi pasti, akan menggantikannya dengan semangat baru, dengan inspirasi baru. Lalu kamu angka bangkit memenangkan pertempuran dengan masalah itu. Itulah pekerjaan Roh Kudus melalui nyanyian syukur kita.

Walau hari ini kita tidak boleh beribadah di gereja dan harus di rumah karena virus Covid-19, yang membuat seluruh dunia dilanda kecemasan, tetapi kita orang percaya harus terus bersukacita, bernyanyi terus buat Tuhan, mengangungkan namaNya. Itulah membuang segala kecemasan dan ketakutan. Sukacita dan ucapan syukur terbukti bisa meningkatkan antibodi, yang sangat kita perlukan melawan virus. Namun kita harus waspada, dan tetap berhikmat. Bersukacitalah di dalam Tuhan, Amin.


12. Bernyanyi BE 769 : 1 …
“Tu Debata Do Panghirimonhi” (Persembahan)

❖ Tu Debata do panghirimonhi, Di tano laut nang awangawang i
Ibana do haposanhi, Tongtong do diramoti langkangki
reff: Torop pe mara manahopi au, Debatangki do sumarihon au
Pos rohangki, sonang do au, Ibana do na mandongani au

❖ Amporik i nang bungabunga i, Ro di sude na tinompaNa i
Na metmet nang na balga i, Ibana do na marmuduhon i,
reff: Torop pe mara manahopi au, Debatangki do sumarihon au
Pos rohangki, sonang do au, Ibana do na mandongani au.

13. Doa Bapa Kami (Bersama-sama)

“Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah namaMu, datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.
Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga telah mengampuni orang yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat.
Karena Engkau punya Kerajean dan Kekuasaan dan Kemuliaan sampai selama-lamanya” Amin.

Doa Berkat (Bila Pelayan Tahbisan)

Amin, Amin, Amin !


*

Video Kotbah : Sekitar Pukul 10.20 wib – Pdt Samuel Ch. Sitompul S.Th

 

HORAS !

HAPPY LETARE SUNDAY FOR US

 

 


DOWNLOAD ACARA :

klik download :    IBADAH MINGGU LETARE HKBP KRAMAT JATI 2020

Warta Jemaat :  Warta J Minggu 22 Maret 2020

 

 


 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.