Kramat Jati

Parborhathon tu Udean St R Silitonga

Acara di Parmonding ni Amanta Sintua  Richard Silitonga

Klik Untuk Acara Download / Tinjau…..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ACARA DI GEREJA ST R SILITONGA DOHOT PARBANDAAN 

 

Sekilas Perjalanan Bapak R Silitonga di HKBP Kramat jati

……Menuju Kemapanan
Sejak awal berdirinya peribadatan HKBP Kramatjati, semua program dapat berjalan lancar. Hal ini tentu saja karena petunjuk dan pertolongan Tuhan serta kesatuan anggota Majelis, terutama semangat pantang menyerah Guru Huria B.M.Siregar. Ditambah lagi dengan dorongan semangat baja Pdt.B. Nainggolan (alm), yang pada saat itu melayani di HKBP Menteng Halimun/Pol Tangan Pasar Minggu/Kebayoran Baru, tetapi beliau sempat bertempat tinggal dekat dengan HKBP Kramatjati, oleh karena itu aktif juga melayani di HKBP Kramatjati. Ada satu semboyan beliau yang sangat berkesan, yaitu: “Andaikan hanya satu orang pun yang datang ke tempat peribadatan, kebaktian harus tetap berjalan”.

HKBP Kramatjati diresmikan sebagai Gereja (Penuh), oleh Ephorus HKBP, yaitu Dr. T. Sihombing, yang kebetulan berada di Jakarta dalam rangka menghadiri Rapat MPRS. Rombongan Ephorus bersama dengan parhalado/jemaat, berjalan kaki dari rumah Guru Huria (di asrama PUSDIKKES) sampai ke Gereja. Pada saat itu, juga beberapa kru dari TVRI tidak ketinggalan, ikut ambil bagian untuk mengabadikan peristiwa peresmian tersebut yang disiarkan ke seluruh tanah air pada malam harinya. Dalam acara peresmian tersebut , Ephorus membawakan khotbah dari Kejadian 28:16b, dengan uraian sebagi berikut:

Seorangpun tidak tahu bahwa tempat itu adalah tempat Allah

Tempat gereja HKBP Kramatjati, tadinya tempat pabrik terasi. Terasi itu bau, tetapi enak dimakan. Sekarang Allah memakai tempat itu, biarlah yang bau jangan lagi keluar dari anak-anak Allah yang menempati tempat itu

Sewaktu digunakan sebagai pabrik terasi, setiap orang yang lewat harus menutup hidung karena tidak senang. tetapi sekarang, setelah menjadi tempat peribadatan harus menjadi tempat yang dirindukan setiap orang yang lewat. Biarlah tempat peribadatan ini menjadi tempat penyebaran berita suka cita dalam Kristus Yesus.

Tiga bulan kemudian setelah HKBP Kramatjati diresmikan sebagai gereja, beberapa Majelis yang disebutkan diatas, pada tanggal 22 September 1968 ditahbiskan (ditabalkan) oleh Pdt. Alfred Silitonga (dari Resort Kernolong) menjadi Sintua (St), yaitu:

St. Bistok M. Siregar

St. M. Sagala

St. J. Sirait

St. T.A. Silaban

St. R. Silitonga 

St. A. Marpaung

Pada saat pentahbisan ini (1968), jumlah Sintua yang aktif melayani menjadi 7 orang, karena sejak tahun 1967, ada seorang Sintua yang pindah dari HKBP Surabaya ke HKBP Kramatjati, yaitu St.Hakim Pasaribu

Dalam periode 1964-1974 ini, Pendeta yang bertugas di Resort Jakarta Kernolong adalah:

  • Pdt. Alfred Silitonga
  • Pdt. P.W.T. Simanjuntak
  • Pdt. Simanungkalit (diperbantukan)
  • Pdt. T.P. Hutagalung (diperbantukan)

arsip_dokument sejarah HKBP Kramat Jati

Posted in barita duka citaLeave a Comment on Parborhathon tu Udean St R Silitonga